Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jadi Tetangga IKN, Tarakan Defisit Listrik 3,5 MW

JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan di Tarakan Kalimantan Utara mengalami defisit listrik pada Senin (8/1). Tarakan berjarak sekitar 985 km dari IKN yang sekarang sedang dibangun dan digadang-gadang akan menjadi kota pintar pertama di Indonesia.

“Per hari ini jam 3 sore, masih ada yang satu, defisit di Tarakan dan satu lagi (statusnya) siaga di Jayapura,” kata Ida saat konpers penutupan Posko Nasional ESDM Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, di Kantor BPH Migas, Senin (8/1/2024).

Pada kesempatan yang sama, EVP transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Erwin Ansori, menjelaskan penyebab Tarakan hari ini mengalami defisit listrik karena adanya gangguan pembangkit listrik.

“Kita memang kondisi hari ini defisit di Tarakan. Daya pasok itu sekarang posisinya di 43 MW. Tarakan tidak terlalu besar. Per hari ini beban puncak diperkirakan di 46 MW. Jadi kita ada defisit sekitar 3,5 MW atau minus 7,5 persen,” terang Erwin.

Sementara di Jayapura yang kondisinya siaga, daya pasok listriknya mencapai 96,7 MW dengan beban puncak sebesar 87,40 MW. Erwin mengatakan pembangkit listrik PLTB di Jayapura ada yang sedang maintenance, namun masih mampu memasok listrik sehingga tak terjadi defisit di sana.

“InsyaAllah kalau Jayapura enggak ada pemadaman. Kalau untuk di Tarakan hari ini defisit. Ini disebabkan gangguan di pembangkit. Di Tarakan gangguan pembangkit itu pembangkit yang enggak siap itu PLTN Tarakan sebesar 3,5 MW ada gangguan di compressor-nya,” tutur Erwin.

Adapun Ida Nuryatin Finahari juga melaporkan kondisi kelistrikan pada 25 Desember 2023 atau saat perayaan Hari Natal 2023, 23 sistem dalam kondisi normal dan 1 sistem dalam kondisi siaga yakni di Lombok. Secara nasional, rincian Daya Mampu Pasok (DMP) nasional sebesar 42.796,50 MW dan Beban Puncak (BP) sebesar 36.087,76 MW.

Kemudian, kondisi kelistrikan pada 1 Januari 2024 atau saat perayaan Tahun Baru 2024, yaitu 23 sistem dalam kondisi normal dan 1 sistem dalam kondisi defisit, yakni tetap di sistem Lombok. Rincian Daya Mampu Pasok (DMP) nasional sebesar 43.276,78 MW dan Beban Puncak (BP) sebesar 34.981,78 MW.

“Jadi kemarin-kemarin sempat ada yang defisit tapi saat ini sudah normal meskipun beberapa ada yang siaga. Kemarin di Sulawesi Bagian Selatan karena ada kekurangan di PLTA posko dan sekarang kondisi sudah normal,” ujar Ida. (Kum/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular