Periksa Tumor Jinak atau Ganas, RSUD Bontang Kini Bisa Analisis Jaringan Pasien Usai Operasi

BONTANG – Pasien yang menjalani operasi pengangkatan benjolan atau tumor kini dapat memeriksakan jaringan tubuhnya di RSUD Taman Husada Bontang untuk mengetahui ada tidaknya tanda keganasan. Pemeriksaan melalui Laboratorium Patologi Anatomi tersebut membantu dokter memastikan diagnosis penyakit tanpa harus selalu mengirimkan sampel jaringan ke luar daerah.

Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penunjang medis yang dikembangkan RSUD Taman Husada untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan penanganan pasien.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan pemeriksaan jaringan memiliki peran penting, terutama setelah pasien menjalani tindakan operasi tertentu.

Jaringan yang diangkat saat operasi dapat diperiksa untuk mengetahui karakteristik sel dan memastikan apakah terdapat tanda keganasan atau kelainan lainnya.

“Jadi, kalau orang habis operasi, ada jaringan yang harus diperiksa, ganas atau tidak. Inilah salah satu tujuan dan kemajuan tahap demi tahap, kemudian pengaruhnya ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Menurut Tri, hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi dokter dalam menentukan diagnosis dan langkah penanganan berikutnya.

Pemeriksaan patologi anatomi dilakukan dengan menganalisis sampel sel atau jaringan tubuh menggunakan prosedur laboratorium, termasuk pengamatan melalui mikroskop.

Melalui pemeriksaan ini, dokter spesialis patologi anatomi dapat mengidentifikasi perubahan struktur jaringan yang mengarah pada penyakit tertentu, termasuk membedakan tumor jinak dan ganas.

Pada kasus dugaan kanker, pemeriksaan jaringan atau histopatologi sering menjadi salah satu pemeriksaan utama untuk memastikan diagnosis. Namun, jenis pemeriksaan dan kebutuhan analisis tambahan tetap disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tidak semua jaringan yang diangkat melalui operasi menunjukkan keganasan. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan karakteristik jaringan berdasarkan hasil analisis medis, bukan hanya dari bentuk benjolan atau gejala yang dialami pasien.

READ  Tak Perlu Lagi ke Samarinda, Layanan Urologi dan Endoskopi RSUD Bontang Kini Bisa Pakai BPJS

Tri menjelaskan, RSUD Taman Husada kini telah memiliki tenaga dokter spesialis patologi anatomi yang mendukung pemeriksaan jaringan tersebut.

Selain itu, rumah sakit juga memiliki dokter spesialis patologi klinik untuk menunjang pemeriksaan laboratorium lainnya.

“Maka dari itu, kami sudah memiliki dokter patologi anatomi dan dokter patologi klinik sekaligus,” ungkapnya.

Kedua bidang spesialisasi tersebut memiliki peran berbeda dalam pelayanan kesehatan.

Patologi anatomi berfokus pada pemeriksaan sel dan jaringan tubuh untuk membantu memastikan jenis penyakit. Sementara patologi klinik berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel seperti darah, urine, dan cairan tubuh lainnya untuk membantu diagnosis serta pemantauan kondisi pasien.

Keberadaan kedua layanan tersebut memperkuat fasilitas pemeriksaan penunjang yang tersedia di RSUD Taman Husada Bontang.

Sebelumnya, manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Taman Husada telah beroperasi sejak awal 2023, setelah persiapannya dilakukan pada 2022.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Taman Husada, dr. Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan jaringan menjadi bagian penting dalam memastikan diagnosis penyakit.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit,” jelasnya dalam keterangan sebelumnya.

Ia juga menyebut laboratorium tersebut merupakan satu-satunya layanan patologi anatomi yang tersedia di Kota Bontang.

Dengan fasilitas tersebut, pasien yang membutuhkan pemeriksaan jaringan memiliki akses pelayanan lebih dekat, sesuai jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan rumah sakit.

Meski demikian, pemeriksaan patologi anatomi tidak selalu dilakukan setelah setiap tindakan operasi. Pengambilan dan pemeriksaan sampel tetap berdasarkan indikasi medis serta pertimbangan dokter yang menangani pasien.

Dalam kasus tertentu, pemeriksaan tambahan atau rujukan ke fasilitas laboratorium lain juga masih dapat diperlukan, bergantung pada jenis penyakit dan kebutuhan diagnosis.

READ  Sudah Berjalan Empat Tahun, RSUD Bontang Ingin Edukasi Hukum Bersama Kejaksaan Terus Berlanjut

Tri mengatakan pengembangan fasilitas medis perlu diikuti penyebarluasan informasi agar masyarakat mengetahui jenis pelayanan yang telah tersedia di RSUD Taman Husada.

Pasalnya, masih ada warga yang belum mengetahui bahwa rumah sakit daerah tersebut memiliki layanan pemeriksaan jaringan untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit.

Karena itu, pihak RSUD terus melakukan sosialisasi mengenai fasilitas kesehatan dan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan ke perusahaan, sekolah, dan instansi di Bontang.

“RSUD Taman Husada pun terus berupaya meningkatkan pelayanan secara bertahap, agar fasilitas kesehatan yang tersedia dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Bontang maupun pasien dari daerah sekitar,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img