KENDARI – Harga beras di pasar tradisional yang mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram bakal mendapat penyeimbang. Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras subsidi yang akan didistribusikan melalui pasar-pasar tradisional dengan harga jual Rp12.500 per kilogram.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan beras subsidi tersebut ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 5, 6, dan 7 yang membutuhkan akses terhadap beras berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
“Bantuan satu juta ton beras untuk warga kita yang desil 5, 6 dan 7,” kata Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari, Selasa (6/10/2026).
Menurut Zulkifli, beras subsidi akan disalurkan melalui pasar-pasar tradisional dan pasar resmi di setiap daerah. Program tersebut diharapkan dapat menyediakan alternatif beras dengan harga lebih murah sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
“Di pasar harganya Rp15 ribu, ini Bulog akan mengedarkan, menjual Rp12.500. Jadi, harganya tidak sama dengan harga pasar, tidak naik, bahkan turun. Ini jumlahnya 1 juta ton juga,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah memahami bahwa musim kemarau dan tingginya harga beras dapat menyulitkan masyarakat, khususnya kelompok desil 5 sampai 7, untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Karena itu, pemerintah berharap program subsidi tersebut dapat memperkuat ketersediaan beras berkualitas di pasar sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
“Ya, yang ini akan masuk ke pasar-pasar tradisional. Sehingga nanti kalau ibu-ibu emak-emak belanja beras, berasnya bagus, ya, tetapi beras yang disubsidi oleh pemerintah,” kata Zulkifli.
Selain beras subsidi yang disalurkan melalui pasar tradisional, pemerintah juga menyiapkan bantuan beras sebanyak 1 juta ton untuk 33,2 juta penerima manfaat dari kelompok masyarakat kurang mampu yang masuk kategori desil 1 sampai 4.
“Jadi kami siapkan bantuan beras 1 juta ton atau 1 miliar kilogram untuk 33,2 juta penerima,” kata Zulkifli saat memonitor penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 di Kota Kendari.
Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, terutama kebutuhan beras.
Dengan demikian, pemerintah menyiapkan dua skema intervensi beras, yakni bantuan pangan bagi masyarakat desil 1 sampai 4 dan beras subsidi yang dipasarkan untuk kelompok desil 5 sampai 7.
Selain beras, pemerintah menyiapkan subsidi jagung untuk kebutuhan pakan ternak. Zulkifli mengatakan subsidi tersebut mencapai 150.000 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Subsidi jagung diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di pasar yang saat ini disebut telah mencapai Rp8.000 per kilogram di sejumlah wilayah.
“Karena harga sekarang di pasar bisa Rp7.000, bisa Rp6.500, bahkan ada yang Rp8.000. Tentu ini untuk menjaga pangan pokok agar tidak bergejolak,” ujar Zulkifli.
Program subsidi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga di pasar. (ANT/KN)



