Beranda blog Halaman 442

Partisipasi Pemilih di PSU Kukar Diperkirakan Tembus 68,5 Persen

TENGGARONG – Ditengah kondisi geografis yang menantang dan waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan libur panjang, rupanya tak mengurangi semangat masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menyalurkan hak pilihnya dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2025, pada (19/4/2025) lalu.

Meskipun angka partisipasi belum menyamai Pilkada reguler sebelumnya yang menembus 70,98 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memperkirakan keikutsertaan warga kali ini tetap melampaui 60 persen. Angka tersebut dianggap sebagai cerminan antusiasme masyarakat yang patut diapresiasi, terlebih dengan segala keterbatasan waktu dan kondisi alam.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, menyebut partisipasi ini menunjukkan bahwa komitmen warga terhadap demokrasi tetap terjaga. “Tanggal 19 kemarin itu kami hitung tingkat partisipasi masyarakat sekitar 68,5 persen,” sebutnya, Rabu (23/4/2025).

“Memang belum setara dengan partisipasi Pilkada sebelumnya yang mencapai 70,98 persen. Tapi melihat kondisi pelaksanaan yang serba cepat, ini adalah hasil yang tetap harus diapresiasi,” timpalnya.

Cuaca ekstrem dan medan sulit menjadi tantangan utama. Di Kecamatan Kenohan, misalnya, warga tetap datang ke TPS meski jalanan terputus akibat banjir. Banyak di antara mereka yang menempuh perjalanan dengan menggunakan perahu ces hanya untuk menyalurkan suara.

“Itu jadi bukti bahwa keinginan masyarakat untuk berpartisipasi tetap tinggi meskipun akses sangat terbatas. Karena dibandingkan pelaksanaan sebelumnya penurunanya hanya sekitar dua persen,” tambahnya.

Meskipun masih menanti hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar, Rinda memastikan bahwa PSU berjalan tertib dan aman di seluruh wilayah. Ia pun menegaskan bahwa pelaksanaan PSU bukan hanya tentang angka partisipasi, tetapi juga tentang semangat warga dalam menjaga marwah demokrasi di tingkat lokal.

“Apapun hasil akhirnya, yang terpenting adalah masyarakat Kukar telah menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga proses demokrasi tetap berjalan, bahkan dalam kondisi tidak ideal sekalipun,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Musrenbang Kukar Soroti Kebutuhan Disabilitas, Arahkan Perencanaan Inklusif di 2026

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menegaskan komitmen terhadap pembangunan yang inklusif. Yakni dengan menjadikan isu pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai salah satu sorotan utama, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

Musrenbang yang digelar di Ruang Serbaguna Bappeda Kukar pada Selasa (22/4/2025) kemarin ini, mengangkat tema besar “Penataan Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pemerataan Infrastruktur Pembangunan yang Berkelanjutan”.

Forum tersebut tidak hanya menghadirkan elemen pemerintahan, seperti DPRD, TNI-Polri, camat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga melibatkan unsur masyarakat secara luas. Termasuk akademisi, budayawan, organisasi masyarakat, Forum TJSP, dan kelompok disabilitas.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyatakan bahwa musrenbang tahun ini dirancang sebagai ruang diskusi terbuka lintas sektor. Berbagai isu prioritas muncul dalam forum tersebut, termasuk konektivitas infrastruktur, pertanian, alih fungsi lahan eks tambang, hingga kebutuhan penyandang disabilitas.

“Ini semua menjadi catatan kami untuk kemudian disusun dalam RKPD Kukar tahun 2026 nanti. Semua adalah keperluan masyarakat,” jelas Edi.

Partisipasi kelompok disabilitas menjadi sorotan penting karena sebelumnya masih banyak kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terfasilitasi. Dalam Musrenbang ini, sejumlah masukan disampaikan terkait aksesibilitas fasilitas publik, pendidikan inklusif, peluang kerja ramah disabilitas, serta ketersediaan layanan kesehatan yang responsif.

Bupati Kukar menyampaikan bahwa masukan tersebut akan dipertimbangkan dalam penyesuaian arah kebijakan, agar pembangunan Kukar benar-benar merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Selain itu, RKPD Kukar 2026 juga dirancang agar selaras dengan program prioritas Pemerintah Pusat dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), seperti inisiatif “Gratis Pol” dari Pemprov Kaltim yang mencakup bantuan pendidikan dan spiritual.

