BONTANG – Aktivitas antar-jemput pasien di RSUD Taman Husada Bontang masih terpusat di depan lobi gedung utama. Belum tersedianya area khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang membuat kendaraan pengantar, penjemput, serta pasien yang menunggu berkumpul di lokasi yang sama. Meski kondisi tersebut terjadi hampir setiap hari, manajemen rumah sakit mengaku belum memiliki rencana khusus untuk menata atau memindahkan titik antar-jemput pasien.
Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Muhammad Hatta, mengatakan area depan lobi masih menjadi satu-satunya lokasi utama yang digunakan untuk aktivitas tersebut.
Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala dalam menyediakan tempat alternatif, terutama untuk memisahkan kendaraan yang hanya menurunkan pasien dengan kendaraan yang datang menjemput.
“Untuk sekarang belum ada tempat lain, jadi pusatnya masih di depan lobi situ. Yang penting tidak macet saja, apalagi bagi pengantar yang mengantar jemput pasien pun, tidak bakal lama berhenti di depan pintu gedung utama,” ujar Hatta, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas pelayanan rumah sakit turut memengaruhi kepadatan di kawasan lobi. Pasien yang telah selesai menjalani pemeriksaan maupun pengobatan kerap menunggu kendaraan penjemput di sekitar pintu masuk gedung utama.
Pada saat bersamaan, kendaraan lain datang untuk mengantar pasien sehingga aktivitas naik-turun penumpang berlangsung di titik yang sama.
Hatta mengatakan pihak rumah sakit masih mengandalkan pengaturan kendaraan agar tidak berhenti terlalu lama di depan lobi.
Pengantar maupun penjemput diharapkan segera meninggalkan area tersebut setelah pasien turun atau naik kendaraan sehingga tidak menghambat arus lalu lintas di lingkungan rumah sakit.
Namun, hingga kini belum tersedia lokasi khusus yang dapat digunakan pasien untuk menunggu jemputan di luar kawasan pintu utama.
Keterbatasan lahan parkir juga menjadi tantangan dalam pengaturan kendaraan, terutama ketika jumlah pasien dan pengunjung meningkat.
Sebagai gambaran, RSUD Taman Husada Bontang sebelumnya mencatat kunjungan pasien rawat jalan mencapai sekitar 400 hingga 500 orang setiap hari. Tingginya kunjungan tersebut turut menambah aktivitas kendaraan di kawasan rumah sakit.
Meski belum memiliki area antar-jemput khusus, Hatta memastikan fasilitas untuk pengguna layanan penyandang disabilitas telah disediakan secara terpisah.
“Memang untuk yang disabilitas sudah ada tempatnya sendiri, hanya saja untuk pusat lokasi penurunan pasien belum ada,” jelasnya.
Ia mengakui pihak rumah sakit belum menyiapkan tahapan maupun rencana pembangunan fasilitas khusus untuk memisahkan aktivitas antar-jemput dari area lobi utama.
“Sejauh ini pun kami belum ada rencana dan tahapan untuk itu,” bebernya. (Dwi/Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S



