Kukar Kokohkan Posisi Lumbung Pangan Kaltim, Panen Raya Padi di Mangkurawang Jadi Bukti

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan perannya sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur (Kaltim), melalui panen raya padi sawah milik Gapoktan Sidodadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pada Senin (8/9/2025).

Dalam sambutan bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang dibacakan oleh Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Fadianur Diani, mengatakan panen ini menjadi bukti nyata ketahanan pangan daerah meski para petani kerap menghadapi tantangan cuaca ekstrem hingga ancaman gagal panen.

“Profesi petani adalah profesi mulia. Mereka menyediakan pangan bagi masyarakat luas, meskipun sering harus berjuang menghadapi cuaca tak menentu hingga serangan hama,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pisat Statistik (BPS) Kaltim 2024, luas panen padi di provinsi ini mencapai 57.143 hektare, dan Kukar menyumbang 26.744 hektare atau 46,80 persen. Dari sisi produksi, Kukar bahkan menyumbang 115,10 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) atau 50,71 persen dari total produksi Kaltim.

Dengan kontribusi sebesar itu, Kukar diyakini bakal memegang peran strategis lebih besar saat Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi beroperasi. Diperkirakan, 4–5 juta penduduk akan bermigrasi ke wilayah IKN dan sekitarnya sehingga kebutuhan pangan akan meningkat drastis.

“Ini peluang sekaligus tantangan bagi Kukar. Kami dituntut menjadi penyangga utama pangan IKN,” jelas Ahyani.

Untuk memperkuat sektor pertanian, Pemkab Kukar menetapkan lima kawasan pertanian berbasis padi sawah dengan total luas 8.093 hektare, mulai dari Sebulu, Muara Kaman, Loa Kulu, Tenggarong, hingga Marangkayu.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pertanian terus dipacu, terutama irigasi, jalan usaha tani, hingga dukungan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Pemkab juga menggandeng TNI melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk percepatan pembangunan.

READ  Pemkab Kukar Dorong Pendidikan Kesetaraan, Bupati Serahkan 102 Ijazah di PKBM Pitri Karang Melenu

“Modernisasi pertanian terus kami dorong. Ada juga dukungan tenaga penyuluh pertanian swadaya dan akses modal tanpa agunan melalui Kredit Kukar Idaman (KKI),” kata Ahyani.

Namun ia mengakui, sejumlah kendala masih dihadapi, khususnya sistem pengairan. Sebagian besar sawah Kukar masih bergantung pada tadah hujan sehingga rawan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan.

“Kalau irigasi kita kuat, produktivitas bisa naik. Petani bisa menanam tiga kali setahun, dari yang sebelumnya hanya dua kali,” jelasnya.

Sebagai contoh, di Kelurahan Mangkurawang terdapat 239 hektar sawah fungsional dan 200 hektar lahan potensial dengan anggota kelompok tani lebih dari 300 orang. Potensi ini akan optimal bila sistem irigasi diperbaiki.

“Jika ini tercapai, kesejahteraan petani akan meningkat. Apalagi pemerintah pusat kini sudah membuat kebijakan serapan gabah dengan harga yang lebih layak bagi petani,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img