Kabut Asap Selimuti Kota Banjarbaru, Diduga Dampak Karhutla

BANJARBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul di kawasan Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (24/7/2025) dini hari.

“Saya kira embun, namun aromanya menyengat seperti asap kebakaran, awalnya saya kira embun,” kata salah satu pengendara yang melintas, Muhammad Rifki.

Rifki yang melintas di Jalan Ahmad Yani itu, mengaku melihat kabut asap tampak jelas di kawasan Jalan Ahmad Yani Landasan Ulin Barat tersebut. Sementara di kawasan lain setelah melintas 3 kilometer, asap tidak begitu terlihat jelas.

Sebelumnya, pada Kamis (24/7) sore, karhutla terjadi di Kecamatan Landasan Ulin, sekitar enam kilometer ke arah selatan tepatnya di areal Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarbaru.

Selai itu, karhutla juga terjadi di Pengayuan, Landasan Ulin Selatan, sekitar tujuh kilometer dari titik kabut asap yang muncul di Jalan Ahmad Yani Banjarbaru.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada dua titik tersebut.

Anggota Tenaga Kebencanaan (TKB) BPBD Kalsel Muhammad Rijali di Banjarbaru, Kamis (24/7), mengatakan informasi karhutla di Landasan Ulin Selatan diterima sekitar pukul 14.16 WITA, sedangkan di Landasan Ulin Tengah sekitar pukul 14.41 Wita.

“Petugas BPBD Banjarbaru mampu menangani karhutla dengan cepat di Landasan Ulin Selatan, sementara petugas gabungan kota dan provinsi masih menangani di Landasan Ulin Tengah tepatnya di kawasan Kampus UIN Antasari,” ujar dia.

Pantauan di lapangan, kabut asap di Jalan Ahmad Yani tersebut dengan sebaran asap di jalan sekitar empat kilometer. Jika melintas menuju ke arah Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar 4,5 kilometer, asap tidak begitu terlihat di kawasan bandara.

READ  Bebas Bersyarat, Jessica Kumala Wongso Keluar dari Penjara

Kabut tersebut tercium dengan aroma menyengat seperti asap yang bersumber dari kebakaran. Kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran lahan yang terjadi sehari sebelumnya, yang berada di kawasan bagian selatan munculnya kabut asap itu. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img