TENGGARONG – Malam puncak Lanjong Art Festival 2025 di Ladang Budaya Tenggarong, Rabu (28/8/2025), tak hanya menutup rangkaian pertunjukan seni. Ia menjadi simbol bagaimana Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan diri dalam arus diplomasi budaya global.
Dengan mengusung tema “Habis Barat, Terbitlah Timur”, festival ini menegaskan posisi Kukar sebagai bagian penting dari pusat kreativitas Asia. Pertunjukan lintas negara mulai dari Brasil, Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Spanyol. Berpadu dengan talenta lokal, memperlihatkan pergeseran perhatian dunia ke arah timur.
Setiap sajian bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Musik, teater, dan kolaborasi lintas disiplin tampil sebagai medium yang menghubungkan Kukar dengan dunia. Penonton larut, seakan merasakan pesan yang menembus batas geografis dan budaya.
Dewan Pembina Yayasan Lanjong, Dedi Nala Arung, menekankan pentingnya festival ini sebagai ruang apresiasi yang bermakna. Bagi masyarakat Kukar, kehadirannya membuka akses langsung pada seni global tanpa harus keluar daerah.
“Festival ini kami rancang agar masyarakat tidak hanya menonton hiburan, tapi juga merasakan nilai tinggi dari setiap penampilan,” ungkapnya.
Rangkaian acara dalam enam hari penuh bukan sekadar pesta seni, melainkan momentum membangun kesadaran publik bahwa Kukar bisa menjadi pusat seni kontemporer Kalimantan. Dukungan komunitas, penonton, dan media menjadi bukti bahwa ekosistem seni di daerah ini terus tumbuh.
Penampilan Panji Sakti di malam terakhir menambahkan lapisan emosional yang memperkuat narasi festival yang menggaungkan seni adalah energi yang menyatukan. Kekuatan musik menjadi penutup yang memberi kesan mendalam, seolah mengikat semua penonton dalam satu pengalaman kolektif.
“Enam hari penuh bukan waktu yang singkat. Kehadiran penonton, dukungan komunitas, hingga kerja keras panitia, semuanya menjadi bagian penting dalam keberhasilan festival ini,” katanya.
Meski Lanjong Art Festival hanya hadir dua tahun sekali, Yayasan Lanjong menyiapkan agenda lain agar denyut seni tak pernah padam. Program ini diharapkan menjaga gairah masyarakat menikmati karya seni berkualitas secara berkesinambungan.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada media yang konsisten mengawal festival. Publikasi menjadi kunci agar gaung seni lokal menembus ranah nasional bahkan internasional.
“Peran media sangat penting. Tanpa publikasi, acara ini bisa saja lewat begitu saja. Kami sangat berterima kasih,” pungkasnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i


