
BERAU – Ancaman limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Seiring meningkatnya pelayanan dan fasilitas kesehatan, potensi limbah medis juga bertambah sehingga perlu dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan maupun membahayakan kesehatan masyarakat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Jika limbah medis tidak ditangani sesuai aturan, dampaknya bisa merusak ekosistem sekaligus mengancam keselamatan manusia,” ujarnya.
Dikatakannya, Pemkab Berau berkomitmen mendukung pengelolaan limbah B3 sesuai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Menurutnya, pengelolaan limbah yang aman dan berkelanjutan adalah tanggung jawab moral bagi generasi mendatang agar Berau tetap maju sekaligus lestari.
Bupati Sri juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk membangun budaya sadar lingkungan.
“Kami berharap seluruh pihak semakin peduli dalam mengelola limbah B3, demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat Berau,” pungkasnya. (adv/srn/set)


