Minggu, Mei 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penyaluran Kredit Perbankan bagi UMKM Tumbuh

KORANUSANTARA – Kredit yang disalurkan perbankan tumbuh positif. Pada September 2023 tercatat sebesar Rp 6.83,4 triliun atau tumbuh 8,7 persen secara year-on-year (yoy). Meski begitu, pertumbuhan pembiayaan itu lebih rendah dari bulan sebelum sebesar 8,9 persen yoy.

Dalam hasil pertumbuhan uang beredar Bank Indonesia (BI), kinerja intermediasi perbankan didorong oleh kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, kredit modal kerja pada September 2023 mampu tumbuh 8,3 persen YoY. Jumlahnya mencapai Rp 3.091,2 triliun.

”Perkembangan kredit modal kerja bersumber dari sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahan yang tumbuh 26,2 persen yoy. Terutama pada subsektor perantara keuangan lainnya (nonbank) leasing di DKI Jakarta,” terang Erwin.

Untuk kredit investasi, meningkat 9,8 persen yoy. Bersumber dari sektor industri pengolahan, perikanan, pertanian, peternakan, dan kehutanan. Penyaluran kredit investasi ke sektor industri pengolah menjadi yang terbesar dengan pertumbuhan 9,1 persen yoy.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 8,4 persen yoy. Lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,1 persen yoy. Itu didorong kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna.

Kredit properti meningkat 8,7 persen yoy senilai Rp 1.283,1 triliun. Kenaikan tersebut ditopang penyaluran KPR dan KPA (apartemen) yang naik 12,7 persen sebesar Rp 674,5 triliun. ”Khususnya pertumbuhan KPR di tipe 22 sampai 70,” ucap Erwin.

Untuk penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat 8,2 persen yoy senilai Rp 1.332,9 triliun. Kredit skala mikro tumbuh signifikan sebesar 25,7 persen YoY sebanyak Rp 606,2 triliun. ”Pertumbuhan kredit UMKM dipengaruhi oleh kredit investasi dan moda kerja,” imbuhnya.

Di sisi lain, penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tumbuh 12,53 persen YoY menjadi Rp 1.250,72 triliun. Khusus penyaluran kredit UMKM naik 11,01 persen dari Rp 935,86 triliun di triwulan III 2022 menjadi Rp 1.038,90 triliun di triwulan III 2023. ”Sehingga porsi kredit UMKM BRI terhadap total kredit mencapai 83,06 persen,” Direktur Utama BRI Sunarso pada pemaparan Kinerja Keuangan BRI triwulan III 2023 pada Rabu (25/10).

Kredit yang tumbuh double digit, lanjut dia, berdampak positif terhadap pendapatan bunga perseroan. Hingga akhir September 2023, pendapatan bunga BRI mencapai Rp 138,63 trilliun atau tumbuh 13,91 persen yoy.

Penyaluran kredit BRI juga diimbangi dengan manajemen risiko yang terjaga. Perusahan pelat merah itu berhasil menurunkan loan at risk (LAR) sebesar 13,80 persen. Membaik bila dibandingkan dengan LAR September tahun lalu sebesar 18,68 persen. ”Kami optimistis di tahun depan LAR BRI dapat kembali pada kondisi pra-pandemi, yakni di kisaran 9-11 persen,” ujar Sunarso.

Kualitas kredit yang terjaga berdampak terhadap credit cost BRI yang membaik. Dari semula 3,02 persen menjadi 2,44 persen. ”Sebagai bagian dari soft landing strategy, BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai, tercatat NPL (non-performing loan) coverage BRI sebesar 228,65 persen,” tandasnya. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular