Beranda blog Halaman 457

Presiden Prabowo Tanggapi Kenaikan Tarif Impor AS: Indonesia Tenang, Kita Akan Berunding

0

MAJALENGKA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah akan merespons kenaikan tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia dengan sikap tenang dan mengedepankan jalur diplomasi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyadari bahwa kondisi global saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk perang dagang antara negara-negara besar yang turut berdampak pada Indonesia.

“Kita juga kena imbasnya, tapi kita tenang. Kita punya kekuatan. Kita akan berunding dengan semua negara, termasuk Amerika,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia menginginkan hubungan internasional yang adil dan setara.

“Kita ingin hubungan yang baik, yang adil, yang setara. Tidak masalah dengan prinsip resiprokal. Kita hormati kepentingan mereka, tapi kita juga akan menjaga kepentingan rakyat kita,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk tetap percaya diri dan tidak panik menghadapi tantangan global.

“Kalau ada tantangan, kita hadapi dengan gagah dan tegar. Kita yakin bisa bangkit dengan baik,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah memberlakukan kenaikan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk dari Indonesia, termasuk kopi dan komoditas lainnya. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya AS untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dan melindungi industri domestik mereka.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Indonesia memilih tidak melakukan tindakan balasan, melainkan mengedepankan diplomasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Washington untuk membahas kebijakan ini dan mencari solusi terbaik bagi kedua negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus Susanto

Lakukan Transformasi, Pertanian Jadi Arah Baru Pembangunan Kecamatan Sangasanga

TENGGARONG – Setelah lama dikenal sebagai kawasan tambang, Kecamatan Sangasanga di Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah mengukir babak baru. Wilayah yang dulunya lekat dengan aktivitas pertambangan kini mulai menumbuhkan harapan baru dari sektor pertanian.

Transformasi ini tak datang tiba-tiba, dibawah kepemimpinan Camat Dachriansyah, Sangasanga mulai serius membangun sektor pangan sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah. Dengan potensi lahan seluas 200 hektare, hasil panen padi di kecamatan ini mampu mencapai rata-rata 3 ton per hektare sekali musim.

“Meski baru sekitar 10 persen warga yang menggantungkan hidup dari bertani, potensi hasilnya cukup menjanjikan. Ini arah baru yang sedang kami pacu,” ungkap Dachriansyah, Senin (7/4/2025).

Perubahan ini tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang terus mendorong pengembangan pertanian sebagai bagian dari visi menjadikan Kukar lumbung pangan Kalimantan Timur (Kaltim).

Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, pemerintah menyalurkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit padi unggul, hingga pupuk bersubsidi.

“Bantuan ini jadi penyemangat bagi petani. Mereka yang dulu sempat ragu, kini kembali turun ke sawah dengan optimisme baru,” tambahnya.

Untuk memastikan pengelolaan pertanian berjalan efektif, Sangasanga mengandalkan sinergi dengan tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA). Gapoktan inilah yang menjadi penghubung antara petani dan pemerintah dalam berbagai program, pelatihan, hingga distribusi bantuan.

“Tanpa peran Gapoktan, banyak lahan bisa tetap terbengkalai. Mereka motor utama gerakan pertanian kami,” ujarnya.

Keberagaman masyarakat Sangasanga yang berasal dari berbagai latar belakang justru menjadi kekuatan dalam membangun sektor pertanian. Gotong royong yang terbangun menjadi modal sosial yang memperkuat kebangkitan ini.

“Kami ingin mengubah narasi Sangasanga. Tak lagi hanya dikenal sebagai tanah tambang, tapi juga sebagai lahan subur yang ikut memberi makan Kalimantan Timur,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kecamatan Sebulu Fokus Tangani Masalah Sampah dan Kembangkan Pertanian

TENGGARONG – Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah besar menuju transformasi pelayanan dan pembangunan wilayah. Tahun 2025 diproyeksikan sebagai tahun percepatan, dengan dua fokus utama. Yaitu pengelolaan sampah dan penguatan infrastruktur pertanian.

Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menyebut pengelolaan sampah kini menjadi prioritas utama. Dengan dukungan armada baru berupa truk, pikap L300, dan kendaraan roda tiga. Kecamatan Sebulu ingin menjawab permasalahan kebersihan dengan lebih serius.

“Saat ini kami memiliki dua truk, satu pikap, dan dua kendaraan roda tiga. Sayangnya, dua unit roda tiga masih dalam kondisi rusak. Tapi kami tetap optimistis, karena langkah awal sudah kami miliki,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Selain itu, Kecanatan Sebulu juga mulai menggeliat lewat sektor yang selama ini menjadi tulang punggung warga, yaitu pertanian. Salah satu proyek paling menjanjikan adalah kawasan terintegrasi Muara Kaman–Sebulu, yang kini mulai menampakkan hasil nyata.

