Dari Sawit hingga Vaksin TBC, Mendiktisaintek Ungkap Program Strategis Hasil KSTI 2025 Sudah Berjalan

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan berbagai program strategis hasil kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi yang dirintis sejak Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 kini telah memasuki tahap implementasi di sejumlah kementerian.

Hal itu disampaikan Brian saat membuka Sarasehan Kebangsaan dalam rangka KSTI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).

Menurut Brian, forum KSTI tidak berhenti pada diskusi ilmiah, tetapi telah menghasilkan kerja sama konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung percepatan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden.

“Beberapa program yang telah berjalan sejak KSTI 2025 menunjukkan bahwa perguruan tinggi telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional,” ujarnya.

Brian menjelaskan, di sektor pertanian, perguruan tinggi bersama Kementerian Pertanian telah mengembangkan bibit dan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menggantikan komoditas yang selama ini masih bergantung pada impor.

Di bidang lingkungan hidup dan energi, kolaborasi dilakukan melalui pengembangan teknologi pengolahan sampah, riset bensin berbasis sawit, pengembangan pompa listrik, hingga kajian pembangkit listrik berkapasitas 100 megawatt bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, di sektor kesehatan, para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dilibatkan dalam pengembangan vaksin tuberkulosis (TBC), penguatan industri farmasi nasional, serta pengembangan alat kesehatan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

Kontribusi akademisi juga diperluas pada sektor kelautan dan perikanan melalui riset industri garam dan pengembangan kapal nelayan listrik.

Di bidang perumahan dan pembangunan kawasan, perguruan tinggi terlibat dalam penyusunan konsep desain kawasan permukiman bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Selain itu, kampus juga dilibatkan dalam pengembangan industri strategis nasional di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan.

READ  BGN Kebut Verifikasi 17 Ribu Calon SPPG, Perketat SOP Makanan Bergizi Gratis

Brian mengatakan, keterlibatan lintas disiplin tersebut menjadi bukti bahwa hasil riset di perguruan tinggi mulai diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata pembangunan nasional.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam menghasilkan inovasi yang dapat langsung diimplementasikan di berbagai sektor.

Pada akhir pelaksanaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama para peserta akan merumuskan pola kontribusi perguruan tinggi guna mempercepat pelaksanaan agenda prioritas nasional.

“Kami berharap hasil sarasehan ini dapat memperkuat transformasi bangsa melalui kolaborasi sains, teknologi, industri, dan perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Brian.

KSTI 2026 berlangsung selama 26–28 Juni 2026 dan diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, serta dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi wadah konsolidasi peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pembangunan berbasis riset dan inovasi.

Pewarta/ Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img