Inovasi Gas Metan dari Tumpukan Sampah Jadi Energi Masak Warga Sekitar TPA Bekotok

TENGGARONG – Dari tumpukan sampah yang biasanya identik dengan bau tak sedap, kini muncul sumber energi baru bagi warga Kutai Kartanegara (Kukar). Gas metan hasil timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok, Tenggarong, kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar dapur oleh warga sekitar.

Program inovatif ini digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, yang berhasil mengubah limbah menjadi energi ramah lingkungan. Melalui program bertajuk Pemanfaatan Gas Metan di Area Timbunan Sampah (Mantan Terindah). DLHK Kukar mulai menyalurkan gas metan ke rumah-rumah warga di sekitar TPA.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan gas metan ini masih dilakukan secara sederhana dengan sistem tradisional. Meski begitu, hasilnya sudah dirasakan langsung oleh warga.

“Gas metana ini bisa digunakan untuk memasak. Sekarang sudah ada sekitar lima rumah yang memanfaatkan gas tersebut,” kata Irawan, Selasa (14/10/2025).

Gas metan dialirkan melalui pipa sederhana dari area timbunan sampah ke rumah warga di ring satu TPA Bekotok. Selain rumah tangga, sejumlah warung juga mulai memanfaatkannya untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Selama ini masyarakat bisa terbantu, walaupun masih sistem tradisional. Tekanan gasnya belum stabil, jadi belum bisa disalurkan lebih jauh,” jelasnya.

Program ini telah berjalan sekitar satu tahun setengah sejak pengelolaan TPA Bekotok resmi dilimpahkan ke DLHK Kukar. Hasil uji lapangan menunjukkan potensi besar: ada 26 kepala keluarga yang bisa menikmati energi alternatif ini jika sistem distribusinya diperkuat dan tekanan gasnya distabilkan.

“Kita berharap nanti ada pihak perusahaan yang bisa membantu dari sisi teknologi dan keamanan. Misalnya sistem pengaturan tekanan gasnya agar lebih aman digunakan,” ujarnya.

READ  Peluang Sektor Perikana, Produksi Ikan di Desa Embalut Capai 2 Ton Per Hari

Menurut Irawan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk memperluas manfaat program ini. Ia mencontohkan praktik serupa di Balikpapan, di mana pengelolaan gas metan dari TPA berhasil berkembang melalui dukungan perusahaan lewat program CSR lingkungan.

“Kami ingin memanfaatkan gas metan ini lebih luas, tidak hanya untuk masyarakat sekitar TPA,” tutup Irawan.

Langkah DLHK Kukar ini menjadi simbol inovasi hijau daerah, sekaligus wujud nyata dari transformasi pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dari timbunan limbah menjadi sumber energi, TPA Bekotok kini menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan juga bisa menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img