Beranda blog Halaman 549

Otorita IKN Didukung Terlibat Dalam Ketahanan Pangan Lokal Kaltim

SAMARINDA — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, mendorong Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri di Kaltim.

Menurutnya, keberadaan IKN yang kelak dihuni oleh sedikitnya 2 juta orang harus diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup.

“Setiap hari, kebutuhan makanan di IKN akan sangat besar. Oleh karena itu, penting bagi Otorita IKN untuk mengoptimalkan sumber daya lokal dan bekerja sama dengan kabupaten/kota di sekitar Kaltim,” ungkap Sarkowi.

Ia menambahkan bahwa secara birokrasi, posisi OIKN yang dekat dengan Pemerintah Pusat menjadi keunggulan tersendiri.

“OIKN bisa memaksimalkan anggaran Pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, sehingga Kaltim tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Sarkowi juga mendukung langkah Otorita IKN untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat, terutama para petani di daerah.

“Melibatkan petani lokal dalam memetakan kebutuhan dan potensi pangan di setiap wilayah adalah langkah strategis yang harus segera dilakukan,” jelasnya.

Meski IKN diprediksi baru akan beroperasi penuh pada 2029, Sarkowi menilai upaya penguatan ketahanan pangan harus dimulai sejak dini.

Kehadiran IKN diyakini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga membawa dampak positif pada sektor pangan dan pertanian di Kalimantan Timur.

“Jika disiapkan dengan baik mulai sekarang, saat seluruh kantor di IKN mulai beroperasi, kebutuhan pangan sudah dapat terpenuhi dengan stok lokal,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi
Editor:

IKN Jadi Momentum Kaltim Wujudkan Kemandirian Pangan

SAMARINDA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang sekaligus tantangan baru dalam sektor pangan. Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyoroti pentingnya pengembangan sektor pangan mandiri untuk mendukung kebutuhan IKN dan masyarakat sekitar.

Menurut Sarkowi, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah perlu segera diatasi. Ia menegaskan, keberadaan IKN harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.

“Kaltim harus mampu menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri, dengan kontribusi dari kabupaten dan kota. Untuk itu, koordinasi antara Otorita IKN dan pemerintah daerah sangat diperlukan,” jelas Sarkowi.

Sinergi Antar Daerah dan Otorita IKN

Sarkowi mendorong pemerintah daerah dan Otorita IKN untuk bekerja sama dalam memetakan potensi pangan di Kaltim.

Ia percaya setiap kabupaten dan kota memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh.

“Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus proaktif mempersiapkan pasokan pangan lokal. Potensi setiap daerah perlu dikembangkan dan ditawarkan kepada Otorita IKN,” katanya.

Lebih lanjut, Sarkowi menyarankan agar Otorita IKN terjun langsung ke daerah-daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan dan potensi pangan.

“Dengan pendekatan ini, pemetaan kebutuhan pangan di setiap wilayah akan lebih efektif, sehingga mendukung program pembangunan IKN secara menyeluruh,” tambahnya.

Kemandirian Pangan dalam Pembangunan IKN

Sarkowi juga menekankan bahwa aspirasi masyarakat yang dihimpun dari kabupaten dan kota dapat menjadi bahan diskusi penting dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Setiap Musrenbang pasti memiliki poin strategis terkait pembangunan IKN. Dengan sinergi yang baik, sektor pangan dapat menjadi prioritas untuk mendukung pertumbuhan wilayah sekitar IKN,” ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Sarkowi optimis bahwa kehadiran IKN akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pangan di Kaltim.

Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, Otorita IKN, dan masyarakat, kemandirian pangan dapat diwujudkan demi mendukung kebutuhan IKN dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Ini adalah peluang besar bagi Kaltim untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi penyangga IKN, terutama dalam sektor pangan,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Hari Guru Nasional: Sapto Setyo Pramono Serukan Perlindungan dan Kesejahteraan Guru

SAMARINDA – Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Kamis (28/11/2024) menjadi momen refleksi penting bagi para pendidik. Dalam acara ini, anggota Komisi II DPRD Kaltim, Ir. Sapto Setyo Pramono, menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi guru, mulai dari kriminalisasi hingga kesejahteraan tenaga pendidik.

Sapto mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus kriminalisasi guru, terutama di tingkat SD dan SMP. Ia menilai bahwa tindakan disiplin seperti memberikan teguran kepada siswa tidak seharusnya dianggap sebagai pelanggaran hukum.

“Saya tidak nyaman melihat guru sedikit-sedikit dilaporkan hanya karena tindakan mendidik, seperti jeweran atau cubitan. Hal itu bagian dari teguran yang mendidik, bukan pelanggaran,” tegas Sapto.

Soroti Kesejahteraan Guru

Selain isu kriminalisasi, Sapto juga menekankan pentingnya kesejahteraan guru, terutama tenaga honorer. Ia berjanji akan melakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada guru yang terabaikan, baik dari sisi status maupun kesejahteraan.

“Masih ada tenaga honorer yang kondisinya memprihatinkan. Kami akan cek dan evaluasi di mana mereka ditempatkan. Jangan sampai para pendidik kita jauh dari kesejahteraan,” ungkapnya.

Harapan untuk Guru

Dalam penutupnya, Sapto mengapresiasi pengabdian para guru yang terus mendidik dengan penuh keikhlasan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia menyerukan agar profesi guru lebih dihormati dan didukung, mengingat perannya yang sangat besar dalam membangun generasi penerus bangsa.

Acara Hari Guru Nasional ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung profesi guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa.

“Selamat Hari Guru untuk semua pendidik. Semoga tetap ikhlas dan teguh dalam mendidik anak-anak kita demi masa depan Indonesia,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Sapto Dorong Penguatan Peran Kontraktor Lokal di Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menilai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2023 sebagai langkah awal yang strategis untuk memperkuat keterlibatan kontraktor lokal dalam proyek pembangunan di wilayah Kaltim. Namun, ia juga menekankan pentingnya penguatan regulasi tersebut melalui peningkatan statusnya menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Pergub ini merupakan fondasi yang sangat penting, tetapi agar lebih kuat secara hukum, perlu ditingkatkan menjadi Perda. Dengan begitu, akan ada jaminan keberlanjutan dan implementasi yang lebih efektif,” ujar Sapto saat diwawancarai Koran Nusantara.

Mendorong Kolaborasi Lokal-Nasional

Sapto menjelaskan bahwa Pergub ini bertujuan untuk memperjelas mekanisme kerja sama antara kontraktor lokal dan nasional.

Salah satu skema yang ia soroti adalah Kerja Sama Operasi (KSO) atau Joint Operation (JO), yang memungkinkan kontraktor lokal mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kompetensi melalui kolaborasi dengan kontraktor nasional.

“Melalui KSO, kontraktor lokal tidak hanya ikut serta dalam proyek besar, tetapi juga mendapatkan transfer pengetahuan dan keterampilan yang akan meningkatkan daya saing mereka,” jelasnya.

Fokus pada Peningkatan SDM

Lebih jauh, Sapto menegaskan bahwa keberhasilan Pergub ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor jasa konstruksi.

Ia mengusulkan pelatihan dan sertifikasi sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha jasa konstruksi lokal.

“Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap terjun ke dunia konstruksi. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha perlu diperkuat,” tambahnya.

Harapan untuk Transformasi Jasa Konstruksi

Sapto berharap penerapan Pergub Nomor 46 Tahun 2023 dapat menjadi momentum transformasi bagi sektor jasa konstruksi di Kaltim.

Ia menekankan perlunya regulasi yang inklusif dan program pengembangan SDM yang berkelanjutan agar kontraktor lokal mampu lebih kompetitif dan berkontribusi secara optimal pada pembangunan daerah.

“Ini adalah peluang emas bagi kontraktor lokal untuk menunjukkan kapasitas mereka dalam mendukung pembangunan, termasuk proyek strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN),” tutup Sapto. (Adv)

Penulis: Hanafi

Peningkatan SDM, Kunci Kemajuan Kaltim di Masa Depan

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai landasan pembangunan daerah.

Menurut Ketua Fraksi PKB ini, pengembangan SDM tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga berperan besar dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Ketika kita berbicara tentang SDM, itu berarti berbicara tentang kualitas hidup masyarakat. SDM yang baik akan mendorong produktivitas dan daya saing, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan,” ujar Damayanti minggu lalu.

Pendidikan, lanjutnya, menjadi pilar utama dalam membangun SDM yang berkualitas. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan di Kaltim masih menghadapi tantangan besar, seperti ketimpangan jumlah sekolah antarwilayah, fasilitas belajar yang belum memadai, hingga kesejahteraan tenaga pendidik yang masih memerlukan perhatian.

Pendidikan Sebagai Fondasi

Damayanti menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek formal, tetapi juga mencakup pendidikan nonformal dan informal yang sama pentingnya dalam membangun karakter dan keterampilan masyarakat. Ia menyoroti perlunya pembenahan infrastruktur pendidikan, penyediaan akses yang lebih merata, serta pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

“Di era saat ini, pendidikan tidak hanya soal sekolah. Program pelatihan kerja, sertifikasi, dan pendidikan berbasis teknologi juga harus diperkuat untuk menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang,” katanya.

Peran Pemerintah dan Masyarakat

Sebagai legislator, Damayanti berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang mendukung pengembangan SDM. Ia mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam menyusun program-program pelatihan, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang juga berpengaruh pada SDM.

Namun, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. “Pengembangan SDM tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan, harus terlibat. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sinergi untuk Masa Depan

Damayanti juga melihat momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas SDM Kaltim. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja berkualitas untuk mendukung proyek tersebut harus dimanfaatkan sebagai motivasi untuk berinvestasi lebih banyak dalam pendidikan dan pelatihan.

“Jika kita ingin masyarakat Kaltim menjadi bagian dari pembangunan IKN, kita harus mempersiapkan SDM yang mampu bersaing, memiliki keterampilan, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan SDM dapat menjadi prioritas utama pemerintah daerah, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga sebagai visi jangka panjang untuk menciptakan Kaltim yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. (ADV)

Penulis: Hanafi

Fokus pada Kebutuhan Dasar, Damayanti Dorong Perbaikan Sektor Strategis di Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat di parlemen tidak lain adalah untuk mengakomodir aspirasi rakyat yang sebagian besar berpusat pada kebutuhan dasar.

“Kebutuhan dasar masyarakat itu sangat luas, meliputi pendidikan, kesehatan, air bersih, pangan, perumahan, dan berbagai aspek lainnya. Ini yang harus terus diperjuangkan,” ujar Damayanti.

Ia menjelaskan, jika sektor pangan dijadikan contoh, maka cakupannya pun sangat beragam, termasuk subsektor tanaman pangan, hortikultura, perikanan, kelautan, dan peternakan. Setiap subsektor ini, menurut Damayanti, memiliki tantangan tersendiri mulai dari ketersediaan lahan, sarana produksi, hingga pengelolaan hulu dan hilir.

Selain itu, Damayanti juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ia menyebut bahwa peningkatan kualitas SDM memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, khususnya dalam menciptakan daya saing tinggi.

“Pendidikan menjadi salah satu ujung tombak peningkatan SDM. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti minimnya jumlah sekolah, kurangnya fasilitas penunjang, dan kesejahteraan tenaga pendidik yang perlu diperhatikan,” tambahnya.

Ia berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap perbaikan sektor pendidikan, terutama di Kalimantan Timur. Menurut Damayanti, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak langsung pada peningkatan SDM yang pada akhirnya membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Damayanti mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mendukung perbaikan di berbagai sektor kebutuhan dasar demi kemajuan Kalimantan Timur. (Adv)

Penulis: Hanafi

Mensos Sebut Wacana Ojol Tak Dapat BBM Bersubsidi Masih Simulasi

0

JAKARTA – Menteri Sosial RI Saefullah Yusuf menyatakan wacana pengemudi ojek online (ojol) tidak masuk kriteria penerima subsidi BBM tepat sasaran untuk pembelian pertalite masih simulasi atau belum diputuskan.

“Itu masih simulasi. Semua masih simulasi. Jadi itu masih diskusi, masih simulasi, belum diputuskan. Jadi tunggu saja,” ujar Mensos di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengisyaratkan untuk tidak memasukkan pengemudi ojol dalam daftar penerima subsidi BBM tepat sasaran.

Hal itu dikarenakan, menurut dia, kendaraan yang digunakan para pengemudi ojol untuk usaha, sementara subsidi BBM tepat sasaran yang disasar pemerintah ditekankan untuk penggunaan transportasi publik.

Menanggapi hal tersebut, Kemensos masih menunggu keputusan dan nantinya akan menjadi pedoman bagi mereka untuk melakukan langkah lanjutan.

“Jadi nanti seperti apa tentu, keputusan itulah yang akan menjadi pedoman kita selanjutnya. Jadi apa yang disampaikan Pak ESDM itu baru simulasi,” kata Mensos.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menegaskan bahwa empat juta pengemudi ojol bakal turun berunjuk rasa ke jalan apabila bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mereka dicabut.

“Jika sampai ojol tidak dapat menerima atau mengisi BBM bersubsidi nanti, maka pastinya akan terjadi gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Indonesia untuk memprotes keputusan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ini,” kata Igun.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan terkait skema pengemudi ojol yang tidak masuk kriteria penerima subsidi BBM tepat sasaran untuk pembelian pertalite bukan merupakan keputusan akhir.

Dikatakan Bahlil, hingga saat ini pihaknya masih menggodok formulasi subsidi energi untuk BBM dan listrik agar lebih tepat sasaran.

“Belum ada keputusan final,” ujar Menteri Bahlil. (ANT/KN)

Pembangunan IKN Akan Dilanjutkan pada Penyelesaian Pusat Pemerintahan

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur akan dilanjutkan dengan fokus pada penyelesaian pusat pemerintahan.

AHY menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penyelesaian pusat pemerintahan sebagai prioritas dalam pembangunan IKN.

“IKN juga banyak yang bertanya apakah akan dilanjutkan? Pak Presiden Prabowo sudah menyampaikan dengan jelas bahwa akan melanjutkan pembangunan IKN. Tetapi, akan lebih difokuskan pada penyelesaian pusat pemerintahan,” kata AHY dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2024 di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

AHY mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sudah menyatakan bahwa pembangunan IKN akan tetap berjalan, difokuskan pada pengembangan pusat pemerintahan meliputi fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Jadi (penyelesaian pembangunan) IKN itu lebih pada central for government, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Jadi, itu yang kita akan fokuskan terlebih dahulu,” ujar AHY.

Menurut AHY, meskipun pembangunan IKN dilanjutkan, anggaran yang terbatas menjadi tantangan besar dalam proyek tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri guna mendanai berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan IKN.

“Karena, memang anggaran juga harus kita bagi-bagi ke sektor yang lain. Ini kan selalu dihadapkan pada limit keterbatasan fiskal kita, itulah mengapa kita berupaya untuk menarik investasi dari berbagai sumber dalam maupun luar negeri untuk berbagai proyek infrastruktur,” ucap AHY.

AHY juga berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dapat berperan penting dalam pembangunan ini. Selain sebagai mitra strategis pemerintah, dapat menghubungkan sektor swasta, baik pengusaha besar maupun UMKM, untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN.

“Saya berharap teman-teman Kadin, selain sebagai mitra strategis pemerintah, tapi fungsi kedua sebagai wadah asosiasi dari para pengusaha baik papan atas sampai dengan pengusaha UMKM, mari kita libatkan semua dalam pembangunan infrastruktur,” tutur AHY.

Dia juga mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan otorita IKN untuk merapikan perencanaan pembangunan pusat pemerintahan, termasuk fasilitas untuk legislatif dan yudikatif di IKN.

“Nanti kita bekerja sama, berkoordinasi ketat dengan Otorita IKN, Pak Basuki (Ketua OIKN) misalnya di sana yang juga kita sama-sama sedang merapikan untuk perencanaan pembangunan center for legislative untuk parlemen dan juga untuk yudikatif,” kata AHY. (ANT/KN)

Ditjen Imigrasi Mulai Terapkan E-Paspor 100 Persen secara Bertahap

0

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen Imigrasi) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, beranjak menuju babak baru sistem Imigrasi Indonesia dengan menerapkan penerbitan paspor elektronik (e-paspor) 100 persen secara bertahap, terhitung mulai 1 Desember 2024.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi Saffar M. Godam menjelaskan penerbitan e-paspor tersebut dimulai dari 13 kantor Imigrasi yang dijadikan sebagai percontohan. Nantinya, seluruh kantor Imigrasi di Indonesia menyusul menerapkan kebijakan tersebut.

