Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harga Beras Meroket, Mendag Minta Masyarakat Beralih ke Beras Bulog

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta masyarakat untuk sementara waktu beralih konsumsi dari beras premium ke beras Bulog program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Permintaan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Zulhas ini karena tingginya harga jual beras di pasaran. Belum lagi belakangan ini banyak toko-toko ritel modern yang enggan menjual beras premium hingga terjadi kelangkaan stok.

“Jadi saya berharap masyarakat beralih ke (beras) SPHP, karena kalau premium kan barangnya lagi naik dan barangnya juga tidak sesuai dengan yang diperlukan (tersedia di ritel),” kata Zulhas kepada wartawan di Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2024).

Menurut Zulhas dengan adanya peralihan konsumsi masyarakat ke beras SPHP Bulog, ketersediaan stok beras premium yang saat ini mengalami perlambatan produksi menjadi cukup.

Kondisi ini juga dinilai secara perlahan dapat menurunkan harga jual beras premium karena adanya keseimbangan antara jumlah produksi melambat dengan permintaan pasar saat jika benar terjadi penurunan.

“Jadi kalau beralih ke SPHP, saya kira (stok beras) premium itu akan menjadi cukup ya, karena sebagian bisa dipasok oleh beras SPHP dari Bulog,” terang Zulhas lagi.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Zulhas sudah memaparkan penyebab tingginya harga beras saat ini hingga terjadi kelangkaan di toko-toko ritel modern.

Ia menjelaskan harga beras saat ini mengalami kenaikan karena adanya keterlambatan panen akibat el-nino kemarin. Kondisi inilah yang kemudian membuat suplai beras mengalami keterlambatan dan secara otomatis harga jual menjadi naik.

“Beras premium memang suplainya itu agak melambat, panen kita kan mundur. Karena suplainya melambat, harganya naik,” jelasnya.

Kenaikan harga ini jugalah yang menurut Zulhas menjadi penyebab utama banyak ritel yang enggan menyetok beras premium di toko-toko mereka.

Sebab sekarang ini harga beli beras premium dari pemasok berada di kisaran Rp 72-80 ribu per 5 kg. Padahal HET atau harga jual beras premium tertinggi yang bisa dikenakan retail masih di kisaran Rp 69,5 ribu per 5 kg.

“Ini (retail) nggak ngambil karena premium itu harganya tinggi, harganya kan tinggi premium ya. Tadi ada yang Rp 72 ribu per 5 kilo, ada yang Rp 80 ribu, sementara itu HET masih Rp 69,5 ribu,” paparnya.

“Ngambilnya (retel beli dari pemasok) ada Rp 72 ribu, ada yang Rp 75 ribu, maka retail modern tidak menjual (beras) premium,” tegas Zulhas lagi. (Dtk/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular