Beranda blog Halaman 1052

Ketua REI Sebut Pemilu Satu Putaran Beri Kepastian bagi Industri Properti

0
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah di salah satu perumahan subsidi di Warunggunung, Lebak, Banten, Jumat (26/1/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/Spt

JAKARTA – Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI) periode 2023-2027 Joko Suranto mengatakan bahwa Pemilu satu putaran memberikan kepastian kepada industri properti.

“Atas kondisi sekarang kita Alhamdulillah bahwa Pemilu sudah terlaksana dengan baik, kemudian hasilnya juga sudah sama-sama kita ketahui dan kalau dari hasil hitung cepat berarti hanya akan satu putaran,” ujar Joko kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Secara otomatis, lanjutnya, berarti pertama ada biaya yang dihemat dan kedua, segera bisa ada keyakinan serta kepastian sehingga aktivitas bisnis bisa berjalan.

Selain itu, Pemilu yang berlangsung satu putaran juga membuat konsentrasi pemerintah kembali fokus terhadap hal-hal yang seharusnya.

“Kemudian juga konsentrasi perhatian pemerintah sudah bisa fokus lagi untuk menjalankan apa yang seharusnya,” kata Joko.

Sebagai informasi pada 14 Februari 2024 telah dilaksanakan pemilu serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Pemilihan presiden dan wakil presiden RI 2024 diikuti oleh tiga pasangan, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar selaku nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md nomor urut 3.

Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei termasuk dari Charta Politika Indonesia dan Lembaga Survei KedaiKOPI pada Rabu (14/2) menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul.

Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari s.d. 20 Maret 2024.

Calon presiden dan wakil presiden RI baru akan dilantik pada Oktober 2024. (Ant/KN)

Banyaknya Temuan Indikasi Kecurangan, OSO : Ini Pemilu Gila !

0
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang atau OSO (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku heran dengan berbagai temuan indikasi kecurangan di Pilpres 2024. Salah satunya adanya penggelembungan suara salah satu pasangan calon di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

OSO yang juga Dewan Pengarah Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, mengaku mendapat laporan ada tempat pemungutan suara (TPS) yang hanya memiliki 300 daftar pemilih tetap (DPT). Namun, ada satu pasangan calon yang mendapatkan sebanyak 800 suara.

“Ini pemilu gila ini. Nah, kita berpihak kepada rakyat, kita nggak mau rakyat dibohongi seperti itu,” ujar OSO di Gedung High End, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Oleh karena itu, TPN Ganjar-Mahfud akan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kecurangan Pilpres 2024. Ia menegaskan kebenaran harus ditegakkan.

“Rakyat harus berani mengungkapkan kebenaran, bukan pembenaran kebenaran. Jadi kita ini berkumpul untuk melakukan kebenaran-kebenaran tentang kebijakan pelaksanaan pemilu ini secara jurdil bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar OSO.

OSO memastikan jika benar ditemukan kecurangan, TPN Ganjar-Mahfud akan membawanya ke ranah hukum. Ia meminta jangan sampai masyarakat dibodohi oleh pihak-pihak yang menabrak peraturan untuk meraih kekuasaan.

“Negara hukum kalau merasa kuat mengatur hukum, ya silahkan nanti. Kan rakyat sudah tahu kalau hukum berlaku salah, tindakannya berlaku salah, maka rakyat pun menilai,” ujar OSO.

Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) menjadi alat bantu penghitungan hasil suara Pemilihan Umum (Pemilu) dari lembar C hasil ukuran plano yang diunggah ke dalam sistem milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sirekap bukanlah alat baru, penggunaanya sudah dilakukan sejak Pilkada 2020 dan semakin dimutakhirkan pada Pemilu 2024.

Namun pada kenyataannya, banyak masyarakat mengeluhkan saat menemukan data jumlah suara C hasil plano berbeda jauh dengan data yang masuk ke dalam Sirekap. Angkanya pun tidak sinkron dan tidak jarang lebih besar dari total pemilih di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) yang sewajarnya hanya berada di angka kurang lebih di bawah 300 orang.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Republik Indonesia, Hasyim Asy’ari justru bersyukur dengan laporan dan keluhan masyarakat tersebut. Dia merasa terbantu, sebab banyak mata yang mengoreksi data yang ada dalam Sirekap. Sehingga Pemilu berjalan sangat transparan dengan Sirekap.

“Kita bersyukur Sirekap bekerja karena banyak laporan ke KPU, jadi tidak ada yang sembunyi dan diam-diam,” kata Hasyim saat jumpa pers di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

Hasyim melanjutkan, bilamana ada data yang keliru saat proses sinkronisasi, maka KPU akan membuka diri untuk mengoreksi melalui rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Jadi kalau ada yang salah tulis akan dikoreksi dan hasil rekap di kecamatan juga akan diunggah di dalam Sirekap. Siapapun bisa cek ulang apakah form yang salah hitung tadi sudah dikoreksi atau belum,” kata Hasyim Asy’ari.

Hasyim memastikan, KPU RI terus memonitor TPS mana saja yang konversi Sirekapnya bermasalah. Dia menegaskan ketidakcocokan angka antara C hasil plano dan Sirekap akan segera dikoreksi.

“Konversi itu akan kami koreksi sesegera mungkin,” ucap Hasyim.

Hasyim berharap, publik bisa percaya bahwa hasil keliru yang muncul pada Sirekap bukanlah kesengajaan dan semata-mata perlunya perbaikan agar hasil sinkronisasi antar C hasil plano ke dalam sistem dengan cara memfoto bisa lebih akurat kedepannya.

“Tidak ada niat manipulasi dan mengubah hasil suara, karena form itu (C hasil plano) diunggah apa adanya,” Hasyim menandasi.

Sebagai informasi, sampai dengan hari ini, Kamis 15 Februari 2024, pukul 15.50 WIB, publikasi Sirekap sudah berprogres terhadap 358.775 TPS dari total 823.236 TPS atau 43,58 persen.

KPU RI memastikan tidak akan menghentikan penghitungan suara dengan Sirekap. Sebab, bilamana kembali terjadi konversi data yang tidak sinkron maka dengan segera hal itu akan dikoreksi. (Lpt/KN)

Program Seragam Sekolah Gratis, Disdikpora Penajam Kucurkan Rp 9 Miliar

0
Kadisdikpora PPU, Alimudin (Nelly/ Radar Ibu Kota)

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan bagikan seragam sekolah gratis. Perencanaannya seragam gratis ini akan dibagikan saat penerimaan siswa baru pada Juli 2024.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Alimudin menyebutkan, anggaran yang digelontorkan untuk prpgram ini lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 sebesar Rp 9 miliar. Saat ini, pihaknya sedang menyusun petunjuk teknis (juknis) terkait pembagian tersebut.

Penyusunan juknis ini dilakukan sesuai dengan arahan dan rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) Kalimantan Timur. Di dalamnya akan memuat siapa saja yang pantas menerima, teknis pengadaan, dan peralatan sekolah apa saja yang akan diberikan.

“Selama ini belum ada yang buat juknis seperti ini,” tambahnya.

Dikatakan, seragam gratis ini akan dibagikan ke siswa dari jenjang TK hingga SMP. Utamanya, yang akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Ia contohkan, sasarannya anak yang baru akan masuk TK, anak yang akan lulus TK dan masuk SD, anak Kelas 6 dan yang akan melanjutkan ke jenjang SMP.

Targetnya akan dibagikan saat penerimaan siswa baru, sekitar Juli 2024. Walaupun saat ini pihaknya sedang mendata untuk mendapatkan data by name by address.

“Data dari desa dan wali kelas akan di-combine, lalu di verifikasi oleh Disdikpora,” terangnya.

Adapun dirincikan, beberapa item yang akan dibagikan gratis kepada siswa di Penajam antara lain, sepatu, seragam sekolah merah-putih dan putih-biru, topi, seragam pramuka dan tas. Untuk seragam olahraga dan batik diserahkan kepada sekolah pengadaannya.

Terkait jumlah penerima, dirinya perkirakan akan membagikan kurang lebih 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa. Yakni, sebanyak 30.000 siswa.

“Itu baru asumsi ya. Data pastinya mungkin akan di SK-kan nantinya. Entah dari kepala dinas atau bupati,” tutupnya.

Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

TP PKK Akan Kolaborasikan SLP dengan Pengentasan Stunting

0
Suasana siswa usai pelaksanaan SLP (Nelly/ Radar Ibu Kota)

PPU – Salah satu target besar Presiden RI Joko Widodo pada 2024 ini ialah menurunkan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Untuk mendukung target tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan berbagai upaya yang telah mencapai 17 persen.

Salah satunya, dengan mengkolaborasikan kegiatan Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di setiap sekolah di PPU.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Linda Romauli Siregar mengatakan salah satu bentuk implementasi dari SLP dapat menugaskan anak untuk mengerjakan bakti sosial. Salah satunya dengan berbagai makanan-makanan bergizi kepada keluarga yang tidak mampu.

Ia jelaskan berbagai kegiatan kreatif dapat dilakukan oleh setiap sekolah. Dalam penerapan SLP tidak kaku, dengan harapan dapat mempraktikkan berbagai nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari.

“Salah satunya kegiatan berbagi makanan ke sesama akan menimbulkan empati dan dalam prosesnya akan melibatkan kerja sama juga gotong royong,” tambahnya.

Linda mengatakan berbagai kegiatan menarik ini dapat juga dikemas lebih variatif. Sehingga tidak hanya bicara bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat muncul, tetapi juga bermanfaat bagi sekitar.

“Saya ajak ini kepala-kepala sekolah lainnya untuk hadir di SLP SMP Negeri 5 Penajam, agar dapat mencontoh dan mengelaborasinya dalam berbagai bentuk kegiatan,” jelasnya.

Bahkan, menurut Linda kegiatan SLP ini ke depannya akan dijadikan sebagai upaya mengentaskan stunting. Sebelumnya, pihaknya akan mempersiapkan dahulu kebutuhan data daerah mana saja yang merupakan kantung-kantung stunting. Sehingga kegiatan SLP tersebut akan divariasikan dengan kegiatan pengentasan stunting.

Selain itu, siswa akan dilibatkan dalam proses pengentasan stunting. Sehingga selain nilai-nilai Pancasila yang muncul, tetapi juga siring dengan pengentasan stunting di PPU.

“Kami akan data dulu kantung-kantung stuntingnya, selanjutnya kita dorong kegiatan penurunan stunting melalui SLP,” pungkasnya.

Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

325 Kotak Suara dari TPS Kelurahan Loktuan Dikembalikan ke Kecamatan

0
Petugas menaikkan kotak suara ke truk pengangkut untuk dikembalikan ke kecamatan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Kotak Suara di TPS Kelurahan Loktuan telah dikembalikan ke Kecamatan Bontang Utara pada Kamis malam (15/2/2024).

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Loktuan, Hasanuddin mengatakan baru malam ini kotak suara yang ada di wilayah Kelurahan Loktuan disalurkan ke Kecamatan Bontang Utara. Mengingat Kelurahan Loktuan termasuk TPS terbanyak sebanyak 65 TPS.

Ia mengatakan saat ini juga semua proses pengumpulan kotak suara telah diarahkan ke Kecamatan Bontang.

“Sampai saat ini (malam ini, red) baru dikerahkan untuk disampaikan ke Kecamatan Bontang Utara, karena Loktuan merupakan TPS terbanyak dengan jumlah kotak suara 325 kotak suara,” katanya, Kamis (15/2/2024).

Selanjutnya, Ia juga mengungkapkan bahwa ada permasalahan yang dialami. Di antaranya, seperti formulir C salinan yang biasa terlupa oleh KPPS dan C pemberitahuan.

“Kami tetap komunikasikan dengan KPPS bagian-bagian yang kurang sehingga bisa dilengkapi. Kota suara sudah diberikan ke kecamatan, kami menunggu jadwal pleno tingkat kecamatan,” katanya.

Sementara anggota Panwascam Bontang Utara, Marini mengatakan pengawasan kotak suara TPS di Kelurahan Loktuan berjalan lancar, di mana semua kotak suara telah dikumpulkan dan diarahkan ke Kecamatan Bontang Utara.

“Kami hanya temukan permasalahan kekurangan seperti donwnya aplikasi Sirekap, sehingga belum disampaikan seluruhnya,” katanya.

Ia mengatakan proses pengawasan di kelurahan sendiri pengawasannya berjenjang dengan PTPS melaporkan ke PKD dan PKD melaporkan ke Panwascam Kecamatan.

“Dari PKD melaporkan ke Panwascam pengembalian surat suara. Kelurahan Loktuan yang terakhir mengembalikan kotak suara dikarenakan banyaknya kotak suara. Kami menunggu juga rekapitulasi kecamatan. Namun tempatnya belum diberitahukan,” jelasnya.

Ia mengatakan permasalahan atau kejadian luar biasa di TPS seperti kekurangan surat suara dan kelebihan surat suara.

“Begitu kotak suara dibuka ada surat suara kurang dan lebih, tidak sesuai dengan catatan yang ada di kotak suara. Semua sudah diklirkan dan semua sudah diberangkatkan (malam ini) dengan berita acara salinan kepada kita,” ungkapnya.

Penulis: Yahya Yabo
Editor: Nicha R

Alimudin Pastikan Seragam Gratis Tepat Sasaran dan Berkualitas Bagus

0
Kadisdikpora PPU, Alimudin (Nelly / Radar Ibu Kota)

PPU – Seragam sekolah gratis merupakan wacana yang sangat membantu masyarakat. Pasalnya, hal ini merupakan yang paling sering dikeluhkan orang tua siswa. Namun, dalam implementasinya kerap kali ditemukan seragam gratis yang tidak sesuai standar kualitas yang baik.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Alimudin sebut pihaknya telah merencanakan akan membagikan seragam gratis pada Juli 2024 mendatang. Sekaligus saat masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ia jelaskan pihaknya akan gelontorkan Rp 9 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Saat ini pihaknya sedang menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan program tersebut.

“Kemungkinan 50 persen dari total 30.000 anak yang akan menerima seragam gratis ini,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan kualitas dari seragam sekolah gratis tersebut, Alimudin pastikan kualitasnya akan di sesuaikan dengan standar yang ditetapkan. Pihaknya memastikan tidak akan membagikan kualitas yang buruk untuk keluarga penerima manfaat.

“Kalau kualitas harus standar, kan spesifikasinya sudah ada. Terlebih untuk penerima manfaat, masa sembarangan ?,” terangnya.

Begitu pun, Alimudin mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah antisipasi agar semua anak yang berhak mendapatkan seragam gratis tidak kekurangan. Pihaknya telah memperhitungkan perkiraan sesuai data yang ada. Termasuk melakukan pengetatan syarat penerima seragam gratis agar tepat sasaran.

“Jadi nanti tidak akan ada protes, kita akan upayakan semua ter-cover. Nanti juga ada simulasi, dan juga akan pakai sistem e-katalog,” pungkasnya.

Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

Kotak Suara di Wilayah Kecamatan Bontang Utara Telah Terkumpul

0
Kotak suara kecamatan Bontang Utara (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kotak surat suara di wilayah Kecamatan Bontang Utara telah terkumpul secara keseluruhan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Camat Bontang Utara, Zainuddin menjelaskan bahwa di wilayahnya tidak ada kendala dalam pemungutan suara hingga perhitungan suara, baik surat suara, kotak suara maupun para petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Saya liat cukup cepat wilayah utara ini. Sejak sore mereka sudah mulai mengembalikan kota suara,” jelasnya saat ditemui Kamis (15/2/2024).

Wilayah Kecamatan Bontang Utara memiliki 242 TPS dengan total kotak suara sebanyak 1.210 yang ada di 6 kelurahan. Rinciannya, Kelurahan Loktuan memiliki 65 TPS dengan 325 kotak suara, Kelurahan Api-Api 49 TPS dengan 245 kotak suara, Kelurahan Guntung 28 TPS dengan 140 kotak suara.

Kemudian, Kelurahan Bontang Baru 34 TPS dengan 170 kotak suara, Kelurahan Gunung Elai 45 TPS denga 225 kotak suara, dan Kelurahan Bontang Kuala 21 TPS dengan 105 kotak suara.

“Paling banyak memang di Loktuan, paling sedikit di Bontang Kuala,” katanya

Ia menjelaskan bahwa tidak ada kotak suara yang kembali dengan keadaan rusak. Tidak ada pula kendala yang terjadi di di wilayahnya tersebut.

“Alhamdulillah kami juga tidak menerima laporan ada yang sakit atau bagaimana, karena kita pantau juga para petugas,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R

Bawaslu Paser Belum Temukan Kecurangan Pemilu 2024

0
Proses penghitungan suara

PASER – Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Paser secara langsung memantau proses pemungutan dan penghitungan surat suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Bawaslu Kabupaten Paser, Nur Khamid menjelaskan telah menerjunkan Panwascam bersama Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD), Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), guna memantau kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Semua sudah berjalan dengan cukup baik, tahapan demi tahapan secara tertib dilaksanakan, untuk meminimalisir potensi pelanggaran di tingkat TPS,” ucap Nur Khamid, Kamis (15/2/2024).

Kendati demikian, Bawaslu Kabupaten Paser menemui beberapa kesalahan yang dilakukan petugas KPPS. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan baik.

“Permasalahan pasti ada, tapi setiap permasalahan bisa diselesaikan di lingkungan KPPS,” jelasnya.

Kata Khamid, petugas juga menemukan Daftar Pemilih Khusus (DPK) dengan kesamaan nama yang membuat KPPS bertugas bingung. Namun keduanya masih bisa memilih dengan menyodorkan KTP.

“Di Kabupaten Paser terdapat TPS khusus, hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi pemilih untuk datang ke TPS,” terangnya.

Ditegaskan bahwa, sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya aduan masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan pungut dan hitung surat suara.

“Belum ada aduan masyarakat, terkait adanya indikasi kecurangan ataupun pelanggaran KPPS terhadap pelaksanaan pungut dan hitung surat suara,” pungkasnya.

Pewarta : Bhakti Sihombing
Editor : Nicha R

Bawaslu Kubar Sebut Ada TPS Berpotensi Lakukan Pemilihan Ulang

0
Petugas TPS saat lakukan penghitungan suara. (foto: istimewa)

KUTAI BARAT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mencatat ada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU).

Pasalnya, Bawaslu menemukan ada sejumlah pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT maupun DPTb ikut mencoblos pada Pemilu serentak 14 Februari 2024 lalu.

”Memang sepertinya ada potensi PSU. Karena dari hasil laporan Pengawas TPS, sementara ini ada satu kecamatan, tapi TPS-nya agak banyak yaitu Kecamatan Bentian Besar,” kata Ketua Bawaslu Kubar Lourensius kepada pewarta di Kutai Barat, Kamis (15/2/2024).

Louren mengaku, dalam laporan itu ditemukan bahwa ada beberapa pemilih asal luar daerah yang mencoblos menggunakan KTP dan tidak mengantongi surat pindah memilih.

Para pengawas TPS (PTPS) kata Louren sudah menyarankan agar pemilih yang hanya bawa KTP dan tidak terdaftar dalam DPT, tidak diberikan kesempatan mencoblos. Namun petugas KPPS tetap memasukan sebagai pemilih khusus.

”Mungkin KPPS itu persepsinya beda juga, pemahamannya dia bahwa yang KTP itu masuk DPK. Buktinya kan PTPS sudah menyampaikan, jangan diterima, tapi diterima oleh KPPS. Ketika kita terima informasi seperti itu maka kami sudah sarankan supaya kecamatan segera mengeluarkan rekomendasi untuk PSU,” jelas Louren.

Kondisi yang sama, lanjut Louren, juga terjadi pada sejumlah TPS di kecamatan lain. Namun sejauh ini belum ada laporan resmi ke Bawaslu kabupaten.

”Memang laporan globalnya belum kami terima di kabupaten tapi kalau catatan pemilih tidak terdaftar di kecamatan sudah kami terima. Makanya ini kami akan buat rekomendasi,” tandasnya.

Adapun kewenangan PSU, menurut Louren ada pada KPU. “Kami memang hanya buat rekomendasi nanti yang menjalankan PSU itu tergantung KPU-nya,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye mengatakan, kasus pemilih tidak terdaftar tetapi ikut mencoblos itu konsekuensinya adalah PSU. Jika benar-benar terjadi maka suka tidak suka harus pemilihan ulang.

“Ini sudah menjadi catatan, akan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dan ini kami sudah pastikan itu karena orang yang tidak berhak, tidak terdaftar dan tidak melapor datang maksa-maksa kemudian dilayani oleh kawan-kawan kami (KPPS) maka itu sudah pasti kategori pemungutan suara ulang,” ucap Arkadius.

Dia mengambil contoh di TPS 20 Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak yang sempat cekcok antara warga dan KPPS. Di mana warga ngotot ikut memilih pakai KTP tanpa surat pindah memilih, tetapi KPPS nya menolak memberi kesempatan mencoblos. Kondisi itu,kata Arkadius harus dipatuhi KPPS karena memang aturannya, pemilih harus terdaftar dulu baru ikut mencoblos di Pemilu 2024.

”Kalau berdasarkan catatan dari pengawas bahwa ada temuan orang yang harusnya bukan pemilih di situ atau tidak didaftarkan sebagai DPT atau sebagai DPK, dan DPK pun KTP-nya bukan orang di situ atau pindah memilih. Maka itu di dalam undang-undang Pemilu maupun PKPU dan juknis bahwa itu harus PSU. Cuma itu harus ada rekomendasi dari Bawaslu,” terang Hanye.

Arkadius menambahkan, rekomendasi Bawaslu untuk PSU harus sudah disampaikan paling lama 3 hari pasca pencoblosan.

Pewarta: Ichal
Editor : Nicha R

Implementasi SLP Pertama di SMPN 5, Usung Gotong Royong dan Peduli Sesama

0
Foto: Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar bersama tim pelaksana SLP SMPN 5 PPU (Nelly/ Radar Ibu Kota)

PPU – Pasca peluncuran Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), SMP Negeri 5 Penajam menjadi sekolah pertama yang melaksanakan kegiatan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila pada Kamis (15/2/2024).

Sekolah ini terletak Jalan Propinsi Km 16, Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam. Setiap siswanya diminta untuk mendata warga sekitar rumahnya yang kurang mampu dan berbagi makanan bergizi

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Linda Romauli Siregar mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. Melalui kegiatan berbagi ini akan muncul nilai gotong royong bersama semua elemen pendidikan, baik guru, siswa dan juga orang tua siswa.

“Orang tua juga membantu dalam kegiatan menumbuhkan nilai Pancasila ini,” terangnya.

Linda jelaskan paska peluncuran SLP ini, SMPN 5 Penajam merupakan sekolah pertama yang mengimplementasikan SLP ini. Pelaksanaan pertama ini sudah terlihat bagaimana semua elemen pendidikan bekerja sama dan berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan.

Hal ini sesuai dengan yang diharapkan. Namun, pihaknya tidak memaksakan semua sekolah yang telah bersepakat untuk melakukan hal yang sama. Semua sekolah dipersilahkan untuk melakukan sesuai dengan kemampuan.

“Sederhana sebenarnya, bisa saja dengan mengajak siswa nya bersih-bersih fasilitas publik,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 5 Penajam, Yaleswati mengatakan kegiatan ini melibatkan siswa dan orang tua siswa. Sebelum melakukan kegiatan para siswa mendata keluarga-keluarga yang membutuhkan di sekitarnya.

Selanjutnya, perwakilan orang tua siswa diajak terlibat. Walaupun hanya 5 orang per kelas untuk membantu siswa dalam mengolah makanan bergizi.

“Hal tersebut upaya tetap memandirikan siswa agar semuanya mau terlibat dalam mengolah makanan bergizi,” jelasnya.

Setelah mengolah makanan, Yaleswati mengatakan makanan tersebut dipacking dan dibagikan kembali kepada keluarga yang didata. Satu anak dapat membawa 5 sampai 10 pack. Bahkan bagi anak yang tidak mendapatkan data, para siswa diperbolehkan untuk membagikan ke panti asuhan ataupun di jalan.

Ia jelaskan pihaknya juga meminta para orang tua mengambil video dan foto saat penyerahan makanan tersebut. Hal itu upaya mengajak orang tua untuk bersama peduli pada kegiatan-kegiatan anaknya.

“SLP ini sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka, dimana menumbuhkan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.

Pewarta: Nelly Agustina
Editor: Nicha R