Kabut Asap Ganggu 3 Bandara Kalimantan, Sepinggan Balikpapan Tetap Beroperasi Normal

BALIKPAPAN – Operasional Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dipastikan tetap normal meskipun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang di tiga bandara regional lainnya di Kalimantan lainnya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sepinggan Iwan Winaya Mahdardi Balikpapan, Kaltim, Kamis (20/8/2026), mengatakan gangguan jarak pandang akibat asap karhutla saat ini terjadi di tiga bandara Regional VI, yaitu Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

“Gangguan muncul pada pagi hari ketika asap masih tebal, lalu kembali normal setelah pukul 09.00 waktu setempat,” katanya.

Meski kondisi di Bandara Sepinggan aman, ia menjelaskan bahwa keterlambatan penerbangan dari bandara yang terdampak asap berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap jadwal lanjutan menuju atau dari Balikpapan, sehingga langkah antisipasi tetap dilakukan.

Hingga saat ini, belum ada gangguan signifikan maupun pembatalan penerbangan di Bandara Sepinggan akibat asap karhutla.

Jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan berada di atas batas minimum operasional sehingga seluruh aktivitas penerbangan berlangsung tanpa hambatan.

Kondisi geografis Bandara Sepinggan yang memiliki landasan pacu menghadap laut serta kawasan sekitar yang bersih dari pembukaan lahan, dinilai turut membantu menjaga stabilitas jarak pandang dibandingkan bandara lain di Kalimantan.

Terkait prosedur keselamatan, dalam dunia penerbangan batas minimum jarak pandang ditentukan oleh aturan terbang yang digunakan.

Untuk penerbangan visual (VFR), jarak pandang minimum umumnya sekitar 5 kilometer. Sementara untuk penerbangan instrumen (IFR), pesawat dapat mendarat pada jarak pandang ratusan meter dengan bantuan alat seperti Runway Visual Range (RVR).

Iwan menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengantisipasi perluasan dampak karhutla pada masyarakat maupun transportasi udara.

READ  Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro Memaparkan Capaian Positif Tahun 2023

Langkah antisipasi sejak dini disiapkan, termasuk menghadapi potensi musim kemarau panjang.

Salah satu opsi yang disiapkan pemerintah jika kondisi memburuk adalah rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang hujan dan menekan risiko kebakaran lahan.

Saat ini, pemantauan cuaca dan kualitas udara di Bandara Sepinggan terus dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan operasional penerbangan. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img