Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Koalisi Indonesia Maju Susun Tim Pemenangan

KORANUSANTARA – Meski belum menetapkan nama bacawapres, Koalisi Indonesia Maju (KIM) mulai merumuskan platform visi-misi sekaligus tim pemenangan. Hal itu menjadi agenda utama dalam pertemuan para ketua umum partai KIM di DPP Golkar, Kamis malam, 14 September 2023.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi bakal calon presiden koalisi itu mengatakan, tim pemenangan mulai disusun. Hanya, belum bisa diputuskan dalam rapat perdana. Oleh karena itu, akan ada pembicaraan lanjutan. ’’Kita sudah sepakat bahwa kita akan ketemu lagi, tapi tentang tim pemenangan kita sedang susun ketua timnya,’’ ujarnya.

Dia menyebut, masih dibutuhkan komunikasi dengan beberapa tokoh yang dinilai cocok dan bersedia untuk membantu. ’’Kami tentunya akan sowan ke beberapa tokoh dan kami akan minta kesediaannya,’’ imbuhnya. Sementara terkait visi, Prabowo mengaku sudah menawarkan agenda yang diusung ke depan kepada anggota koalisi. Visi tersebut akan digodok bersama oleh para pakar dari masing-masing partai untuk didetailkan dalam program. Secara prinsip, visi itu berpatokan pada landasan yang sudah dicapai dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Capaian yang sudah baik, kata Prabowo, akan dipertahankan untuk meneruskan pembangunan bangsa.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menambahkan, setidaknya ada 12 fokus kebijakan. Namun, karena belum final, dia tidak bisa membeberkan lebih jauh. Hanya, Zulhas membocorkan salah satu fokus yang disasar adalah pemberantasan kemiskinan.  ’’Lima tahun saja kemiskinan habis. Selesai sama Pak Prabowo, insya Allah. Kesejahteraan yang baik akan menjadi dasar untuk mencapai target negara maju di 2045,” katanya.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menambahkan, selain urusan ekonomi dan pendidikan, dirinya mengusulkan pembenahan sistem politik, sistem pemerintahan, dan sistem hukum. ’’Khususnya pasca amandemen terjadi kesimpangsiuran jalannya negara kita, ini yang memang perlu kita bahas,’’ ujarnya.

Kemudian, pembangunan di bidang hukum untuk menjamin adanya kepastian bagi investasi. Selain itu, dia juga menyinggung penyelesaian permasalahan di Papua. Sebab, pihaknya khawatir, persoalan itu berkembang sebagai isu hak asasi manusia dan dimanfaatkan kekuatan internasional tertentu untuk memecah belah bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membeberkan kekuatan KIM berpotensi bertambah. Sebab, ada partai yang akan bergabung dalam waktu dekat. ’’Kita tunggu ada satu partai lagi dulu,’’ tuturnya.

Meski tidak menyebut siapanya, dia memberi petunjuk bahwa warna partai baru sama dengan salah satu warna partai yang ada di internal. Saat ini ada sejumlah partai yang belum menetapkan pilihannya. Yakni, Partai Demokrat, PKN, PSI, dan Partai Buruh.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga mengomentari sosok Ridwan Kamil (RK) yang kian didekati banyak tokoh. Dia menegaskan, RK sudah diplot untuk maju dalam Pilkada 2024. ’’Pak RK posisinya sebagai gubernur ya, oke,’’ kata dia. Untuk wilayahnya, nanti RK yang menentukan apakah di Jawa Barat atau DKI Jakarta. Namun, Airlangga menengarai RK akan ditempatkan di Jawa Barat.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular