Beranda blog Halaman 560

Menghubungkan Tradisi Lokal dengan Pasar Global: Kunjungan Pj Gubernur dan Muhammad Samsun ke Desa Lung Anai

BALIKPAPAN – Desa Lung Anai, sebuah desa budaya masyarakat adat Dayak di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi saksi lahirnya kolaborasi antara tradisi lokal dan peluang pasar internasional. Pada Minggu (24/11), rombongan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, yang didampingi Anggota DPRD Kaltim Muhammad Samsun, mengunjungi desa tersebut dalam rangka audiensi bersama PT Mutigo.

Perjalanan dimulai dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Tepat pukul 12.50 WITA, rombongan lepas landas dengan helikopter menuju Rumah Cokelat Lung Anai. Tempat ini menjadi pusat produksi kakao yang tidak hanya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk bersaing di pasar global.

Sesampainya di Lung Anai, Pj Gubernur dan Muhammad Samsun berdialog dengan masyarakat setempat dan para investor. Dalam audiensi tersebut, Samsun mengungkapkan apresiasinya terhadap produk cokelat lokal yang dihasilkan oleh masyarakat adat. “Cokelat mereka kualitasnya bagus. Ada juga industri pengolahan di sana yang berpotensi besar,” ujarnya.

Yang menarik, kunjungan ini juga melibatkan eksportir produk-produk Indonesia. Produk dari Desa Lung Anai, termasuk olahan cokelatnya, direncanakan akan diekspor ke negara-negara Eropa seperti Polandia, Swedia, dan Rusia. Langkah ini, menurut Samsun, menjadi peluang besar untuk menghubungkan hasil bumi masyarakat Dayak dengan pasar global.

Salah satu inovasi menarik adalah pemberian nama khusus untuk produk cokelat tersebut, yaitu “Cokelat LA,” yang merupakan singkatan dari Lung Anai. “Kami berharap ini bisa meningkatkan nilai produk, pendapatan industri cokelat, dan pada akhirnya mensejahterakan petani kakao di sana,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Pukul 15.59 WITA, rombongan kembali ke Balikpapan setelah kunjungan singkat namun penuh makna tersebut. (Adv)

Penulis: Hanafi

Bawaslu Kaltim Berharap Irma Kooperatif, Penuhi Panggilan Terkait Dugaan Politik Uang di Pilgub 2024

0

SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengusut dugaan politik uang yang mencuat di tengah masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Dugaan tersebut muncul setelah viralnya video pembagian uang di atas panggung kampanye pasangan calon (paslon) 01 di Balikpapan.

Bawaslu Kaltim telah melayangkan panggilan ketiga kepada salah satu tokoh kunci dalam kasus ini, Irma Suryani.

Sebelumnya, dua panggilan yang dikirimkan kepada Irma tidak mendapat respons.

Komisioner Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat, mengungkapkan bahwa panggilan ketiga dijadwalkan pada Selasa (26/11/2024) pukul 10.00 WITA.

“Kami berharap Ibu Irma kooperatif terhadap panggilan Bawaslu yang sebelumnya tidak direspons. Kami juga memberikan fleksibilitas, termasuk opsi untuk hadir melalui Zoom jika waktu yang dijadwalkan kurang memungkinkan,” kata Daini pada Senin (25/11/2024).

Selain Irma, Bawaslu juga telah memeriksa lima saksi yang dianggap relevan dengan insiden tersebut. Beberapa individu lain yang terekam berada di lokasi kejadian juga telah menerima panggilan kedua.

“Masih ada saksi-saksi lain yang menurut kami memiliki keterkaitan hukum. Kehadiran mereka penting untuk melengkapi proses penyelidikan,” jelas Daini.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat mengungkap detail kesaksian yang telah dikumpulkan karena penyelidikan masih berlangsung.

Jika panggilan ketiga kepada Irma kembali tidak direspons, Bawaslu akan melimpahkan proses selanjutnya ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Gakkumdu, yang melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan, memiliki kewenangan untuk menentukan kelanjutan proses hukum, termasuk kemungkinan penyelidikan lanjutan atau tahap penuntutan.

“Untuk pelanggaran pidana, Bawaslu hanya bertugas mengumpulkan bukti dan melakukan klarifikasi awal. Keputusan lanjutan menjadi kewenangan Gakkumdu,” tambah Daini.

Dengan waktu pemilu yang semakin dekat, Bawaslu Kaltim menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan dugaan kasus ini secara tuntas.

“Ruang klarifikasi ini penting untuk memberikan hak kepada pihak terduga dalam memberikan penjelasan,” tutup Daini. (Adv)

Penulis: Hanafi

Peresmian GKII Linggang Kebut Dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim

KUTAI BARAT – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri peresmian Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Linggang Kebut di Kecamatan Linggang Bigung, Kutai Barat, pada Sabtu (23/11/2024). Acara ini berlangsung khidmat di halaman GKII Linggang Kebut dan dihadiri sejumlah tokoh daerah serta jemaat setempat.

Selain Ekti Imanuel, hadir pula Camat Linggang Bigung Kristian, Kepala Kampung Linggang Kebut Antonius, serta Ketua Daerah GKII Mahakam Kutai Barat.

Jemaat Kanaan juga turut memadati acara peresmian ini, menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ekti Imanuel mengapresiasi berdirinya GKII Linggang Kebut sebagai wujud nyata semangat keberagaman di Kabupaten Kutai Barat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan rumah ibadah sebagai sarana untuk meningkatkan kenyamanan beribadah masyarakat.

“Kami mendukung pembangunan rumah ibadah karena ini untuk kenyamanan umat. Dengan keberagaman yang terjaga, keamanan daerah pun terjamin,” ucapnya.

Ekti juga mengajak umat Kristiani untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan memberikan ide-ide dan bekerja sama dengan pemerintah.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai keimanan kepada generasi muda.

Dengan berdirinya GKII Linggang Kebut, masyarakat Linggang Bigung berharap dapat terus mempererat persatuan dan menciptakan harmoni di tengah keberagaman.

“Mari kita jaga anak-anak kita dan tanamkan nilai-nilai keimanan, karena mereka adalah generasi handal yang akan memimpin pembangunan Kabupaten Kutai Barat di masa depan,” tambahnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Kritik Samsun: Limbah Batu Bara Penyebab Utama Pencemaran Sungai di Kaltim

SAMARINDA – Pencemaran sungai di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan, terutama akibat limbah batu bara yang berasal dari aktivitas pengupasan lahan tambang. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Samsun, Anggota DPRD Kaltim, yang menyoroti dampak besar industri batu bara terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Limbah batu bara ada karena pengupasan lahan,” ujar Samsun. Ia menegaskan bahwa dampak pencemaran ini sangat dirasakan oleh nelayan setempat, yang mengeluhkan penurunan kualitas air dan hasil tangkapan mereka.

Menurut Samsun, perusahaan tambang harus lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan eksplorasi mereka. “Perusahaan yang menggali sumber daya alam kita harus memperhatikan dampak lingkungan,” tegasnya.

Samsun juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang dibiarkan meskipun kecil, berpotensi menjadi masalah besar di masa depan. Oleh karena itu, ia mendorong semua pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat, untuk bekerja sama menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan bersama.

“Kita harus menjaga lingkungan dengan baik-baik. Jika dibiarkan, kerusakan ini tidak hanya merugikan nelayan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar tambang,” tambahnya.

Anggota DPRD dari PDI-P tersebut menekankan bahwa keberlanjutan sumber daya alam sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim. Ia berharap langkah konkret segera diambil untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.

“Harapannya, perusahaan tambang tidak hanya fokus menggali potensi alam tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tutup Samsun.

Masalah pencemaran sungai di Kaltim ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. (Adv)

Penulis: Hanafi

Fokus Pemilu Kaltim 2024: Jahidin Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

SAMARINDA – Sebentar lagi, Kaltim akan menghadapi pesta demokrasi serentak pada 27 November 2024. Selain memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2024-2029, masyarakat juga akan menentukan pemimpin di tingkat kabupaten/kota, yaitu Walikota dan Bupati beserta wakilnya.

Dalam suasana politik yang kian memanas, Anggota DPRD Kaltim Jahidin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat.

“Pemilu adalah momentum untuk menunjukkan kedewasaan politik. Mari kita hargai perbedaan, tetap bersatu, dan menjaga kondusivitas,” ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Jahidin menekankan bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana pemilu yang aman dan damai.

Menurutnya, semangat kebersamaan harus menjadi prioritas, apapun hasil pemilu nantinya.

“Kita semua adalah bagian dari masyarakat Kaltim yang ingin daerah ini maju dan berkembang. Untuk itu, mari kita bersikap bijak, saling menghormati, dan menjaga keamanan,” katanya.

Selain menyerukan persatuan, Jahidin juga mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka secara aktif.

Ia mengingatkan pentingnya memilih berdasarkan informasi yang benar dan menghindari berita yang berpotensi memecah belah.

“Masyarakat perlu mencari informasi dari sumber yang kredibel, memahami isu-isu penting, dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat merusak persatuan,” tambahnya.

Jahidin juga mengimbau warga untuk terlibat dalam menjaga ketertiban selama pemilu berlangsung.

Ia menekankan bahwa proses demokrasi akan berjalan lancar jika keamanan menjadi prioritas bersama.

Pesan Jahidin ini menjadi pengingat bahwa pemilu bukan sekadar soal memilih pemimpin, tetapi juga momen untuk memperkokoh persatuan dalam keberagaman masyarakat Kaltim.

“Dengan menjaga suasana damai dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu negatif, kita bisa memastikan pemilu ini menjadi pesta demokrasi yang bermartabat,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Gebyar Taat Pajak 2024, DPRD Kaltim Apresiasi Kesadaran Wajib Pajak Gebyar Taat Pajak Tahun 2024.(IG)

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Subandi, menghadiri acara Gebyar Taat Pajak Tahun 2024 yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, pada Jumat (22/11). Dalam kegiatan ini, dilakukan penyegelan data wajib pajak kendaraan bermotor serta pengundian hadiah bagi 1.250 wajib pajak yang taat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

Dalam sambutannya, Subandi menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bentuk apresiasi kepada para wajib pajak. “Acara ini memotivasi masyarakat untuk konsisten membayar pajak tepat waktu,” ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurut Subandi, pajak kendaraan bermotor menyumbang porsi signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur, menempati posisi kedua sebagai sektor penyumbang terbesar. “Tertibnya pembayaran pajak berkontribusi langsung pada peningkatan PAD yang nantinya dimanfaatkan untuk masyarakat Kaltim,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Ia berharap acara ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih disiplin membayar pajak kendaraan mereka. “Kami bersama DPRD akan terus mendorong agar dana yang terkumpul dapat dialokasikan ke program-program nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Akmal.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati, melaporkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Kaltim mencapai 3.340.199 unit, terdiri dari 563.669 unit kendaraan roda empat dan 2.776.530 unit kendaraan roda dua. Dari total 1.250 pemenang undian, Samarinda menjadi kota dengan jumlah pemenang terbanyak, yakni 337 orang, diikuti Balikpapan dengan 287 orang, dan Kutai Kartanegara sebanyak 213 orang.

“Penentuan jumlah pemenang di setiap kabupaten/kota didasarkan pada persentase jumlah kendaraan aktif membayar pajak sejak 2023,” jelas Ismiati.

Melalui acara ini, pemerintah berharap masyarakat Kaltim semakin sadar akan pentingnya pajak sebagai bagian dari kewajiban yang mendukung pembangunan daerah. Subandi mengimbau seluruh masyarakat untuk taat pajak demi keberlanjutan manfaat bagi semua. “Bayar pajak tepat waktu adalah kewajiban kita, hasilnya akan kembali dalam bentuk fasilitas dan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Peningkatan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Ananda Emira Moeis di Hari Guru Nasional

SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyerukan perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, 25 November. Menurutnya, guru memiliki peran krusial dalam membentuk generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Guru adalah pilar utama dalam menciptakan generasi yang sukses. Dorongan motivasi dan ilmu yang mereka berikan sangat berharga, terutama dalam masyarakat Kaltim yang majemuk,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Nanda, sapaan akrabnya, mendorong pemerintah untuk memberikan apresiasi nyata kepada para guru di Kaltim.

Ia mengusulkan peningkatan insentif finansial, pengembangan profesional, dan pengakuan publik untuk meningkatkan taraf hidup para guru.

Pentingnya pendidikan berkualitas di Kaltim juga ditekankan Nanda, mengingat provinsi ini sedang bersiap menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menyoroti kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang memadai, pelatihan guru yang optimal, dan kurikulum berbasis kearifan lokal sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“Peningkatan fasilitas pendidikan, pelatihan guru yang lebih baik, dan kurikulum relevan harus menjadi prioritas. Terlebih, Kaltim memiliki peluang besar sebagai IKN untuk menciptakan generasi yang unggul,” jelasnya.

Selain itu, pemerataan akses pendidikan di daerah pedesaan dan terpencil menjadi perhatian khusus Nanda.

Ia meminta agar tidak ada diskriminasi dalam penyediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar di Kaltim.

“Anak-anak di kota maupun desa harus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah perlu memastikan hal ini terwujud,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemberian insentif lebih besar bagi guru yang bertugas di daerah terpencil.

Langkah ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kaltim.

Nanda berharap, kesejahteraan yang lebih baik bagi para guru akan memotivasi mereka untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mendidik generasi muda.

“Selamat Hari Guru Nasional. Semoga Kaltim terus maju melalui peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Kurang Maksimal, Kapal Pengangkut Sampah di Pulau Derawan Perlu Ditingkatkan

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Saga, soroti kapal pengangkut sampah di Pulau Derawan yang tidak dapat mengangkut sampah dengan maksimal.

Dikatakan Saga, kapal pengangkut sampah tersebut tidak dapat mengangkut sampah dengan maksimal dikarenakan kapasitas muatan kapal yang kecil, yaitu 3 ton. Sedangkan untuk Pulau Derawan sendiri, perharinya mampu menghasilkan sampah hingga 3 ton lebih.

“Di Derawan itu paling tidak sehari sudah 3 ton, malahan mungkin tidak sampai satu hari sudah 3 ton,” ujar Saga, Senin (25/11/2024).

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat lebih meningkatkan lagi kapasitas muatan kapal pengangkut sampah tersebut.

“Untuk daya angkutnya, yang sebelumnya hanya 3 ton kalau bisa ditingkatkan menjadi 10 ton,” harapnya.

Dirinya ingin, kapal pengangkut sampah tersebut mampu mengangkut keseluruhan sampah yang ada di Pulau Derawan dalam satu kali beroperasi.

Menurutnya, OPD terkait khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau dapat mengkaji terkait berapa banyak volume sampah yang dihasilkan perhari maupun perminggu di Kecamatan Pulau Derawan.

“Sehingga membuat transportasi angkutan itu bisa disesuaikan dengan volume sampah,” ucapnya.

Adapun untuk sumber daya manusia (SDM) pengangkut sampah tersebut, Saga mengimbau kepada DLHK Berau untuk dapat merekrut personil yang mempunyai kemampuan dan keinginan dalam bekerja.

“Penanganan sampah ini harus kita seriusi. Penempatan orang-orang yang menangani sampah itu juga harus mempunyai kemampuan untuk bekerja,” pungkasnya. (ADV/KN)

Lewi Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Ketahanan Pangan di Pesisir

TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Frans Lewi mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan khususnya di daerah pesisir Kabupaten Berau.

Lewi mengatakan bahwa ketahanan pangan di wilayah pesisir sangat penting untuk menunjang kesejahteraan masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor perikanan dan perkebunan.

“Kalau ketahanan pangan secara umum harus masuk semua kesana, karena di wilayah pesisir itu hanya perikanan dan perkebunan saja,” ujarnya, Senin (25/11/2024).

Menurutnya, wilayah pesisir Berau tidak memiliki sekor pertanian maupun lahan untuk memproduksi beras seperti di Kecamatan Buyung-Buyung. Sehingga ia meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat memenuhi ketersediaan pangan khususnya di wilayah pesisir.

“Untuk di wilayah pesisir saya rasa harus disuplai semua kesana,” ucapnya.

Selain itu, kata Lewi, perubahan iklim juga membuat ketahanan pangan di wilayah pesisir tidak maksimal. Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan hasil produksi laut menurun dan berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Untuk bisa mengantisipasi itu saya rasa berat karena memang pengaruh cuaca dan iklim,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah pesisir, baik di sektor perikanan maupun perkebunan.

“Apa yang dibutuhkan masyarakat misalnya di sektor perikanan, pertanian dan sebagainya kami akan terus mendorong itu,” pungkasnya. (ADV/KN)

Jelang Nataru Sumadi Minta Diskoperindag Lakukan Monitoring Bahan Pokok

TANJUNG REDEB – Wakil ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Sumadi meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau melakukan monitoring terkait harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dikatakan Sumadi, monitoring terhadap bahan pokok sangat perlu dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tersebut tetap aman. Sebab, menjelang Nataru sangat berpotensi terjadinya inflasi akibat tingginya permintaan bahan pokok di pasar.

“Kami harap Diskoperindag selalu memantau aktivitas perdagangan. Stoknya harus dipastikan aman,” ujarnya, Senin (25/11/2024).

Kemudian, dirinya juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pemantauan secara langsung distribusi bahan pokok disejumlah pemasok bahan pokok di Bumi Batiwakkal.

“Harus terjun langsung untuk pantau distribusi bahan pokok dilapangan. Baik di pasar maupun distributor yang memasok kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Hal tersebut, kata dia, guna memastikan ketersediaan bahan pokok tersedia untuk masyarakat. Tak hanya itu, monitoring tersebut juga untuk mengontrol kestabilan harga bahan pokok di Bumi Batiwakkal.

“Terutama di Bulog ya. Supaya tidak ada penduduk yang kekurangan bahan-bahan pangan dan juga harganya dipastikan terkontrol jangan terlalu tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumadi juga mengimbau kepada OPD terkait untuk rutin melihat situasi dilapangan. Pasalnya, tidak sedikit pedagang atau distributor nakal yang melakukan penimbunan bahan pokok yang membuat harga di pasaran melambung tinggi.

“Harus ada pengawasan ketat dari OPD. Jangan sampai pedagang hanya mementingkan dirinya sendiri. Kami tidak ingin ada masyarakat yang mengeluh soal langkanya bahan pokok di pasar,” pungkasnya. (ADV/KN)