Beranda blog Halaman 440

Ajak Generasi Muda Asah Keterampilan Menulis, HIMAKSI Unmul Gelar Seminar Copywriting

0

SAMARINDA — Suasana penuh semangat menyelimuti Gedung Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (26/4/2025), saat Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKSI) FISIP Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar seminar bertema “Buat Tulisan Menarik Agar Kontenmu Dilirik.”
Kegiatan bertajuk Class.com ini diprakarsai oleh Divisi Human Resource Development (HRD) HIMAKSI sebagai bagian dari program pengembangan keterampilan komunikasi.

Puluhan peserta dari tingkat SMA/SMK hingga mahasiswa perguruan tinggi di Samarinda turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WITA dan dibuka secara resmi oleh Daryono, Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unmul.

Dalam sambutannya, Daryono menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMAKSI dalam memperkenalkan keterampilan komunikasi persuasif kepada generasi muda.

“Dengan adanya kegiatan Class.com ini, ke depan HIMAKSI bisa mengembangkan program-program yang lebih beragam, tidak hanya seputar copywriting, tetapi juga dalam bidang komunikasi lainnya,” ujar Daryono.

Ketua BEM FISIP Unmul, Muhammad Jamil Nur, turut memberikan dukungan serupa. Ia menekankan pentingnya kemampuan copywriting di era digital saat ini.

“Copywriting adalah hal yang sangat menarik, karena kita bisa menuangkan ide dan inovasi dalam bentuk tulisan dan konten yang menarik,” kata Jamil.

Seminar menghadirkan Ziya Ibrizah, Dosen Ilmu Komunikasi Unmul, sebagai pembicara utama. Membawakan materi bertema “Penulisan Copywriting untuk Personal Branding & Bisnis Digital Gen Z di Media Sosial,” Ziya membagikan berbagai tips membangun pesan persuasif dan strategi memperkuat personal branding di dunia digital topik yang sangat relevan untuk generasi muda masa kini.

Tak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak terlibat aktif melalui sesi permainan edukatif Kahoot dan praktik langsung dalam kegiatan Let’s Create Your Script, yang mengasah keterampilan mereka dalam membuat copywriting yang menarik.

Ketua Panitia, Adit Yogi Anggara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas suksesnya acara ini.

“Semoga materi yang sudah didapat tadi bisa diimplementasikan dan memberikan dampak positif dalam karya teman-teman ke depannya,” ujar Adit.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan mereka.

Ketua HIMAKSI, Kalsih Mauli Shinta, juga memberikan kesan positif terhadap jalannya acara.

“Kegiatannya seru! Peserta luar biasa juga karena berasal dari berbagai kalangan, mereka benar-benar antusias mendalami materi copywriting sebagai bagian dari komunikasi persuasif,” tutur Kalsih.

Melalui Class.com, HIMAKSI FISIP Unmul berharap dapat memperkaya keterampilan komunikasi digital peserta serta membekali generasi muda dengan kemampuan praktis yang relevan di era industri kreatif saat ini.

Penulis: Abika Ramadhan
Editor:

Kukar Siapkan Sangasanga dan Marangkayu Sebagai Kawasan Industri

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) semakin serius mengembangkan pusat-pusat ekonomi baru. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dua kecamatan yakni Sangasanga dan Marangkayu diproyeksikan menjadi kawasan industri strategis di masa depan.

Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, menyebutkan bahwa pemilihan kedua wilayah tersebut didasarkan pada keunggulan geografisnya, terutama dari sisi sarana transportasi dan konektivitas.

“Kalau kita lihat dari sarana prasarananya, Sangasanga dan Marangkayu itu sangat mendukung. Investor tentu mempertimbangkan aksesibilitas dan kedekatan ke laut serta sungai besar ini sangat menguntungkan dari sisi cost,” ujar Alfian, Sabtu (26/4/2025).

Untuk mempercepat realisasi ini, DPMPTSP Kukar telah menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari instansi teknis hingga calon pelaku usaha. Pada tahap awal, fokus pembangunan diarahkan ke Sangasanga yang dinilai lebih siap baik dari sisi infrastruktur maupun dukungan ekosistem industri.

Langkah strategis lain yang dilakukan adalah penyusunan dokumen Industrial Master Plan and Readiness Overview (IMPRO). Dokumen ini menjadi panduan teknis yang merinci semua aspek kesiapan kawasan industri, termasuk potensi nilai investasi, analisis pasar, kondisi tanah, serta kesiapan infrastruktur dasar.

“IMPRO ini kita buat benar-benar detail, sampai ke akar nilainya dan kesiapan infrastrukturnya. Jadi ketika investor masuk, mereka tidak perlu lagi repot dari nol, tinggal membangun saja,” jelas Alfian.

Dalam kerangka Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kukar, total 12.000 hektare lahan telah dialokasikan untuk pengembangan kawasan industri. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 hektare lebih dialokasikan di Sangasanga, sementara sekitar 5.000 hektare disiapkan di Marangkayu.

“Yang paling potensial saat ini ada di Sangasanga, khususnya di daerah Pendingin. Di sana sudah mulai ada beberapa aktivitas industri, sehingga ekosistemnya mulai terbentuk,” tambah Alfian.

Pengembangan kawasan industri ini diproyeksikan membawa multiplier effect bagi perekonomian Kukar, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, pertumbuhan UMKM pendukung, hingga pengembangan sektor jasa dan logistik.

Selain itu, Pemkab Kukar juga berkomitmen untuk memperkuat kemudahan berusaha melalui penyederhanaan proses perizinan serta pemberian insentif bagi investasi strategis.

“Ini bukan hanya soal investasi, tapi tentang bagaimana kita membangun masa depan Kukar yang lebih kuat dan berdaya saing,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Target Investasi 2025 Meningkat, Kukar Optimistis Lampaui Rp 15 Triliun

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memulai tahun 2025 dengan optimisme tinggi dalam sektor investasi. Setelah sukses membukukan realisasi investasi lebih dari Rp 16 triliun pada 2024.

Kini Pemkab Kukar sangat berambisi untuk melampaui target investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), yang ditetapkan sebesar Rp15 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, mengungkapkan bahwa meski target awal dalam Rencana Strategis (Renstra) 2021-2026 hanya sekitar Rp 7,8 triliun per tahun. Pihaknya siap berlari lebih kencang dengan strategi yang lebih agresif.

“Kalau kita merujuk pada Renstra, target kita memang masih dikisaran Rp 7,8 triliun. Tapi dari provinsi, target baru untuk Kukar itu di atas Rp 15 triliun. Kami optimistis bisa mencapainya, bahkan Insya Allah meningkat,” ujar Alfian, Sabtu (26/4/2025).

Lonjakan realisasi investasi tahun lalu sebagian besar ditopang oleh sektor primer. Khususnya pertambangan batu bara, batuan, serta sektor pertanian dan perkebunan. Kontribusi besar juga datang dari industri nikel di Sangasanga, yang memperkuat struktur investasi Kukar.

“Pertumbuhan investasi di Kukar ini memang lumayan baik. Salah satu kontribusi besarnya datang dari industri nikel di Sangasanga, serta sektor-sektor primer lainnya,” terang Alfian.

Untuk mengejar target ambisius tahun ini, Pemkab Kukar masih mengandalkan kekuatan sektor primer, namun mulai membuka jalan untuk memperluas basis ekonomi ke sektor industri pengolahan dan manufaktur. Salah satunya dengan mendorong pengembangan kawasan industri baru di Sanga-Sanga dan Marangkayu.

Penyusunan dokumen Industrial Master Plan and Readiness Overview (IMPRO) menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan kawasan ini, dengan harapan dapat menarik investasi di bidang logistik, manufaktur, hingga industri pengolahan.

“Kita ingin investasi Kukar lebih beragam. Selain pertambangan, kita siapkan juga kawasan industri supaya sektor pengolahan dan manufaktur bisa tumbuh. Itu akan memperbesar kontribusi ke target Rp 15 triliun ke atas,” jelas Alfian.

Saat ini, DPMPTSP Kukar tengah melakukan verifikasi dan pendataan terhadap sejumlah pengajuan minat investasi yang masuk pada kuartal pertama 2025. Meskipun data resmi masih dalam tahap rekapitulasi, tren positif sudah mulai terlihat.

“Yang jelas, trennya masih positif. Kami sudah menerima beberapa pengajuan minat investasi, khususnya dari sektor primer dan pengolahan. Ini menjadi sinyal baik untuk mengejar target 2025,” tandasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Desa Kahala Mantapkan Langkah untuk Fokus Bangun Kemandirian Pangan

TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Kahala, Kecamatan Kenohan, menegaskan komitmennya dalam memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian pada tahun 2025.

Kepala Desa Kahala, Mahlan, menyatakan bahwa pertanian tetap menjadi prioritas utama. Meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan perubahan orientasi ekonomi masyarakat.

Dengan dukungan Dana Desa (DD), program ketahanan pangan di Kahala terus bergerak maju. Setelah tahun sebelumnya berhasil mengelola 6 hektare lahan, kini pemerintah desa menargetkan perluasan hingga 10 hektare untuk ditanami komoditas pangan, terutama padi.

“Kami tetap lanjutkan, karena ini bagian dari pondasi ekonomi dan kemandirian desa. Meski cuaca sering jadi kendala, kami optimis karena lahannya sudah ada dan siap dikembangkan,” ujar Mahlan, Senin (10/3/2025).

Namun, Mahlan tidak menutup mata terhadap realitas di lapangan. Ia mengakui, minat warga terhadap sektor pertanian menurun, seiring maraknya peralihan ke budidaya kelapa sawit yang dianggap lebih menguntungkan dalam jangka pendek.

“Entitas petani padi di desa kami makin berkurang. Banyak warga mulai beralih ke sawit karena dianggap lebih cepat untung. Tapi kami ingin menyeimbangkan kembali, karena pangan tetap jadi kebutuhan utama,” jelasnya.

Sebagai strategi untuk menghidupkan kembali gairah bertani, Pemerintah Desa Kahala merancang pengelolaan lahan pertanian di bawah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Melalui skema ini, kelompok tani akan diberdayakan dengan sistem pengelolaan yang lebih profesional dan terintegrasi.

“Kami ingin Bumdes mengambil peran, agar pengelolaan lahan bisa lebih maksimal dan menarik minat generasi muda untuk kembali ke sawah,” lanjut Mahlan.

Selain itu, pemerintah desa juga membuka ruang kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan swasta di sektor pertanian. Jika kerja sama terwujud, Desa Kahala telah menyiapkan skema perluasan lahan hingga 100 hektare, dengan harapan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan produktivitas desa.

“Kami terbuka untuk kolaborasi, asalkan tujuan utamanya tetap mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Lahannya kami punya, tinggal komitmen dan dukungan teknis dari mitra,” ucapnya.

Pemerintah Desa Kahala juga telah melaporkan program pertanian ini ke Pemkab Kukar, khususnya untuk mendapatkan dukungan teknis seperti alat berat dan pembukaan lahan.

“Tahun ini pertanian tetap jadi fokus utama. Sektor lain tetap berjalan, tapi prioritas tetap pada pangan. Kami ingin masyarakat bisa mandiri dan tidak bergantung pada luar,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Rakernas AMAN ke-8 Jadi Momentum Strategis Pengakuan Hukum Adat di Kota Bangun Darat

TENGGARONG – Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi pusat perhatian nasional, setelah sukses menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Kegiatan ini bukan hanya menandai perhelatan besar di wilayah yang relatif baru, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang pengakuan masyarakat hukum adat di Kukar.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh AMAN. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah merupakan bentuk pengakuan simbolik, terhadap eksistensi Kecamatan Kota Bangun Darat dalam lingkup masyarakat adat nasional.

“Kami bersyukur bahwa kecamatan kami yang baru, dengan ibu kota di Kedang Ipil, mendapatkan kepercayaan luar biasa secara nasional dari pihak AMAN. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak semua kecamatan mendapat kesempatan seperti ini,” ujarnya, Jumat (25/4/2025).

Selama tiga hari pelaksanaan Rakernas, seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar. Peserta yang datang dari berbagai penjuru nusantara merasa disambut hangat oleh masyarakat lokal. Julkifli menegaskan bahwa Rakernas ini menunjukkan Kota Bangun Darat telah dikenal luas di kalangan komunitas adat Indonesia.

Namun lebih dari sekadar seremoni, Rakernas kali ini juga menyoroti isu strategis terkait pengakuan legal masyarakat hukum adat di Kukar. Julkifli memaparkan bahwa hingga kini, Kukar belum memiliki masyarakat hukum adat yang diakui secara resmi.

“Yang ada hanya lembaga adat di setiap desa. Untuk pemenuhan legalitas masyarakat hukum adat memerlukan SK Bupati dan proses administrasi lain yang mendukung pengakuannya secara sah,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan, kata Julkifli, tengah mendorong percepatan proses tersebut dengan menjalin kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami selalu mendukung setiap inisiatif dan berkolaborasi dengan desa untuk mewujudkan pengakuan tersebut secepat mungkin,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Hasil PSU Kukar Ditetapkan, Pemkab Apresiasi Penyelenggara dan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

TENGGARONG – Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) 2024, secara resmi mencapai babak akhir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kukar telah menetapkan hasil rekapitulasi suara dalam rapat pleno terbuka, yang digelar di Hotel Grand Elty Tenggarong, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra dan Dandim 0906/Kukar, Letkol Czi Damai Adi Setiawan.

Dalam sambutannya, Sunggono menyampaikan apresiasi atas soliditas dan dedikasi seluruh penyelenggara pemilu, yang telah bekerja ekstra memastikan PSU berjalan aman, lancar, dan tertib pada hari pemungutan suara 19 April lalu.

“Pemkab Kukar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada KPU, Bawaslu, serta jajaran di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa yang telah menunjukkan profesionalisme dan komitmen tinggi dalam pelaksanaan PSU ini,” ujar Sunggono.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana pasca PSU agar tetap damai dan sejuk, apa pun hasil yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan demokrasi bukan hanya ditentukan oleh proses pemungutan suara, tetapi juga oleh kedewasaan seluruh elemen masyarakat dalam menerima hasilnya.

“Semua yang ikut dalam proses ini adalah bagian dari kontestasi rakyat. Siapa pun yang terpilih adalah hasil dari pilihan bersama. Mari kita jaga semangat demokrasi dengan lapang dada dan kedewasaan sikap,” tambahnya.

Sunggono juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali bersatu dan fokus membangun daerah, meninggalkan perbedaan yang mungkin sempat mengemuka selama masa kampanye.

“Proses ini sudah selesai. Kini saatnya kembali membangun Kukar bersama. Pemerintah akan terus bekerja untuk seluruh masyarakat tanpa kecuali,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Sidang Hasto Kristiyanto Ricuh, Polisi Amankan Simpatisan dan Pemuda Berkaos “Save KPK”

0

JAKARTA – Kericuhan pecah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025), dalam sidang perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku, dengan terdakwa Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Insiden ini bermula saat majelis hakim menskors jalannya persidangan. Ketika itu, Hasto tengah memberikan keterangan kepada wartawan di luar ruang sidang.

Sekitar pukul 12.20 WIB, sejumlah simpatisan Hasto yang tergabung dalam Satgas PDIP Cakra Buana menunjuk beberapa orang yang mereka tuding sebagai penyusup.

Kerumunan massa kemudian mengerubungi orang-orang yang mengenakan kaos “Save KPK” yang dituduh menyusup ke dalam sidang. Mereka meneriakkan kata “penyusup” sambil mengusir mereka dari gedung pengadilan.

Keributan pun pecah ketika beberapa orang mencoba memprovokasi dengan teriakan seperti “cek HP-nya!” dan “siapa yang nyuruh? Tangkap, tangkap” terdengar di antara kerumunan.

Melihat situasi memanas, polisi langsung mengamankan para pemuda berkaos putih tersebut dari kerumunan untuk mencegah situasi makin memburuk. Beberapa simpatisan tetap mengikuti mereka saat dievakuasi, membuat suasana semakin tak terkendali.

“Tolong kondusif! Tolong kondusif!” teriak seorang petugas kepolisian yang berupaya menenangkan keadaan.

Menanggapi peristiwa ini, tim kuasa hukum Hasto menyatakan bahwa keberadaan pemuda-pemuda tersebut adalah bentuk provokasi.

“Kami mencegah orang untuk melakukan provokasi dengan memakai baju seolah-olah mendukung penegakan hukum KPK. Teman-teman bisa melihat di depan masih banyak massa bayaran yang meminta Pak Sekjen PDI Perjuangan segera ditangkap. Ini artinya apa, kasus ini adalah kasus politik dengan dalil penegakan hukum korupsi,” ujar pengacara Hasto, Ronny Talapessy.

Ia juga menambahkan, “Kami meyakini mereka yang diusir oleh massa PDIP adalah orang-orang bayaran yang sengaja dihadirkan untuk memancing kekacauan.”

Guna meredam situasi, aparat kepolisian akhirnya meminta seluruh simpatisan Hasto meninggalkan area halaman pengadilan.

Pada saat yang sama, dua kelompok massa terlihat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung PN Tipikor. Satu kelompok merupakan simpatisan Hasto, sedangkan kelompok lain adalah pendukung KPK.

Dalam perkara ini, Hasto Kristiyanto didakwa menghalangi upaya KPK dalam menangkap Harun Masiku, eks caleg PDIP yang telah buron sejak 2020.

Ia juga didakwa menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp600 juta untuk memuluskan proses pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku sebagai anggota DPR periode 2019–2024.

Suap tersebut diduga diberikan bersama dengan orang kepercayaan Hasto, yakni Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri. Saat ini, Donny telah ditetapkan sebagai tersangka namun belum diproses lebih lanjut. Sementara Saeful telah divonis bersalah dan Harun Masiku masih berstatus buron.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Hasto Disebut Jadi Penjamin Proses PAW Harun Masiku atas Dasar “Perintah Ibu”

0

JAKARTA – Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan yang menjerat Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Kamis, 24 April 2025.

Dalam persidangan itu, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina hadir sebagai saksi dan menyatakan bahwa Hasto terlibat dalam upaya memasukkan Harun Masiku ke DPR melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

Sebagai bagian dari proses pembuktian, tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman hasil penyadapan percakapan antara Agustiani Tio dan Saeful Bahri, mantan staf Hasto yang juga pernah divonis bersalah dalam kasus ini.

“Ini rekaman tanggal 6 Januari antara saksi (Agustiani Tio) dengan saudara Saeful,” ucap jaksa KPK sebelum memutar rekaman tersebut.

Dalam rekaman itu, Saeful menyebut bahwa Hasto menjadi penjamin proses PAW Harun Masiku, dan menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan perintah langsung dari seorang tokoh yang disebut sebagai “Ibu”.

“Tadi Mas Hasto telepon lagi, bilang ke Wahyu, ‘ini garansi saya, ini perintah dari Ibu dan garansi saya. Jadi bagaimana caranya supaya ini terjadi’,” demikian ucapan Saeful kepada Agustiani dalam rekaman tersebut.

Selain itu, Saeful meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengikuti tafsiran hukum yang diajukan oleh PDIP terkait proses PAW Harun Masiku.

“Jadi prinsipnya adalah kita menggiring pada ketentuan hukum. Postulat yang tafsirannya paling benar adalah versi kita. Itu yang nanti akan kita dorong ke semua pihak,” ujar Saeful dalam percakapan itu.

Agustiani Tio tampak menyetujui ucapan tersebut dan menimpali, “Iya.”

Saeful kemudian melanjutkan bahwa meskipun ada pandangan lain yang menyebut hanya Mahkamah Agung yang bisa menafsirkan hukum, pihaknya harus tetap sejalan dengan KPU agar tafsiran hukum versi PDIP dapat diterima.

“Walaupun di luar sana ada yang mengatakan bahwa postulat ini hanya MA yang bisa tafsirkan, kita harus tetap satu frekuensi dengan KPU. Bahwa tafsiran yang dimaksud adalah tafsiran versi kita,” katanya.

Dalam bagian lain percakapan, Agustiani mengaku telah menghubungi Wahyu Setiawan untuk mengatur pertemuan dengan salah satu komisioner KPU, Hasyim Asy’ari.

“Aku tadi telepon Wahyu, aku minta atur waktu untuk Hasyim. Jadi aku jam 3-an telepon, ‘Yu, kondisikan Hasyim, nanti jam 4 itu ketemu dengan Hasyim’, bersama divisi hukumnya. Sekarang aku juga mau minta izin bawa Donny (Tri Istiqomah), jadi langsung ketemu dengan Hasyim-nya,” kata Agustiani.

Saeful menyambut baik rencana tersebut dan menjawab, “Bagus dong.”

Agustiani menambahkan bahwa dirinya belum tahu apakah Donny bersedia.

“Coba saja. Kalau mau, oke, Donny-nya bisa saya panggil,” timpal Saeful.

Jaksa kemudian mengonfirmasi kembali kepada Agustiani dalam persidangan mengenai isi rekaman tersebut.

“Jadi di situ, Saeful mengatakan bahwa ini garansinya adalah terdakwa Pak Hasto begitu?” tanya jaksa.

“Iya, Saeful yang berkata seperti itu,” jawab Agustiani.

Dalam kasus ini, Hasto didakwa atas dua perkara. Pertama, dia dituduh menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersama Donny Tri Istiqomah (advokat), Saeful Bahri (kader PDIP), dan Harun Masiku yang masih buron. Suap tersebut ditujukan agar Harun dapat masuk ke DPR melalui jalur PAW.

Selain itu, Hasto juga didakwa telah menghalangi penyidikan karena diduga memerintahkan Harun dan stafnya, Kusnadi, untuk merusak ponsel yang menjadi barang bukti.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Hasto Kembali Disidang, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi Kunci

0

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan dalam perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019–2024, dengan terdakwa Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pada Kamis, 24 April 2025.

Dalam agenda sidang kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga saksi, yaitu mantan anggota Bawaslu RI Agustiani Tio Fridelina, mantan politisi PDIP Saeful Bahri, serta advokat Donny Tri Istiqomah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan keterangan tambahan atas perkara yang menyeret Hasto.

“Hari ini (24 April) saksi yang dihadirkan oleh tim jaksa,” ujar Jaksa Budhi Sarumpaet kepada awak media.

Sementara itu, kuasa hukum Hasto, Ronny Talapessy, membenarkan nama-nama saksi yang dipanggil. Ia menilai kesaksian yang akan disampaikan tidak akan membawa informasi baru. Menurutnya, substansi perkara ini telah diputus secara hukum tetap sejak tahun 2020.

“Saya rasa keterangan para saksi tidak akan menyampaikan hal yang berbeda dari putusan tahun 2020 yang sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Ronny.

Ia juga menegaskan bahwa dalam sidang terdahulu telah dinyatakan bahwa uang suap sebesar Rp400 juta yang diberikan kepada mantan komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, berasal dari Harun Masiku.

“Kenapa kasus ini terus dipaksakan untuk dibuka kembali? Ini yang kami nilai sebagai bentuk kriminalisasi politik dan upaya membungkam Sekjen PDI Perjuangan dengan tuduhan korupsi,” tambah Ronny.

Diketahui, Hasto Kristiyanto didakwa merintangi penyidikan dalam kasus Harun Masiku serta memberikan suap sebesar Rp400 juta untuk memuluskan langkah Harun agar bisa dilantik sebagai anggota DPR RI.

Atas perbuatannya, Hasto dijerat dengan Pasal 21 dan Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Dishub Kukar Prioritaskan Penerangan Jalan, Tekan Risiko Kecelakaan di Jongkang

TENGGARONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam meningkatkan keselamatan transportasi, kembali ditunjukkan lewat proyek pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di wilayah Jongkang. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar untuk proyek yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir Mei 2025.

Kepala Dishub Kukar, Junaidi, menyampaikan bahwa proyek ini diprioritaskan untuk mengatasi persoalan jalan gelap yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan pengguna jalan. Terlebih, Jongkang dikenal sebagai jalur alternatif favorit menuju Samarinda.

“Jalan Jongkang ini bukan sekadar jalan penghubung, tapi sudah menjadi akses vital logistik dan aktivitas harian warga. Dengan kondisi minim penerangan, tentu ini menjadi tantangan besar bagi keselamatan pengguna jalan,” ujar Junaidi, Kamis (24/4/2025).

Dishub memastikan bahwa seluruh proses perencanaan teknis telah rampung. Saat ini, tahapan lelang untuk pengawasan dan pelaksanaan fisik sedang diproses. Jika sesuai jadwal, pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada akhir Mei.

Proyek LPJU ini akan meliputi sejumlah titik strategis di sepanjang jalan Jongkang, dengan prioritas pada area-area yang rawan gelap dan sering dilewati kendaraan besar. Menariknya, Dishub Kukar memilih teknologi LPJU berbasis listrik konvensional, bukan tenaga surya.

Menurut Junaidi, hal ini dilakukan untuk menekan biaya sekaligus memperluas cakupan lampu yang bisa dipasang.

“Kalau kita pakai tenaga surya, biayanya bisa lima kali lipat. Dengan listrik PLN, satu titik lampu hanya butuh sekitar Rp 8-9 juta. Artinya, kita bisa pasang lebih banyak titik penerangan,” jelasnya.

Jalan Jongkang selama ini menjadi pilihan utama bagi warga Tenggarong yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama menuju Samarinda. Namun sayangnya, kurangnya pencahayaan di malam hari telah menyebabkan tingginya potensi kecelakaan. Terutama pada ruas jalan yang berkelok atau dekat pemukiman.

Junaidi menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar soal penerangan, tapi bagian dari visi jangka panjang Pemkab Kukar dalam menciptakan infrastruktur transportasi yang aman dan menunjang aktivitas ekonomi.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah dari APBD benar-benar berdampak. Penerangan jalan bukan hanya menambah kenyamanan, tapi juga menyelamatkan nyawa dan mendukung perputaran ekonomi lintas wilayah,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i