Jalan pertanian yang dibangun untuk menghubungkan kedua kecamatan itu telah membuka akses penting bagi petani. Menariknya, proses pembangunannya melibatkan kerja sama erat dengan TNI, yang ikut terjun langsung di lapangan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Progres jalan pertanian jadi jauh lebih cepat, dan petani pun merasakan manfaat langsung,” jelasnya.

Saat ini, lahan sawah yang dikelola di Sebulu hampir menyentuh angka 600 hektare. Dengan dukungan infrastruktur yang kian membaik, produktivitas pertanian diperkirakan akan meningkat dan mendorong ekonomi lokal.

“Harapan kami sederhana, dengan jalan yang layak dan dukungan teknis yang cukup, petani bisa lebih sejahtera. Dan tentu, roda ekonomi desa bisa terus bergerak,” tambahnya.

Edy juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Sebulu tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong terus dijaga sebagai fondasi utama dalam menjalankan setiap program.

“Kami percaya, perubahan itu butuh kebersamaan. Apa pun yang kami rancang, tidak akan berhasil tanpa keterlibatan warga,” ungkapnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kecamatan Samboja Barat Sukses Jadi Sentra Pertanian Hidroponik

TENGGARONG – Kecamatan Samboja Barat sukses mengembangkan sektor pertanian modern. Khususnya melalui metode hidroponik yang kini menjadi tulang punggung ekonomi warga. Di kecamatan yang membentang di kawasan Bukit Suharto ini, kini berdiri sentra hidroponik yang menjadi andalan Kalimantan Timur (Kaltim). Tak tanggung-tanggung, sekitar 80 persen kebutuhan sayur hidroponik di Pasar Balikpapan dipasok dari sini.

Selain hidroponik, sektor pertanian sayuran juga berkembang pesat, terutama di wilayah Karya Merdeka, Sungai Merdeka, dan Salopi Laut. Kawasan ini dikenal sebagai pemasok utama tomat, timun, cabai, dan pepaya California ke Balikpapan, dengan tingkat produktivitas yang terus meningkat.

Menurut Camat Samboja Barat, Burhanuddin, pertanian sayuran dan hidroponik telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga. Petani di daerah ini tergabung dalam kelompok tani maupun menjalankan usaha secara mandiri.

Salah satu kelompok tani yang cukup menonjol adalah Rawa Lombor, yang menjadi sentra produksi sayuran di Samboja Barat. Kelompok ini telah membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi sumber pendapatan yang sangat menguntungkan.

“Kalau harga lagi bagus, bisa untung besar. Tapi kami tetap khawatir soal harga yang fluktuatif dan ketergantungan pada tengkulak,” ungkap Burhanuddin, Senin (7/4/2025).

Meski sektor pertanian di Samboja Barat menjanjikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satu kendala utama adalah kerja sama dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hingga kini belum terealisasi. Para petani berharap adanya kepastian kerja sama langsung dengan IKN agar mereka bisa mendapatkan harga yang lebih menguntungkan tanpa harus bergantung pada tengkulak.

Di balik segala tantangan, semangat warga tak pernah surut. Kelompok Tani Rawa Lombor menjadi bukti nyata bahwa pertanian bisa menjadi sumber penghidupan utama jika dikelola dengan baik. Mereka aktif membudidayakan sayuran secara kolektif, menjadikan Samboja Barat sebagai salah satu pemasok paling diandalkan di Kukar.

Namun untuk terus tumbuh, mereka butuh lebih dari sekadar semangat. Mereka juga membutuhkan akses jalan yang baik, sistem irigasi yang memadai, serta alat-alat pertanian modern. Pemerintah kecamatan terus mendorong adanya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga pemerintah provinsi, demi menyokong geliat pertanian ini.

“Kalau semua potensi ini bisa didukung dengan infrastruktur yang memadai, Samboja Barat punya semua syarat untuk menjadi lumbung pangan Kaltim,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Kecamatan Kota Bangun Fokus Benahi Layanan Publik dan Program Keagamaan

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun menetapkan sejumlah agenda prioritas, yang akan menjadi fokus utama sepanjang tahun 2025. Salah satu sorotan terbesarnya, adalah kelanjutan proyek rehabilitasi kantor camat yang sempat tertunda selama dua tahun terakhir.

Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyampaikan harapannya agar proses rehabilitasi tersebut bisa segera rampung. Menurutnya, kantor camat sebagai pusat pelayanan publik harus memberikan kenyamanan dan akses terbaik bagi warga.

Tak hanya itu, proyek pembangunan Masjid Desa Sebelimbingan juga turut menjadi perhatian. Masjid yang sebelumnya telah dibongkar kini memasuki tahap lanjutan setelah pada tahun 2024 anggaran pondasi telah terealisasi.

“Selain itu, kami juga memprioritaskan kelanjutan pembangunan Masjid Desa Sebelimbingan. Masjid tersebut telah dibongkar, dan pada tahun 2024 telah dialokasikan anggaran untuk pembangunan pondasi,” ujar Abdul Karim, Senin (10/3/2025).

Ia menegaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan desa. Sebagai bentuk komitmen bersama agar rumah ibadah tersebut bisa segera kembali difungsikan oleh masyarakat.

Di sisi lain, sektor kepegawaian menjadi tantangan tersendiri bagi Kecamatan Kota Bangun. Dengan berkurangnya jumlah pegawai karena pensiun maupun wafat, pelayanan masyarakat sempat terdampak. Guna mengatasi hal tersebut, pihak kecamatan sudah menjalin komunikasi intensif dengan BKPSDM Kukar untuk segera menutup kekosongan pegawai.

Permasalahan serupa juga terjadi di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil). Dengan hanya menyisakan dua orang pegawai aktif, pelayanan dokumen kependudukan dinilai belum optimal. Pihak kecamatan berharap ada solusi konkret agar pelayanan administratif tetap berjalan maksimal.

Sementara itu, program dibidang keagamaan tetap mendapat ruang penting. Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang rutin digelar di tingkat desa dan kecamatan akan terus dilanjutkan. Sejalan dengan upaya membina akhlak dan karakter generasi muda.

Salah satu program yang terus digaungkan adalah gerakan “Ayo Kita Mengaji”, yang tidak terbatas bagi umat Islam saja. Program ini mendorong seluruh pemeluk agama untuk membaca kitab suci masing-masing, dan secara rutin dilaksanakan setiap hari Jumat bagi seluruh aparatur kecamatan sebagai bentuk pembinaan rohani.

“Kami berharap program prioritas ini dapat meningkatkan pelayanan publik serta membangun masyarakat yang lebih religius dan berdaya saing di tahun 2025,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Trump Naikkan Tarif Impor, BI Lakukan Triple Intervention

0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, merespons pengumuman kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) terbaru di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/4/2025), mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan terutama melalui optimalisasi instrumen triple intervention dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.

Triple intervention atau tiga intervensi tersebut antara lain intervensi di pasar valuta asing (valas) pada transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“BI terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik pasca pengumuman kebijakan tarif Trump yang baru pada 2 April 2025,” kata Ramdan.
Pasca pengumuman tersebut dan kemudian disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Tiongkok pada 4 April 2025, Ramdan menyebutkan bahwa pasar bergerak dinamis.

Pergerakan pasar yang dinamis ini ditunjukkan di mana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024.

Di tengah pengumuman tarif AS, kegiatan operasi moneter oleh Bank Indonesia pada pekan ini ditiadakan mengingat masih dalam periode hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2025 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi. Kegiatan operasional Bank Indonesia akan kembali ke jadwal normal seluruhnya pada 8 April 2025.

Diberitakan sebelumnya pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut.

Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen, dan 36 persen.

Trump mengatakan bahwa tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri. Ia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa AS telah “dirugikan” oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih. (ANT/KN)

50 Negara Ajukan Negosiasi dengan Trump Terkait Tarif Impor

MOSKOW – Lebih dari 50 negara telah menghubungi pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk merundingkan ketentuan perdagangan menyusul kebijakan tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat, demikian disampaikan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, pada Minggu (6/4/2025).

“Faktanya, negara-negara tersebut marah dan melakukan aksi balasan — tetapi, di saat yang sama, mereka datang ke meja perundingan. Saya menerima laporan dari Kantor Perwakilan Dagang AS semalam bahwa lebih dari 50 negara telah menghubungi Presiden untuk memulai negosiasi,” ujar Hassett dalam wawancara dengan ABC News.

“Mereka melakukannya karena menyadari bahwa beban tarif itu sebagian besar mereka yang tanggung. Karena itu, saya kira dampaknya terhadap konsumen di AS tidak akan terlalu besar,” kata Hassett lagi.

“Saya juga percaya bahwa salah satu penyebab defisit perdagangan jangka panjang yang terus-menerus terjadi adalah karena negara-negara tersebut memiliki pasokan yang sangat tidak elastis,” ujar Hassett menambahkan.

Pada Rabu sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan pemberlakuan tarif impor “resiprokal” (tarif timbal balik) terhadap produk dari negara lain.

Tarif minimum ditetapkan sebesar 10 persen, namun akan disesuaikan per negara dan akan setara dengan setengah dari tarif yang dikenakan negara tersebut terhadap barang-barang impor asal AS.

Menurut Trump, kebijakan itu merupakan “deklarasi kemerdekaan ekonomi” bagi Amerika Serikat dan diharapkan mampu memanfaatkan “triliunan dolar” untuk membayar utang nasional.

Untuk impor dari negara-negara Uni Eropa, tarif yang dikenakan akan sebesar 20 persen. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Undang 7 Pimpinan Media, Bahas Isu Strategis Nasional

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dialog dengan tujuh orang jurnalis dari tujuh grup media besar di tanah air pada Minggu sore, dalam rangka penyampaian informasi yang utuh dan jelas kepada masyarakat.

Tujuh orang jurnalis itu adalah Alfito Deannova (Pemred detikcom), Lalu Mara Satriawangsa (Pemred TvOne), Uni Lubis (Pemred IDN Times), Najwa Shihab (Founder Narasi), Sutta Dharmasaputra (Pemred Harian Kompas), Retno Pinasti (Pemred SCTV-Indosiar), dan Valerina Daniel (News Anchor TVRI).

“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan wawancara bersama tujuh jurnalis dari tujuh grup media yang ada di tanah air,” demikian keterangan foto dari unggahan di akun Instagram @prabowo di Jakarta.

Pertemuan yang difasilitasi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, itu menjadi momen penyampaian informasi berbagai pandangan dan penjelasan langsung dari Kepala Negara terkait isu-isu strategis yang sedang dihadapi Indonesia.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.

“Terima kasih atas kesempatan dalam wawancara hari ini, semoga jawaban dan penjelasan yang saya berikan dapat diterima dan menjadi informasi yang utuh dan jelas bagi masyarakat semua,” tambahnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo mengatakan bahwa format ini merupakan pendekatan baru dalam strategi komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo.
“Jadi, ini konsep baru, hari ini Presiden diwawancarai oleh tujuh jurnalis,” katanya.

Dalam percakapannya dengan jurnalis senior Uni Lubis di akun Instagram @2.prabowo, Angga mengatakan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk Presiden Prabowo tampil menjawab langsung berbagai isu.

“Sekarang kita sudah 150 hari (Kabinet Merah Putih bekerja, red), Bapak juga sempat sebulan lalu bertemu teman-teman pemred. Banyak hal yang sudah kita buka, banyak juga permintaan dari media untuk wawancara Pak Presiden, mungkin beliau merasa ini saat yang tepat, sekaligus baik untuk on the record dan bertemu langsung dengan media,” katanya.

Uni Lubis menambahkan bahwa sesi wawancara ini dilakukan secara terbuka, tanpa pertanyaan yang disampaikan sebelumnya ke pihak istana.

“Dan Presiden tidak tahu kita mau nanya apa. Bebas. Jadi, nanti kita juga nggak kasih tahu ke Pak Wamen pertanyaannya seperti apa,” ujar Uni.

Seluruh hasil wawancara dengan tujuh jurnalis tersebut, rencananya akan dipublikasikan mulai Senin (7/4).

“Insyaallah besok tayang ya,” kata Wamenkomdigi Angga menambahkan. (ANT/KN)

IKN Diserbu 64 Ribu Pengunjung saat Lebaran, Jadi Magnet Wisata Baru di Kaltim

0

NUSANTARA – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menarik perhatian publik. Selama libur Lebaran 2025, tercatat lebih dari 64.000 orang mengunjungi kawasan yang sedang dibangun sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia ini.

Lonjakan kunjungan terjadi terutama setelah Hari Raya Idulfitri. Puncaknya tercatat pada Kamis (3/4/2025) dengan jumlah pengunjung harian mencapai 14.104 orang. Data ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.

“Secara statistik, pada 1 April tercatat 8.219 pengunjung, 2 April sebanyak 12.958, dan puncaknya pada 3 April sebanyak 14.104 orang. Pada 4 April tercatat 10.215 pengunjung, sementara hari ini, 5 April, sudah mencapai 12.307 orang,” ungkap Thomas.