“Per 1 Desember 2024, seluruh warga negara Indonesia yang mengajukan permohonan paspor di 13 kantor Imigrasi yang ditunjuk akan secara otomatis mendapatkan paspor elektronik. Ke depannya, kita rencanakan akan diimplementasikan ke seluruh kantor imigrasi di Indonesia,” kata Godam dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Daftar kantor imigrasi yang dijadikan percontohan penerbitan e-paspor 100 persen, yaitu Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Medan, dan Kantor Imigrasi Batam.

Kemudian, Kantor Imigrasi Makassar, Kantor Imigrasi Tangerang, Kantor Imigrasi Surabaya, Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Jakarta Utara, serta Kantor Imigrasi Tanjung Priok.

Godam menjelaskan paspor elektronik atau e-paspor merupakan dokumen perjalanan yang dilengkapi dengan cip elektronik yang berisi data biometrik pemegang paspor, seperti foto wajah dan sidik jari.

Data-data tersebut dienkripsi dengan teknologi keamanan tinggi, sehingga sangat sulit untuk dipalsukan. Selain itu, e-paspor juga dilengkapi dengan fitur keamanan lainnya, seperti tinta khusus dan hologram yang sulit ditiru.

Salah satu keunggulan e-paspor, yaitu keamanan lebih tinggi yang meminimalisasi risiko penyalahgunaan serta memungkinkan proses imigrasi yang lebih cepat, terutama di sejumlah negara yang telah mengadopsi sistem pemeriksaan paspor otomatis menggunakan pembaca cip.

Tidak hanya itu, kata Godam, e-paspor telah menjadi standar internasional dalam dokumen perjalanan. Ia mengatakan hampir seluruh negara di dunia telah menggunakan e-paspor sebagai dokumen perjalanan negara yang sah.

Oleh karena itu, Plt. Dirjen Imigrasi meyakini implementasi penerbitan e-paspor 100 persen merupakan upaya dari sisi keimigrasian untuk memperkuat paspor Republik Indonesia.

“Penggunaan kombinasi fitur pengaman, bahan baku, dan teknik terbaru lainnya sesuai standar internasional menjadi perhatian utama untuk memastikan bahwa paspor dapat terlindungi selama digunakan untuk melakukan perlintasan antarnegara,” ucap Godam. (ANT/KN)

Menaker : Penetapan UMP Ditarget Rampung sebelum 25 Desember 2024

0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), termasuk Upah Minimum Sektoral (UMSK), ditargetkan rampung sebelum 25 Desember 2024.

“Kami sedang buat timelinenya. Kami kejarkan sebenarnya sesudah ini, Gubernur menetapkan UMP, kemudian UMK dan termasuk Upah Minimum Sektoral. Itu target kami sih timelinenya kemarin di internal, sebelum 25 Desember,” kata Yassierli di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/11/2024) lalu.

Menaker mengharapkan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk provinsi, kota, dan kabupaten untuk mendukung kebijakan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengadakan sosialisasi untuk memastikan semua pihak memahami kebijakan yang sedang dijalankan, mengingat kondisi tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Terkait persetujuan kenaikan upah sebesar 6,5 persen yang telah diputuskan Presiden, Menaker menegaskan bahwa pemerintah berharap semua pihak, termasuk buruh dan pengusaha, dapat memahami keputusan ini sebagai langkah terbaik untuk bangsa.

“Kita hopefully ya. Dan saya yakin insyaallah kalau kita berpikir ini adalah untuk bangsa. Kami pemerintah sedang melakukan yang terbaik,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan rata-rata upah minimum nasional sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025, berdasarkan hasil keputusan melalui rapat terbatas bersama pihak terkait, Jumat sore.

“Kita ambil keputusan untuk menaikkan rata-rata upah minimum nasional pada tahun 2025 sebesar 6,5 persen,” kata Presiden dalam pengumumannya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Keputusan itu diambil setelah rapat terbatas yang membahas upah minimum sebagai jaringan pengaman sosial penting bagi pekerja, terutama yang bekerja kurang dari 12 bulan.

Sebagai tindak lanjut atas keputusan itu, Kemenaker tengah mengupayakan diterbitkannya peraturan menteri ketenagakerjaan yang mengatur hal itu, paling lambat terbit pada pekan depan. (ANT/KN)