Kamis, Februari 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PDIP Desak Pengusutan Kekerasan terhadap Relawan Ganjar – Mahfud di Boyolali

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendesak agar pengusutan kekerasan terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali oleh oknum anggota TNI bisa berjalan dengan transparan dan mengungkap kebenaran.

Hasto juga menyatakan sepakat dengan Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, yang menyebut kekerasan terhadap relawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di Boyolali bukan kesalahpahaman, melainkan diduga memang ada penyerangan berdasarkan video yang beredar.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Andika Perkasa itu sudah senafas dengan kami karena kita melihat kebenaran pasti akan terungkap,” kata Hasto dalam konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (2/1/2024).

Sekretaris TKN Ganjar-Mahfud ini mengutuk apa yang terjadi di Boyolali dan kekerasan terhadap Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Muhandi Mawanto.

“Inilah yang kami kutuk. Demokrasi itu harus didasarkan pada nilai-nilai yang baik. Tetapi harus didasarkan pada kebenaran di dalam nurani itu,” ungkap Hasto.

Dia juga membahas soal sisi kemanusiaan dari sosok Ganjar Pranowo yang ditemani istrinya Siti Atikoh untuk menengok relawannya yang mengalami kekerasan tersebut.

Hasto pun berharap tidak ada kejadian serupa, terlebih pada Pemilu 2024 ini.

“Kami berharap hal itu menjadi pelajaran kita yang terbaik. Tidak boleh terjadi lagi aparat TNI-Polri, dan aparat Presiden. Negara harus, harus, haruslah netral, terlebih Panglima TNI dan Kapolri juga sudah menandatangani deklarasi damai pakta integritas terhadap satu kesatuan antara pernyataan dan perbuatan,” ungkap Hasto.

Pada kesempatan sama, Anggota Badan Bantuan Hukum dan Advokasi PDIP Paskaria Tombi mengatakan untuk kasus di Boyolali, pelaku penganiayaan telah ditahan.

Ia meminta proses hukum kasus itu berjalan transparan dan tuntas. “Kami meminta kepada Bapak Panglima TNI untuk dapat memproses hukum kepada para pelaku secara transparan,” ujarnya.

Paskaria juga menegaskan segala bentuk kekerasan sama sekali tidak dapat dibenarkan. “Kami percaya setiap kekerasan atas dasar apapun, itu tidak dapat dibenarkan,” kata Paskaria. (Ant/MK)

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Didik Kusbiantoro

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular