Pasien Stroke Harus Segera Ditangani, RSUD Bontang Siapkan Lima Langkah Darurat

BONTANG – Pasien yang menunjukkan gejala stroke harus segera mendapat pertolongan medis. Keterlambatan penanganan dapat memperbesar risiko kerusakan otak hingga kecacatan permanen. RSUD Taman Husada Bontang menyiapkan lima langkah penanganan darurat melalui sistem Green Channel untuk mempercepat pemeriksaan dan penanganan pasien sejak gejala pertama muncul.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengingatkan masyarakat agar mengenali gejala stroke dan memahami langkah penanganan darurat sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Melalui sistem penanganan Green Channel, RSUD Taman Husada Bontang menyosialisasikan lima langkah yang perlu dilakukan ketika menemukan seseorang dengan gejala stroke.

Langkah pertama, kenali gejala stroke menggunakan metode “SeGeRa Ke RS”. Gejalanya meliputi senyum tidak simetris atau wajah mencong, gerakan tangan atau kaki melemah secara tiba-tiba, bicara pelo, kebas, gangguan penglihatan atau rabun mendadak, serta sempoyongan atau kehilangan keseimbangan.

Langkah kedua, segera catat waktu munculnya gejala pertama. Keluarga atau pendamping pasien juga perlu mengetahui kapan terakhir kali pasien berada dalam kondisi normal.

“Misalnya, pasien terakhir terlihat sehat di pukul 08.15 Wita. Informasi tersebut sangat penting untuk disampaikan kepada tenaga medis, karena menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan stroke,” katanya, Sabtu (7/11/2026).

Langkah ketiga, segera hubungi Public Safety Center (PSC) atau Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada Bontang. Sampaikan bahwa terdapat pasien yang dicurigai mengalami stroke beserta waktu awal munculnya gejala.

Langkah keempat, lakukan evakuasi pasien secepatnya menuju rumah sakit. Masyarakat diminta tidak menunggu gejala menghilang dengan sendirinya karena stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Langkah kelima, pasien diarahkan melalui jalur Green Channel menuju IGD RSUD Taman Husada Bontang. Jalur ini ditujukan untuk mempercepat proses penanganan pasien, termasuk pemeriksaan CT Scan, guna membantu dokter menentukan jenis stroke dan terapi yang sesuai.

READ  Pasien Isolasi RSUD Bontang Dilarang Dibesuk, Pendamping Keluarga Dibatasi Satu Orang

“Kami juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, termasuk kader Posyandu di lingkungan setempat dalam mengenali, gejala awal dan membantu mempercepat proses rujukan pasien,” tambahnya.

Pasalnya, semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat, semakin besar peluang pemulihan dan semakin kecil risiko kecacatan. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img