Ia menambahkan, IKN dibuka untuk umum agar masyarakat dapat menyaksikan langsung progres pembangunan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama berada di kawasan IKN,” ujarnya.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Eropa. Mereka ingin melihat langsung transformasi IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

“Kunjungan masyarakat sangat tinggi, bukan hanya dari Kalimantan, tapi juga dari Jawa, Sulawesi, dan berbagai wilayah lain, termasuk pengunjung dari luar negeri,” tambah Thomas.

Pelayanan terhadap pengunjung melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, relawan lokal, dan unsur pendukung lainnya. Staf Khusus Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, mengapresiasi sinergi semua pihak dalam mendukung kelancaran kunjungan masyarakat selama libur Lebaran.

“Terima kasih kepada petugas Otorita IKN, relawan, aparat TNI dan Polri, serta semua pihak yang telah bekerja keras di hari libur untuk melayani masyarakat yang antusias mengunjungi IKN,” ujar Troy.

Guna mendukung aksesibilitas, berbagai infrastruktur telah dibuka untuk publik. Jembatan Pulau Balang kini berfungsi sebagai jalur utama menuju Nusantara. Jembatan ini menjadi cable-stayed terpanjang kedua di Indonesia setelah Jembatan Suramadu. Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B, dan 5A juga dibuka satu arah khusus untuk kendaraan Golongan I (sedan, jip, minibus) sebagai jalur mudik alternatif menuju kawasan IKN.

Di sektor layanan publik, fasilitas kesehatan seperti RS Hermina dan Mayapada Hospital Nusantara sudah beroperasi. Untuk akomodasi, masyarakat dapat menginap atau bersantap di Swissôtel Nusantara dan Hotel Qubika.

Fasilitas komersial pun telah tersedia, mulai dari swalayan seperti Indomaret dan Coco Mart, hingga gerai kopi dan makanan seperti Excelso dan 28 Finest.

Sebagai sarana transportasi di kawasan KIPP, Otorita IKN juga menyediakan bus listrik bagi pengunjung untuk berkeliling dan menikmati panorama IKN. Ruang terbuka publik seperti Plaza Ceremony, Amfiteater, Bukit Bendera, dan Taman Kusuma Bangsa menjadi titik favorit untuk menyaksikan progres pembangunan dari jarak aman.

Salah satu pengunjung asal Balikpapan, Ismail, mengaku senang dapat melihat langsung perkembangan pembangunan di IKN. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator positif bahwa pembangunan IKN mendapat perhatian dan dukungan luas dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Rasa penasaran terjawab. Meski masih banyak yang dibangun, harapannya lima tahun ke depan IKN sudah selesai dan menjadi ibu kota yang maju serta membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya. (*/rls)

Pewarta : Robbi Syai’an
Editor : Nicha R

Pengukuran Reforma Agraria Dimulai di PPU, Sertifikat Hak Pakai Ditarget Terbit Mei 2025

0

JAKARTA – Program Reforma Agraria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan progres positif. Saat ini, proses pengukuran lahan untuk penerima Reforma Agraria telah dimulai dan ditargetkan akan menghasilkan sertifikat hak pakai pada pertengahan Mei 2025 mendatang.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja saat ditemui Media Kaltim di Kantor Badan Bank Tanah di Jakarta.

Parman menyebutkan, dari 129 subjek penerima reforma agraria, 77 subjek telah menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah, dan lebih dari 50 persen di antaranya telah melalui proses pengukuran.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat penting. Setelah dilakukan pengukuran, akan diterbitkan Peta Pendaftaran Tanah (PPT). Selanjutnya, sertifikat hak pakai akan diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten PPU,” jelas Parman.

Meski proses pengukuran sedikit tertunda karena libur Lebaran, pemerintah optimistis seluruh tahapan akan selesai sesuai jadwal. Proses lanjutan akan mencakup pemeriksaan bidang tanah oleh tim pertanahan dan panitia pemeriksa tanah.

“Jika sesuai rencana, sertifikat hak pakai untuk lahan-lahan Reforma Agraria tersebut akan mulai diterbitkan pada pertengahan Mei 2025,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Parman juga menyampaikan bahwa kawasan terdampak proyek pembangunan strategis nasional, seperti Bandara VVIP IKN dan jalur akses ke Pulau Balang, akan menjadi prioritas penanganan. Tak hanya sebagai bagian dari Reforma Agraria, wilayah tersebut juga dinilai memiliki potensi nilai lahan yang meningkat di masa depan.

“Jika Bandara IKN mulai beroperasi, harga tanah di sekitar Penajam bisa meningkat tajam. Maka dari itu, program Reforma Agraria ini bukan hanya soal redistribusi lahan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pewarta : Nicha R