Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kementerian ESDM Pastikan Progres Infrastruktur Kelistrikan di IKN Sesuai Rencana

JAKARTA – Belum lama ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Parada Hutajulu memastikan progres infrastruktur ketenagalistrikan di Ibu Kota Negara (IKN) dapat berjalan lancar dan sesuai rencana yang diharapkan.

Dikutip dari laman esdm.go.id pembangunan infrastruktur sumber tenaga listrik di Ibu Kota Negara (IKN) merupakan faktor penting yang bertujuan untuk mendukung berdirinya Ibu Kota Nusantara.

Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Parada Hutajulu bahwa pasokan listrik yang mempunyai nilai ramah lingkungan berbasis energi baru terbarukan akan menjadi Pioneer ketenagalistrikan di Ibu Kota Negara (IKN).

“Salah satu infrastruktur di IKN adalah ketenagalistrikan, oleh karena itu hal ini menjadi sangat penting, tanpa listrik tidak ada yang bergerak disana,” ujar Jisman Parada melalui keterangan resminya, di Jakarta.

Lebih lanjut, menurut beliau persiapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang dari hulu menuju hilir harus didetailkan terlebih dahulu penelitianya, bertujuan untuk mitigasi resiko terhadap munculnya suatu permasalahan agar segera bisa diakomodir.

“Harapannya kesiapan listrik sebagai salah satu infrastruktur pendukung utama terbentuknya IKN bisa segera dimatangkan sesuai dengan konsep yang diusung IKN,” ujar Jisman Parada.

Hambatan Sumber Tenaga Listrik di IKN
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman Parada Hutajulu berharap pada setiap permasalahan yang muncul terkait teknis dan standarisasi sumber tenaga listrik diharapkan dapat terselesaikan bersama antara PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan Kementerian atau Lembaga yang terkait.

Bertujuan untuk mengingatkan kewajiban pihak PT. PLN (Persero) agar segera melakukan progres yang ada secara periodik per tiga bulan.

“Saya berharap dengan kedatangan kami, terdapat laporan yang lebih khusus ke Menteri ESDM sehingga keraguan atau pengawasan terhadap pengembangan infrastruktur bisa berjalan dengan baik,” ujar Jisman Parada.

Dengan menindak lanjuti arahan dari Dirjen Ketenagalistrikkan, akhirnya Direktur Distribusi PT. PLN (Persero) Adi Priyanto, menjelaskan bahwa pihak PLN akan segera melaporkan secara khusus terkait kondisi terkini serta proyeksi kelistrikkan akan segera dilakukan hingga akhir tahun 2024 dan seterusnya yang sesuai arahan.

Direktur Distribusi PT. PLN (Persero), Adi Priyanto telah menyinggung terkait persiapan pihak PLN dalam mempersiapkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.

“Saat ini PLN telah mempersiapkan acara peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2024 dan sebelumnya acara peringatan HUT RI dilaksanakan akan ada beberapa kantor yang beroperasi pada Juli 2024 dan tentunya pasokan listrik harus dipersiapkan,”ungkap Direktur Distribusi PT. PLN, Adi Priyanto melalui keterangan resminya, di Jakarta.

Konsep forest smart city
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyatakan, bahwa PT. PLN melalui PLN Nusantara Power akan memberikan pasokan listrik yang berada di Ibu Kota Negara (IKN) dengan menggunakan konsep forest city yang pintar, indah serta ramah lingkungan.

Salah satunya, dengan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 50 MG yang akan dipergunakan sebagai aliran listrik di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) termasuk, saat melaksanakan apel Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.

“PLTS IKN bisa beroperasi tepat waktu dan bisa digunakan melistriki IKN saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sinkronisasi tahap pertama dengan kapasitas 10 MW telah berhasil dilakukan sesuai jadwal. Kami akan lanjutkan dengan sinkronisasi untuk 40 MW sisanya dan lakukan uji coba hingga nanti PLTS ini bisa beroperasi komersial melistriki IKN,” ujar Direktur Utama PLN Nusantara Powe Ruly.

PLTS  IKN 50 MW menjadi pionir pembangkit EBT di kawasan IKN. Peletakan batu pertama dilaksanakan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada November 2023.

Pembangit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini dibangun di lahan dengan luas 80 hektar (ha) dengan 21.600 panel surya dan mampu menggunakan tenaga kerja lokal sebanyak 337 pekerja. (JP/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular