
BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengajak seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau untuk menggali dan mengembangkan potensi sumber daya alam serta sektor unggulan lainnya guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dikatakannya, Kabupaten Berau memiliki 100 kampung yang masing-masing menyimpan potensi lokal yang besar. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat menjadi nilai tambah ekonomi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita punya 100 kampung dan 10 kelurahan. Dengan potensi yang ada, produk-produk unggulan yang dimiliki setiap wilayah bisa menjadi sumber ekonomi baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi sumber daya alam yang selama ini diandalkan, seperti tambang, bersifat tidak terbarukan dan suatu saat akan habis. Untuk itu, ia mendorong pemerintah kampung untuk mulai beralih dan fokus pada potensi lain yang lebih berkelanjutan.
“Sumber daya tambang pasti akan habis. Tapi kita punya kekayaan lain yang bisa terus dikembangkan, seperti sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian,” terangnya.
Salah satu contoh kampung yang dianggap berhasil dalam pengelolaan potensi lokal adalah Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. Kampung ini dinilai sukses mengembangkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sehingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Kampung Dumaring menjadi contoh nyata. Mereka kemarin ikut lomba desa tingkat provinsi Kalimantan Timur dan alhamdulillah meraih juara dua,” ungkapnya.
Selain sektor pariwisata, Bupati juga menekankan potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas kakao. Ia menyebutkan bahwa Berau memiliki salah satu kakao terbaik di Indonesia, dan perlu dikembangkan.
“Potensi kakao kita sangat luar biasa. Ini saya harapkan bisa menjadi perhatian pemerintah kampung. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (adv/srn/set)


