Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kecanduan Judi Online Bisa Picu Gangguan Mental

KORANUSANTARA– Pengaruh hormon dan perubahan lingkungan memengaruhi kondisi emosional anak usia remaja. Selain itu, ada fakta bahwa depresi kerap dialami oleh remaja. Kementerian Kesehatan menyebutkan, 6,1 persen penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental.

Psikiater dr Khamelia Malik SpKJ menyampaikan, terdapat paradoks pada kesehatan remaja. Secara fisik, masa remaja merupakan periode paling sehat sepanjang periode hidup.

”(Namun), justru angka kesakitan dan kematian meningkat hingga 200 persen di masa remaja akhir ini,” ucapnya.

Fakta peningkatan angka kesakitan dan kematian pada remaja itu, menurut Khamelia, salah satunya karena ketidakmampuan dalam mengendalikan perilaku dan emosi. Peran orang tua atau orang dewasa penting di sekitar anak.

”Orang tua ataupun guru perlu membantu untuk mengevaluasi risiko dan mengantisipasi konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil remaja,” ucapnya.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah mengalihkan perhatian dan energi ke aktivitas yang lebih sehat. Dengan cara ini, kesehatan mental juga terjaga.

Perkembangan teknologi juga dapat memengaruhi kondisi kejiwaan manusia. Salah satunya, ketergantungan terhadap judi online.

Kepala Departemen Kesehatan Jiwa Universitas Indonesia-RSCM dr Kristiana Siste SpKJ mengatakan, faktor lingkungan menyebabkan seseorang untuk ikut main judi online. Tapi, menurut dia, faktor internal akan memengaruhi ketergantungan atau tidak.

Dia mengungkapkan, ada penelitian usia 18 sampai 25 tahun merupakan usia terbanyak melakukan judi online. ”Kami pernah dapat kasus yang merupakan peralihan dari game online ke judi online. Ini remaja,” ujarnya.

Menurutnya, ada hal yang sama dalam game dan judi, yakni soal gambling. Perilaku adiksi itu bisa tumbuh saat remaja. ”Remaja itu merupakan usia kritis untuk adiksi perilaku,” jelasnya. (*)

 

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular