BONTANG – Rencana pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada Bontang mulai memasuki tahapan lanjutan. Setelah pengurusan Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) rampung pada 2026, manajemen rumah sakit kini bersiap melanjutkan proses perencanaan. Namun, realisasi pembangunan fisik masih harus menunggu kepastian anggaran, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber pendanaan lainnya.
Gedung baru tersebut direncanakan berdiri di area bawah kawasan RSUD Taman Husada, tepatnya di sebelah Gedung Bengkirai. Kawasan rumah sakit yang menjadi lokasi pengembangan memiliki luas lahan sekitar 10 hektare.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengatakan penyelesaian Amdalalin menjadi salah satu perkembangan penting dalam persiapan pembangunan Gedung C.
Saat ini, pihak rumah sakit melanjutkan tahapan perencanaan sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi sebelum proyek dapat memasuki proses pembangunan fisik.
“Untuk Amdalalin sudah semua kami urus di tahun ini, sudah selesai. Sekarang tinggal tahapan selanjutnya, yakni tahapan perencanaan untuk pembangunan Gedung C,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Suhardi, rampungnya Amdalalin belum berarti seluruh persyaratan pembangunan telah terpenuhi. Manajemen rumah sakit masih harus menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sekaligus mematangkan perencanaan proyek.
Amdalalin merupakan kajian untuk mengetahui dan mengantisipasi dampak suatu pembangunan terhadap kondisi lalu lintas di sekitarnya. Kajian ini diperlukan terutama pada fasilitas pelayanan publik yang memiliki aktivitas keluar masuk kendaraan cukup tinggi, seperti rumah sakit.
Selain penyelesaian administrasi, persoalan pendanaan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kapan pembangunan Gedung C dapat dimulai.
Suhardi mengungkapkan, pihaknya masih menunggu kepastian sumber pembiayaan. Anggaran pembangunan berpeluang berasal dari APBD maupun sumber pendanaan lain yang memungkinkan sesuai ketentuan.
“Kedua, terkait anggaran pastinya sangat disiapkan secara matang. Kami masih menunggu terkait permasalahan anggaran, entah dari APBD atau sebagainya. Semoga cepat ada anggarannya,” katanya.
Hingga kini, pihak RSUD belum menyampaikan besaran kebutuhan anggaran pembangunan Gedung C maupun jadwal pasti dimulainya pekerjaan fisik.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang.
Berdasarkan data yang sebelumnya disampaikan manajemen rumah sakit, jumlah kunjungan sepanjang 2024 tercatat sekitar 414 ribu dan meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025. Artinya, terdapat kenaikan sekitar 91 ribu kunjungan atau hampir 22 persen dalam setahun.
Sementara itu, jumlah pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan setiap hari mencapai sekitar 400 hingga 500 orang, belum termasuk pasien rawat inap dan keluarga pendamping.
Tingginya aktivitas tersebut turut meningkatkan kebutuhan fasilitas penunjang, mulai dari ruang pelayanan, ruang tunggu, hingga akses kendaraan dan area parkir.
Manajemen RSUD sebelumnya juga mengakui keterbatasan kapasitas parkir menjadi salah satu persoalan yang dihadapi rumah sakit. Pada waktu tertentu, kendaraan pengunjung bahkan terpaksa parkir di luar kawasan karena lahan yang tersedia sudah penuh.
Karena itu, pengembangan fasilitas rumah sakit perlu memperhatikan kebutuhan pelayanan medis sekaligus penataan sarana pendukung agar aktivitas pasien dan pengunjung dapat berlangsung lebih tertib.
Meski lokasi pengembangan Gedung C telah direncanakan di sebelah Gedung Bengkirai, pihak RSUD masih harus menuntaskan tahapan perencanaan dan memastikan ketersediaan anggaran sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.
Suhardi berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga rencana penambahan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang segera terealisasi. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