“Sinergisitas ini akan kami dorong di tingkat daerah, provinsi hingga pusat. Sebagai wujud konkrit kerja bersamanya, dan betul-betul sudah tertuang dalam dokumen perencanaan ini,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

GBU Distribusikan Bantuan Tanggap Darurat di Kutai Barat

0

KUTAI BARAT – PT Gunung Bara Utama (GBU) menunjukkan kepedulian sosialnya dengan merespon cepat musibah banjir yang melanda Kutai Barat (Kubar). Yaitu dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak di Kampung Sempatn, Kecamatan Bongan, pada Ahad (20/4/2025) lalu.

External Affairs & Security (EAS) Manager GBU Panji Setyadi menyampaikan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk nyata sinergi perusahaan dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menghadapi situasi bencana.

“Kami percaya bahwa kolaborasi dan kepedulian adalah kunci untuk pulih bersama. Melalui bantuan yang disalurkan, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga serta memperkuat semangat kebersamaan dalam proses pemulihan,” ujarnya.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat solidaritas di masa sulit,” sambung Panji.

Bantuan yang disalurkan GBU mencakup berbagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam kondisi darurat. Penyaluran dilakukan secara langsung dan terkoordinasi bersama pemerintah kampung guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Kampung Sempatn merupakan salah satu kampung binaan GBU. Wilayah ini menjadi salah satu daerah terdampak akibat luapan Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu, menyusul curah hujan yang tinggi sejak pertengahan April 2025. Sedikitnya 44 kampung di tujuh kecamatan terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter di sejumlah titik.

Kepala BPBD Kubar Bahtiar menjelaskan, curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu menjadi pemicu utama banjir besar kali ini. “Hujan mengakibatkan air sungai naik, ditambah lagi kiriman dari hulu Mahakam,” terangnya.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar telah menetapkan status Siaga Darurat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan. Sementara itu,BPBD bersama berbagai pihak terus melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. (kn)

Kukar Sepakati 1.106 Program Prioritas, Fokus pada Layanan Publik Hingga Hilirisasi Ekonomi

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menyaring ribuan usulan program pembangunan, menjadi 1.106 usulan prioritas untuk dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung belum lama ini.

Dari total 6.901 usulan yang masuk dari seluruh kecamatan, hanya sebagian kecil yang dianggap memenuhi kriteria kelayakan dan urgensi. Total nilai pembiayaan untuk program-program yang disetujui mencapai Rp1,87 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Syarifah Vanesa Vilna, menyampaikan bahwa kurasi program dilakukan secara ketat. Yakni berdasarkan sejumlah indikator teknis dan strategis.

“Dari ribuan usulan yang kami terima, kita sepakati 1.106 diantaranya untuk direalisasikan pada tahun 2026. Total nilai usulan yang disetujui mencapai Rp 1,87 triliun, dan mencakup berbagai sektor esensial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Vanesa.

Sejalan dengan itu, pemerintah daerah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 4,3 triliun untuk 40 program strategis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program-program tersebut mencakup sejumlah sektor prioritas. Seperti kesehatan, pendidikan, pengembangan kawasan ekonomi, pelestarian budaya lokal, penguatan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan, serta peningkatan konektivitas wilayah.

Salah satu fokus utama dalam RKPD 2026 adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mendapatkan alokasi khusus sebesar Rp 392 miliar. Dana ini akan digunakan untuk menunjang sektor pendidikan, layanan kesehatan dasar, penyediaan air bersih, penguatan keamanan lingkungan, serta respons bencana.

Dalam daftar program prioritas, terdapat beberapa proyek besar yang sebelumnya tertunda dan kini akan kembali dijalankan. Pembangunan bentang tengah Jembatan Sebulu menjadi salah satu proyek yang paling menyita perhatian, dengan nilai kontrak sebesar Rp 421 miliar. Proyek lainnya termasuk peningkatan jalan dan pembangunan rumah ibadah di berbagai kecamatan.

Pemkab Kukar juga memberi perhatian besar terhadap perluasan layanan kesehatan dengan memprioritaskan pembangunan fasilitas rawat inap di Rumah Sakit Muara Badak. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah tengah dan pesisir Kukar.

Tak hanya itu, rencana besar kembali diluncurkan tahun depan berupa pembangunan pabrik minyak makan merah dengan anggaran sebesar Rp901 miliar. Proyek ini masuk dalam kerangka besar hilirisasi kelapa sawit yang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.

Selain menghimpun usulan dari musrenbang tingkat kecamatan, Bappeda Kukar juga menerima sebanyak 6.773 Pokok Pikiran (Pokir) dari anggota DPRD Kukar. Namun tidak seluruhnya dapat diakomodasi karena berbagai alasan teknis maupun substansi.

“Tidak semua pokir bisa diakomodasi karena beberapa belum memenuhi standar teknis atau menyimpang dari arah pembangunan strategis yang ditetapkan,” jelas Vanesa.

Untuk mendukung implementasi seluruh program yang telah disepakati, Kukar memproyeksikan pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp7,4 triliun. Rincian pendapatan tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun, dana transfer dari pusat dan provinsi sebesar Rp6,2 triliun, serta pendapatan sah lainnya senilai Rp200 miliar.

“RKPD 2026 akan menjadi arah strategis bagi Kukar dua dekade ke depan. Seluruh OPD harus menyelaraskan program kerja mereka dengan dokumen ini,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Status Siaga, Gunung Lewotobi Laki-laki Alami Tremor dan Guguran Lava

0

LABUAN BAJO – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami aktivitas kegempaan tremor terus menerus pada pengamatan Selasa (22/4) dari pukul 18.00 hingga pukul 24.00 Wita.

“Kegempaan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 5.1-47.3 milimeter (dominan 47.3 milimeter),” kata Stanislaus Ara Kian, staf Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, dalam laporan tertulis yang diterima di Labuan Bajo, Rabu (23/4/2025).

Dia melaporkan adanya tremor erupsi disertai gemuruh lemah-sedang dan guguran lava pijar ke segala arah dalam radius 500 meter hingga 1000 meter dari puncak kawah.

Selama pengamatan itu, terjadi dua kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 43.6-7.4 milimeter selama 432 detik hingga 1761 detik dan dua kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 47.3 milimeter selama 17 detik hingga 29 detik.

Cuaca di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat laut. Suhu udara 22.8 derajat Celcius hingga 26.6 derajat Celcius.

Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat juga diimbau untuk tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitar gunung berapi itu, terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan deras.

Masyarakat yang terdampak hujan abu juga diminta memakai masker untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap pernapasan. (ANT/KN)

Polda Jabar Siap Selidiki Ancaman Pembunuhan Terhadap Dedi Mulyadi

0

BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan siap untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan ancaman pembunuhan terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi oleh sebuah akun melalui kolom komentar di kanal YouTube milik Dedi pada hari Senin (21/4/2025).

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa pihaknya telah memantau adanya ancaman tersebut, dan siap menindaklanjuti jika Dedi Mulyadi melaporkannya secara resmi.

“Kami monitoring. Apabila ada permintaan pemantauan, tim siber siap bantu beliau (Dedi Mulyadi) selaku pelapor,” kata Kombes Pol. Hendra di Bandung, Selasa (22/4/2025).

Dikatakan bahwa ancaman tersebut diketahui dilakukan oleh akun yang secara berulang kali menuliskan komentar bernada pembunuhan terhadap Dedi Mulyadi saat siaran langsung.

“Bahkan, bila melaporkan secara resmi, kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku pengancaman,” ujar Kombes Pol. Hendra.

Kombes Pol. Hendra juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna media sosial, agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat atau komentar di ruang digital.

“Imbauan kepada netizen agar lebih bijaksana dan berperilaku baik dalam menanggapi suatu informasi karena ini adalah ruang publik,” katanya.

Menurut dia, segala bentuk komentar yang mengandung ancaman maupun hujatan dapat terkena sanksi hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Komentar bersifat ancaman dapat berisiko dilaporkan atau diproses hukum langsung oleh aparat penegak hukum,” kata Kombes Pol. Hendra.

Sebelumnya, ancaman itu disampaikan dalam komentar siaran langsung di YouTube Kang Dedi Mulyadi pada Senin (21/4/) malam. Dalam komentar itu, sebuah akun tersebut berulang kali mengancam akan membunuh Dedi Mulyadi.

“Kalau rencana saya gagal, saya akan pergi ke Jabar memakai bom lain yang saya punya itu bom bunuh diri. Saya akan berlari mencari Dedi. Jika sudah ketemu, saya akan mendekatinya dan duarr!!!,” tulis akun tersebut. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Tunggu Laporan Airlangga Soal Negosiasi Tarif Impor dengan AS

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunggu laporan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengetahui hasil negosiasi tarif impor resiprokal antara Pemerintah RI dan Pemerintah Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Presiden tidak dapat menyampaikan informasi terbaru mengenai hasil negosiasi tarif impor AS yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Ini saya belum ketemu Pak Airlangga. Saya enggak tahu jam berapa dia datang. Saya nunggu laporan beliau,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menko Airlangga sejak pekan lalu berada di Washington D. C., AS, untuk memimpin tim dari Pemerintah RI negosiasi tarif bersama beberapa pejabat dan lembaga pemerintah AS.

Delegasi RI, yang dipimpin oleh Menko Airlangga, dan delegasi AS bersepakat untuk membahas negosiasi tarif secara intensif selama 60 hari ke depan terhitung sejak Minggu (20/4). Dalam perundingan itu, delegasi AS yang dipimpin Airlangga di antaranya terdiri atas Anggota Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Sementara itu, delegasi AS dari Kantor Dagang AS (USTR) dipimpin oleh USTR yang langsung dipimpin oleh Jamieson Greer.

Isu-isu yang dibahas dalam perundingan itu, antara lain mencakup perizinan impor, perdagangan digital dan Customs Duties on Electronic Transmissions (CDET), pre-shipment inspections, kewajiban surveyor, serta ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk sektor industri. Isu lainnya yang dibahas, yaitu implementasi tarif resiprokal, dan penguatan akses pasar kedua negara.

Indonesia menjadi beberapa negara yang diterima oleh AS untuk negosiasi pengenaan tarif resiprokal. Selain Indonesia, AS juga saat ini bernegosiasi dengan Vietnam, Jepang, dan Italia.

Di Washington D. C., Airlangga tidak hanya bertemu dengan pimpinan USTR, tetapi juga bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Dalam pertemuannya dengan Lutnick, Airlangga menyampaikan sejumlah tawaran RI untuk AS, di antaranya Indonesia bersedia membeli LPG, gasoline, minyak mentah dari AS.

“Indonesia juga berencana untuk memberi produk agrikultur, antara lain gandum, kacang kedelai, susu kacang kedelai, dan Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika,” kata Airlangga saat jumpa pers di Washington D. C. pada Jumat (18/4) minggu lalu. (ANT/KN)

Kemendagri Jatuhi Sanksi ke Lucky Hakim, Wajib Hadir Tiap Pekan Selama Tiga Bulan

0

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjatuhkan sanksi kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim yang pergi ke luar negeri tanpa izin berupa kewajiban melaksanakan pendalaman tata kelola politik pemerintahan selama tiga bulan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan Lucky Hakim diwajibkan hadir di lingkungan Kemendagri minimal satu hari setiap minggu selama masa sanksi.

“Bupati diminta untuk hadir langsung, ikut dalam kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan di keseluruhan komponen yang ada di lingkungan Kementerian Dalam Negeri,” kata Bima dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Penerapan sanksi ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.

Pemeriksaan berlangsung selama sekitar satu minggu dan melibatkan sembilan orang saksi. Hasilnya telah dilaporkan kepada Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

“Tim Inspektorat menemukan dari keterangan seluruh saksi bahwa Bupati Indramayu tidak mengetahui aturan tentang kewajiban untuk menyampaikan permohonan izin ke luar negeri bagi kepala daerah dalam kondisi apa pun, ke mana pun, dan dengan tujuan apa pun,” ujarnya.

Pemeriksaan juga menelusuri kemungkinan penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam perjalanan ke Jepang yang dilakukan pada awal April lalu.

Namun, dari pemeriksaan itu tidak ditemukan bukti adanya pembiayaan dari APBD.

“Tidak ditemukan adanya penggunaan dari APBD untuk keseluruhan perjalanan dari Bupati Indramayu,” ungkap Bima.

Selama menjalani sanksi, Bupati Indramayu akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh sejumlah unit kerja di Kemendagri, seperti Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum), Ditjen Bina Keuangan Daerah (Keuda), Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda), dan komponen lainnya.
Adapun materi yang diberikan akan disesuaikan dengan tugas pokok kepala daerah.

“Nanti jadwalnya akan disusun oleh Pak Sekjen [Kemendagri] agar bisa ditaati dan dilaksanakan oleh Pak Bupati. Kapan kalau sanksinya akan mulai? Minggu depan mulai berlaku,” tambahnya.

Bima juga meminta Lucky untuk dapat membagi tugas secara proporsional dengan wakil bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Pak Bupati dibutuhkan juga untuk memaksimalkan pelayanan publik. Jadi, Pak Bupati diminta untuk membagi waktunya antara pelayanan publik, tugas-tugas pokok sebagai Bupati, dan juga menjalani sanksi dari Kementerian Dalam Negeri,” tutur Bima.

Atas peristiwa ini, Bima kembali mengingatkan seluruh kepala daerah agar memahami prosedur perizinan perjalanan ke luar negeri.

“Kementerian Dalam Negeri akan segera menerbitkan Surat Edaran untuk mengingatkan kepada seluruh kepala daerah tentang prosedur ini. Sekaligus Kementerian Dalam Negeri meminta kepada seluruh kepala daerah untuk lebih lagi mendalami dan menghayati tugas-tugas pokok sebagai kepala daerah,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan pelayanan publik dan mengawal program prioritas nasional.
Oleh karena itu, sanksi ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah agar tidak mengabaikan aturan administrasi pemerintahan.

Sebelum konferensi pers berlangsung, Bima Arya sempat menarik perhatian wartawan. Di tengah hujan deras, ia tiba di Kantor Ditjen Bina Pemdes dengan menumpang angkutan umum (angkot) bersama sejumlah staf.

Momen tersebut dimanfaatkannya untuk kembali mendorong penggunaan transportasi publik. Menurutnya, jika memungkinkan, masyarakat sebaiknya memilih angkutan umum karena dinilai lebih praktis dan efisien. (ANT/KN)

Otorita IKN Pastikan Kesiapan Fasilitas Jelang Pemindahan ASN

JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke wilayah IKN. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menjelaskan bahwa kawasan IKN dirancang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi nasional yang terintegrasi. Oleh karena itu, pembangunan berbagai ekosistem penunjang seperti perkantoran, hunian, transportasi, serta sarana dan prasarana sosial menjadi prioritas utama.

“Progres di Kawasan Istana, Kemenko, dan Kemensesneg serta ekosistemnya ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2025,” ujar Bimo.

Ia menambahkan, pembangunan di Kawasan Istana mencakup Istana Negara, Istana Garuda, lapangan upacara, serta Sekretariat Presiden, yang kini sudah fungsional. Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) yang akan digunakan sebagai kantor ASN diproyeksikan mampu menampung 9.465 pegawai.

Untuk melengkapi ekosistem tersebut, fasilitas penunjang seperti minimarket, restoran, ATM, vending machine, dan kantor pos telah tersedia di sejumlah lokasi perkantoran dan hunian.

Terkait ketersediaan hunian, Bimo menyebutkan bahwa saat ini telah tersedia 36 unit Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM), 17 tower hunian ASN, 5 tower untuk Paspampres, 2 tower untuk Polri, dan 2 tower untuk BIN, yang seluruhnya sudah fungsional.

“Jika 47 tower yang saat ini dibangun selesai seluruhnya, kapasitasnya akan menampung sekitar 8.410 pegawai. Ke depan, ditargetkan pembangunan 30 tower tambahan hingga 2028 untuk menampung total 13.810 pegawai,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan sejak awal Maret 2025, seluruh pegawai Otorita IKN telah bekerja penuh dari IKN. Para pegawai menggunakan feeder bus listrik sebagai moda transportasi utama.

“Kami menggunakan bus listrik yang tersedia dari hunian ASN 1 ke kantor. Waktu tempuhnya kurang dari 10 menit untuk jarak sekitar 3 km,” ujarnya.

Saat ini, layanan bus listrik di IKN telah memiliki empat rute dengan 10 unit armada yang melayani kebutuhan masyarakat dan mobilitas pegawai.

Untuk penyediaan air baku, IKN mengandalkan Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku, serta 21 embung dan 4 kolam retensi di kawasan inti. Jaringan distribusi air minum telah terpasang meliputi 15,87 km pipa transmisi, 9,75 km pipa interkoneksi, serta 22,63 km jaringan distribusi utama dan pembagi.

Bimo juga menekankan kesiapan sarana dan prasarana sosial. Di sektor kesehatan, terdapat beberapa rumah sakit yang siap beroperasi seperti RS Hermina, RS Mayapada, dan RS UPT Kementerian Kesehatan. Selain itu, terdapat 2 rumah sakit dan 7 Puskesmas di sekitar KIPP.

Untuk pendidikan, tersedia 2 sekolah dasar dan 1 sekolah menengah pertama. Sementara itu, 5 masjid telah siap digunakan untuk fasilitas peribadatan di KIPP.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak dalam mewujudkan visi besar Ibu Kota Nusantara. Kami sangat mengapresiasi masukan dan kerja sama dari Komisi II DPR RI,” tutup Bimo.

Otorita IKN optimistis proses pemindahan ASN ke IKN akan berjalan lancar sesuai rencana, serta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja dan hunian yang nyaman, hijau, dan terintegrasi. (*/rls)

Pewarta : Robbi Syai’an
Editor : Nicha R

Tom Lembong Sebut Konsumen Indonesia Lebih Suka Gula Lokal yang Kuning dan Kasar

0

JAKARTA — Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai gula lokal yang berwarna kekuningan dan memiliki butiran kasar.

Hal itu diungkapkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi impor gula yang menjeratnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (21/4/2025).

Dalam persidangan tersebut, Tom melontarkan pertanyaan kepada Wahyu Kuncoro, mantan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN periode 2015–2016, mengenai karakteristik khas gula konsumsi di Indonesia.

“Apakah benar bahwa gula konsumsi Indonesia memiliki karakteristik unik, lebih kuning dan butirannya lebih besar dibandingkan standar internasional?” tanya Tom.

Wahyu membenarkan bahwa gula produksi pabrik-pabrik milik BUMN memang memiliki warna lebih kuning dibandingkan gula rafinasi. Ia menjelaskan, hal itu disebabkan oleh proses pemutihan yang masih menggunakan sulfur.

“Teknologinya masih pakai sulfur untuk memutihkan gula. Sementara kalau di luar pabrik-pabrik yang teknologinya maju itu menggunakan karbonasi,” terang Wahyu.

Ia juga menambahkan bahwa banyak pabrik gula BUMN masih menggunakan mesin-mesin lama peninggalan era kolonial, sehingga kualitas output berbeda dari produk impor.

“Intinya pabrik gula kami yang di BUMN itu memang outputnya, gulanya itu memang tidak sebagus gula yang diolah di pabrik rafinasi. Satu karena pabriknya tua, kemudian dua teknologinya sudah teknologi tingkatan zaman Belanda, cuman kami ini mengolah tebu rakyat, jadi tadi kristalnya lebih besar, warnanya lebih kuning” jelas Wahyu.

Meski kualitasnya dianggap di bawah standar gula rafinasi, gula lokal tetap memiliki pasar yang kuat. Hal ini lantaran produksi gula nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan domestik.

“Gula lokal selalu habis terjual karena produksinya hanya 1,6 juta ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta ton. Jadi, apa pun jenisnya tetap diserap pasar,” ujarnya.

Tom Lembong kemudian menanggapi bahwa preferensi konsumen Indonesia terhadap gula lokal bisa jadi dipengaruhi oleh persepsi bahwa gula kuning lebih manis.

“Di mana konsumen Indonesia sukanya gula pasir yang butirnya memang besar, kasar, dan lebih kuning?” tanyanya.

Wahyu menjawab, meski belum ada kajian ilmiah mengenai hal tersebut, persepsi tersebut memang berkembang di masyarakat.

“Belum ada penjelasan ilmiahnya, tapi paling tidak masyarakat itu memahami yang kuning itu lebih manis,” ujar Wahyu.

“Betul, kami juga dengar begitu,” sahut Tom menyetujui.

Tom juga menyoroti keunikan gula konsumsi di Indonesia yang diolah oleh pabrik-pabrik BUMN.

“Berarti gula putih, gula kristal putih yang dikonsumsi di Indonesia boleh dibilang cukup unik. Hanya Indonesia yang produksi dan hanya pabrik gula BUMN yang memproduksi?”

Wahyu tidak menjawab secara pasti, namun kembali menekankan bahwa kondisi pabrik dan bahan baku lokal turut memengaruhi kualitas produk yang dihasilkan.

Sekadar diketahui, dalam dugaan kasus korupsi impor gula, Tom Lembong didakwa merugikan negara hingga Rp 578 miliar dalam perkara penerbitan izin impor gula kristal mentah kepada 10 perusahaan swasta tanpa persetujuan dari Kementerian Perindustrian, dalam periode 2015–2016. Ia juga disebut telah memperkaya pihak lain dalam proses tersebut.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R