Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pesawat Japan Airlines Terbakar di Bandara Haneda, KBRI Tokyo Telusuri Informasi Terkait Penumpang WNI

TOKYO – Pesawat Japan Airlines (JAL) terbakar di runway Bandara Haneda di Tokyo pada Selasa (2/1/2024). Diduga kebakaran terjadi karena tabrakan dengan pesawat penjaga pantai.

Laporan itu disampaikan media Nippon TV. Mereka menyatakan, di dalam pesawat itu masih terdapat penumpang.

Tayangan lembaga penyiaran NHK, terlihat api keluar dari jendela pesawat.

Jubir Japan Airlines menjelaskan, pesawat berangkat dari Hokkaido. Kemungkinan besar ada lebih dari 300 orang di dalam pesawat.

Penyebab kebakaran pesawat Japan Airlines di runway Bandara Haneda pada Selasa (2/1) sedang diinvestigasi. Namun, diduga kuat pesawat itu terbakar akibat tabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai.

Seorang pejabat penjaga pantai di bandara Haneda mengatakan, mereka sedang memeriksa detail. Haneda adalah salah satu bandara paling sibuk di dunia.

“Belum jelas apakah ada kecelakaan. Tapi pastinya pesawat kami terlibat,” ucap pejabat tersebut seperti dikutip dari AFP.

Pihak JAL mengatakan, terdapat 379 penumpang dan kru di pesawat nahas itu.

Pesawat itu baru saja mendarat dari Sapporo Airport di Hokkaido. Pulau itu berada di utara Jepang.

Kecelakaan pesawat komersial jarang terjadi di Jepang.

Kecelakaan terparah terakhir kali terjadi pada 1985. Saat itu pesawat JAL jatuh Gunma dan menewaskan 520 orang.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan KBRI Tokyo sedang berkoordinasi dengan otoritas Bandara Haneda terkait kemungkinan adanya penumpang WNI di Pesawat Japan Airlines yang terbakar.

“Saat ini KBRI Tokyo sedang berkoordinasi dengan otoritas Bandara Haneda mengenai kemungkinan adanya penumpang WNI pada pesawat JAL tersebut,” kata Judha, Selasa (2/1/2024).

“KBRI juga mengantisipasi kemungkinan adanya WNI yang stranded di Bandara Haneda karena adanya pembatalan sejumlah penerbangan,” sambungnya. (Kum/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular