BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang masih memiliki keterbatasan tenaga dokter untuk menjalankan layanan endoskopi. Hingga kini, baru satu dokter yang memiliki kompetensi terverifikasi sebagai operator tindakan tersebut. Meski demikian, pelayanan tetap didukung tim keperawatan dan anestesi untuk memastikan prosedur medis berjalan sesuai standar keselamatan pasien.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengatakan tindakan endoskopi membutuhkan keterampilan khusus sehingga tidak dapat dilakukan oleh sembarang tenaga medis.
Menurutnya, dokter yang bertindak sebagai operator harus memiliki kompetensi sesuai jenis tindakan yang dilakukan. Kualifikasi tersebut menjadi salah satu persyaratan penting dalam penyelenggaraan pelayanan.
“Kalau untuk operator dokternya hanya satu saja yang punya kompetensi terverifikasi. Untuk dokter gigi sebagai pelaksana endoskopinya dibantu dengan tim keperawatan, sama dari tim anestesi untuk pembiusan. Tapi dokternya dokter gigi spesialis bedah,” jelas Suhardi, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan tindakan yang dimaksud melibatkan dokter gigi spesialis bedah sebagai operator, dengan dukungan tenaga kesehatan dari bidang lain.
Tim keperawatan bertugas membantu persiapan dan kebutuhan selama prosedur berlangsung. Sementara tim anestesi menangani pembiusan pasien sesuai kebutuhan tindakan.
Keterlibatan tenaga medis lintas bidang tersebut diperlukan karena prosedur endoskopi tidak hanya bergantung pada keterampilan dokter operator, tetapi juga kesiapan tim pendukung.
Suhardi menegaskan, kompetensi tenaga pelaksana menjadi perhatian rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan.
Selain penguasaan penggunaan peralatan, tindakan medis juga harus mengikuti prosedur yang berlaku untuk mengurangi risiko terhadap pasien.
Dengan ketersediaan satu dokter operator yang telah terverifikasi, RSUD Taman Husada tetap menjalankan layanan sesuai kemampuan tenaga medis dan dukungan fasilitas yang tersedia.
“Dengan dukungan tenaga medis tersebut, RSUD Taman Husada Bontang berupaya memastikan pelayanan endoskopi tetap berjalan dengan memperhatikan kompetensi tenaga pelaksana serta keselamatan pasien,” ungkapnya. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



