Sabtu, Juni 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prabowo Dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka

KORANUSANTARA – Kedatangan Prabowo Subianto ke Istana Merdeka, Senin, 10 Juli 2023, menarik perhatian. Maklum, Prabowo digadang-gadang maju sebagai capres pada Pilpres 2024. Meski begitu, anjangsana yang dilakukan ketua umum Gerindra tersebut bukan membicarakan masalah pilpres.

Prabowo menghadap Presiden Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan. Dalam pertemuan ini, salah satu yang dilaporkan adalah peningkatan kemampuan produksi pesawat di PT Dirgantara Indonesia (DI). Selain itu juga kondisi pertahanan nasional maupun geopolitik.

“Saya melaporkan beberapa hal di bidang saya, terutama perkembangan di bidang pertahanan, perkembangan dalam industri pertahanan, dan perkembangan hubungan kita dengan beberapa negara di bidang pertahanan, dan juga perkembangan geopolitik cukup bagus perkembangannya,” ujar Prabowo setelah bertemu dengan Kepala Negara.

Dalam bidang industri pertahanan, Prabowo menyampaikan laporan kemajuan PT DI yang telah bisa memproduksi delapan pesawat per tahun. Sebelumnya hanya dua pesawat tipe CN-235 saja. “Sekarang setelah ada revitalisasi, ada reformulasi prosedur kerja, dan sebagainya. Sekarang mereka mampu. Dari laporannya PT DI, delapan CN-235,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat baik. Sebab, kepercayaan luar negeri terhadap industri kedirgantaraan Tanah Air meningkat. Permintaan pesawat CN-235 di banyak negara cukup tinggi. “Ada 100 pesawat CN-235 yang dipesan dari berbagai negara. Baik dari Afrika, Amerika Latin, dan sebagainya,” katanya.

Tren positif ini membuat pemerintah terus mendorong industri pertahanan Tanah Air. Kementerian Pertahanan, menurut Prabowo, terus mendorong agar industri pertahanan lebih efisien, lebih produktif, dan lebih inovatif.

Di samping itu, dia juga melaporkan keinginan beberapa negara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Kerja sama tersebut antara lain dalam bentuk pengiriman perwira dan bintara negara lain untuk dilatih di Indonesia. “Mereka juga minta kita ke negara mereka untuk melatih pasukan mereka. Ini saya kira juga menunjukkan Indonesia terus dihormati dan menjadi panutan banyak negara,” ucapnya. Negara di Afrika menurut Prabowo banyak yang meminta dilatih oleh tentara Indonesia.  (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular