
BERAU – Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung mendorong pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Berau hingga ke kampung-kampung terpencil.
Dia mengungkapkan, kesenjangan akses inilah yang harus menjadi fokus utama pembenahan.
“Banyak warga di wilayah pelosok yang belum sepenuhnya memahami pentingnya dokumen kependudukan, mulai dari KTP, KK, hingga akta kelahiran,” terangnya.
Nurung menilai, Kondisi tersebut bukan hanya soal keterbatasan informasi, tetapi juga terkait hambatan teknis seperti jarak, jaringan internet, dan minimnya sarana pelayanan.
“Pelayanan adminduk itu fondasi pembangunan. Semua kebijakan daerah akan berjalan lebih tepat sasaran jika data kependudukannya akurat dan di-update,” tegasnya.
Dirinya juga mengapresiasi Disdukcapil Berau melakukan layanan jemput bola dan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Namun, inovasi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas serta kapasitas SDM, terutama di kampung dan kecamatan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.
“Perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif pemerintah kampung untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya dokumen kependudukan,” katanya.
“Dengan demikian, pelayanan tidak hanya bergantung pada kedatangan petugas, tetapi juga kesadaran masyarakat itu sendiri,” sambungnya.
Dengan dorongan legislatif serta komitmen OPD teknis, Nurung optimistis pelayanan kependudukan Berau akan semakin adaptif dan merata, hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, dari kota hingga pelosok. (adv)



