Sabtu, April 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengembangan Produk Rotan Desa Loa Kulu Kota Mendapat Sorotan

TENGGARONG – Produk rotan, atau yang disebut Penjalin oleh suku Kutai, telah menjadi bagian penting dalam budaya dan ekonomi Desa Loa Kulu Kota. Dikembangkan dari era kesultanan Kutai berabad-abad yang lalu, rotan digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia, dari mebel hingga keranjang “bening” untuk menggendong anak.

Baru-baru ini, tim dari KoranNusantara berkunjung ke Kantor Desa Loa Kulu Kota dan terpesona oleh keunikan kursi mebel yang terbuat dari rotan. “Ini adalah salah satu produk unggulan dari Loa Kulu Kota, yang menggabungkan kearifan lokal dengan kebutuhan modern,” kata Kepala Desa Loa Kulu Kota, Muhamad Rizali,

Untuk mendukung karya pengrajin pihak desa bahkan membeli mebel dari rotan tersebut untuk keperluan kantor. Tidak hanya kursi mebel, bahkan kursi kepala desa dan kursi tamu di kantor desa juga terbuat dari rotan, sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal. “Kami memilih untuk membeli produk-produk dari pengrajin untuk kebutuhan kantor sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi lokal yang ada di desa ini,” ungkap Rizali.

Muhammad Rizali, menegaskan bahwa kerajinan rotan dari desanya dapat dipesan sesuai dengan keinginan pelanggan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menghargai kearifan lokal yang ada di desa tersebut.

“Saat ini, kami menawarkan kursi tamu set yang terdiri dari lima kursi, satu meja, dan dilengkapi dengan busa, dengan harga sekitar 6.500.000 rupiah,” ujar Muhammad Rizali. Ia juga menambahkan bahwa pemesanan dapat dilakukan langsung ke pengrajin rotan di desa tersebut.

Muhammad Rizali juga menekankan bahwa pelanggan dapat mengajukan permintaan khusus sesuai dengan keinginan mereka. “Jika ada keinginan tertentu, seperti membuat ayunan seperti sangkar burung, kami dapat mengakomodir permintaan tersebut. Pelanggan dapat memberikan referensi melalui foto atau bahkan mencari inspirasi di internet,” tambahnya.

Dengan fleksibilitas ini, kerajinan rotan dari Desa Loa Kulu Kota tidak hanya menjadi pilihan yang unik dan berkualitas, tetapi juga memungkinkan pelanggan untuk memiliki produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka.

Produk rotan Desa Loa Kulu Kota juga menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk pengunjung dari luar negeri seperti Jepang dan Rumania. Mereka tertarik dengan produk rotan lokal dan bahkan memesan dalam jumlah besar 1,4 juta pcs pertahun. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan dalam kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan besar seperti itu.

“Kami tidak memiliki cukup tenaga dan kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan sebanyak itu,” jelas Rizali. Meskipun demikian, pihak pengrajin tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi lokal dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi desa.

Dengan adanya minat dari luar negeri dan dukungan dari pemerintah desa, harapannya produk rotan dari Desa Loa Kulu Kota dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan bagi masyarakat setempat serta menjadi bagian dari warisan budaya yang dilestarikan. (han/adv)

Penulis : Hanafi

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular