SENDAWAR – Kutai Barat mencatat investasi Rp7,98 triliun hingga triwulan III 2026, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Namun, Bupati Frederick Edwin mengingatkan besarnya investasi belum cukup menjadi ukuran keberhasilan pembangunan apabila manfaatnya belum menjangkau masyarakat hingga kampung-kampung.
Pesan tersebut disampaikan Frederick saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Barat di Alun-Alun Itho, Kompleks Perkantoran Pemkab Kutai Barat, Kamis (5/11/2026).
Memasuki tahun kedua pelaksanaan visi pembangunan 2025–2029, Frederick memaparkan perkembangan sejumlah indikator daerah. Di tengah capaian tersebut, pemerataan pelayanan dasar, kesempatan kerja, dan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.
Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp7,98 triliun atau 117,43 persen dari target. Investasi tersebut tersebar dalam 1.215 proyek dengan penyerapan 1.892 tenaga kerja Indonesia.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kutai Barat pada semester I 2026 tercatat sebesar 3,83 persen.
Frederick menegaskan investasi harus memberikan kesempatan lebih luas kepada tenaga kerja lokal. Kehadiran perusahaan juga diharapkan mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, bukan sekadar meningkatkan nilai penanaman modal.
Pemerintah daerah terus mengembangkan sektor UMKM, pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk memperluas sumber penghidupan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Barat pada 2025 mencapai 75,38. Jumlah penerima beasiswa meningkat dari 1.702 siswa pada 2025 menjadi 3.167 siswa pada 2026.
Pada sektor kesehatan, prevalensi stunting berdasarkan pencatatan elektronik pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) turun dari 12,31 persen pada 2025 menjadi 11,49 persen pada 2026.
Frederick mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Perbaikan juga tercatat pada sektor infrastruktur. Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur meningkat dari 60,52 persen pada 2024 menjadi 64,80 persen pada 2025.
Meski demikian, kebutuhan pembangunan jalan dan jembatan masih cukup besar. Salah satu proyek strategis yang terus didorong adalah Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ).
Pemerintah juga memprioritaskan perluasan layanan listrik, air bersih, perumahan layak huni, serta jaringan telekomunikasi dan internet hingga wilayah kampung.
Selain persoalan pembangunan, Kutai Barat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data yang disampaikan Frederick, tercatat 225 kejadian kebakaran dengan luas area terdampak mencapai 7.483,38 hektare.
Ia mengapresiasi kerja TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kampung, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Frederick meminta kesiapsiagaan dan pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak terus menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat.
Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar lebih disiplin dan profesional dalam menggunakan anggaran. Program pemerintah harus memiliki hasil yang jelas dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, usia 27 tahun menjadi kesempatan untuk menilai perjalanan pembangunan Kutai Barat sejak terbentuk sebagai daerah otonom. Capaian yang diperoleh tidak terlepas dari perjuangan para pendiri daerah dan kontribusi masyarakat.
Peringatan HUT ke-27 tahun ini mengusung tema “Bersama Membangun, Merata dalam Kemajuan, Sejahtera dalam Kehidupan.”
Frederick mengajak dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan menjaga persatuan serta mengambil bagian dalam pembangunan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin terdahulu dan masyarakat yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kutai Barat.
“Sempekat Bersama, Kita Pasti Bisa!” serunya.
Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Erik Victory, Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Emanuel, anggota DPRD Kaltim Abdulrahman Agus, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta mantan Bupati Kutai Barat Ismail Thomas.
Hadir pula Didik Effendi, para camat, tokoh masyarakat, serta peserta upacara dari unsur TNI, Polri, ASN, PPPK, dan Satpol PP Kutai Barat. (adv/diskominfo kubar)
Pewarta: Taufiq
Editor: Agus S.



