Menkeu Purbaya Soroti Praktik “Joki” Coretax, Sebut Ada Celah dalam Desain Sistem

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya praktik perantara atau “joki” dalam penggunaan sistem Coretax yang dinilai muncul akibat kelemahan desain.

Menurutnya, dalam sistem ekonomi, setiap celah berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.

“Kalau ada kesempatan, pasti ada yang masuk ke situ,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, baru-baru ini.

Purbaya mengungkapkan bahwa desain awal Coretax dinilai terlalu kompleks bagi masyarakat umum, sehingga mendorong munculnya pihak ketiga atau software interface yang menjembatani penggunaan sistem tersebut.

“Desainnya agak cacat, terlalu sulit dipakai orang biasa. Akhirnya ada joki yang meneruskan ke pengguna,” jelasnya.

Ia juga mengakui baru mengetahui adanya celah tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir. Menurutnya, struktur sistem yang terlalu cepat dan tidak optimal membuka ruang bagi pihak luar untuk masuk dalam proses.

“Seperti ada kelemahan yang membuat bisnis di tengah. Ini yang sedang saya bereskan,” tegasnya.

Purbaya memastikan pemerintah akan melakukan pembenahan agar sistem Coretax menjadi lebih sederhana, transparan, dan dapat diakses langsung oleh masyarakat tanpa perantara.

Pewarta/ Editor : Nicha R

READ  Bahlil Beberkan Strategi Negara Kuasai Tambang dan Antisipasi Harga Minyak
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img