TENGGARONG – Di tengah kemeriahan pawai pembangunan dan budaya HUT ke-80 Republik Indonesia di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada Minggu (24/8/2025), Kecamatan Kembang Janggut tampil dengan narasi berbeda. Bukan sekadar menonjolkan seni dan hasil bumi, mereka menghadirkan konsep “Kompas Inovasi” sebagai simbol kecamatan yang bertransformasi menjadi pusat data dan pelayanan publik cerdas.
Rute sepanjang tiga kilometer dari Jembatan Repo-Repo hingga Taman Kota Raja menjadi panggung bagi rombongan Kembang Janggut untuk menampilkan ide besar ini. Dalam barisan mereka, tema “Kecamatan Tertib Data, Desa Maju Bersama” dikemas melalui konsep Rumah Satu Data, sejalan dengan misi ketiga Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan bahwa Kompas Inovasi adalah wajah baru pelayanan publik. “Misi ketiga pada program Dedikasi Pelayanan Publik Cerdas adalah menjadikan kecamatan sebagai pusat data dan informasi,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Kompas Inovasi bukan sekadar jargon, tetapi sistem yang membangun database sejak awal. Data itu mencakup berbagai aspek, mulai dari UMKM, forum anak, hingga kesenian tradisional seperti Hudoq, yang juga ditampilkan dalam parade kali ini.
“Kompas Inovasi adalah kompilasi data statistik yang kami kembangkan sebagai pusat rujukan. Dengan itu, setiap program dan kebijakan bisa lebih tepat sasaran karena berbasis data yang valid,” tambah Suhartono.
Tak berhenti di situ, Kembang Janggut juga menegaskan keterlibatan generasi muda. Salah satunya melalui pembentukan forum anak, yang saat ini masih dalam tahap diskusi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar.
“Kami ingin mendengarkan sekaligus mengembangkan apa yang menjadi keinginan anak-anak di Kembang Janggut. Anak-anak harus ikut menjadi bagian dari pembangunan,” pungkasnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


