Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Adaptasi Konsep Pembangunan IKN, Paviliun Indonesia Sabet Gelar Terbaik dalam SIAM Meknes ke-16 di Maroko

JAKARTA – Dalam ajang pameran berkelas internasional Salon International de l’Agriculture au Maroc (SIAM) Meknes ke-16 yang digelar di Meknes, Maroko pada 22-28 April 2024, nama Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan meraih predikat Paviliun Internasional Terbaik.

“Berdasarkan penilaian penyelenggara SIAM Meknes 2024, Paviliun Indonesia dinyatakan sebagai salah satu paviliun internasional terbaik karena desain yang unik dengan mengadaptasi konsep pembangunan IKN,” ungkap  Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Sopar Halomoan Sirait dalam keterangannya dikutip Event Nusantara, Rabu (24/4/2024).

Namun di balik keberhasilan Indonesia dalam meraih prestasi ini, tentunya tak lepas dari keterlibatan GP Production yang turut serta dalam mendesain dan membangun booth Paviliun Indonesia di ajang SIAM Meknes 2024.

Pimpinan GP Production, Indra Kuswara mengungkapkan bahwa dengan mengusung konsep IKN ini memang diakui mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung sejak awal pameran dibuka. Bahkan, dari pihak panitia pun tak jarang mengunjungi Paviliun Indonesia hanya sekadar untuk berswafoto (selfie).

“Pertama, dengan segala perjuangan yang kita lakukan akhirnya kita berhasil mendapat predikat booth terbaik di dalam pameran tingkat internasional ini. Tentunya ini menjadi nilai plus juga bagi kami,” terang Indra saat dihubungi Event Nusantara, Jumat (26/4/2024).

Diakui, ini bukanlah kali pertama GP Production terlibat dalam event eksibisi berkelas internasional. Hanya saja, event kali ini bisa dikatakan “modal nekat”. Ya, kata Indra, keterlibatannya dalam event sebesar ini hanya membutuhkan persiapan singkat dalam waktu 1 bulan. Dalam proses instalasi, dirinya juga dibantu dengan beberapa petugas dari pihak panitia dan mahasiswa sebagai penerjemah.

“Ini memang modal nekat, diajak dadakan oleh Kemenperin. Hanya persiapan 1 bulan dan tim dari Jakarta hanya berdua bareng istri saja. Istri saya menghandle perlengkapan di bidang hospitality, logistik, menyambi fotografer, catering, transportasi dan hotel. Sedangkan saya fokus di bidang teknisi, show director, engineer, bahkan termasuk menyiapkan projector sampai instalasi booth ini juga,” tutur Indra.

“Karena ternyata event ini bukan hanya sekadar pameran saja, tetapi juga ada business forum. Jadi kita benar-benar berkoodinasi dengan Kemenperin, KBRI, Panitia Official di sini, dan tim production,” sambung Indra.

Dengan waktu persiapan dan personel tim yang minim, Indra mengatakan sejauh ini semuanya berjalan lancar. Meskipun, sejak awal pameran sempat mengalami masalah dalam proses pengiriman kargo yang tertahan di Dubai selama 2 hari.

“Saat hari pertama pameran, seluruh peserta dari Indonesia hanya menampilkan produk yang bisa dibawa atau hand carry saja. Dan Alhamdulillah, kargo kami sudah sampai semua hari ini (Jumat, red),” serunya.

Sempat dijelaskan, pameran ini berpotensi meningkatkan akses pasar produk alsintan lokal, mengingat Maroko merupakan negara hub perekonomian di Afrika, serta menjadi salah satu gerbang perdagangan dengan Eropa.

Lebih jauh Indra menambahkan, desain dan tata letak yang terdapat di Paviliun Indonesia itu dengan menjadikan tampilan IKN yang berada di tengah-tengah dan dikeliling oleh meja-meja yang diisi oleh para tenant dari Indonesia. Tenang-tenant tersebut adalah 12 perusahaan yang diboyong oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Adapun 12 tenant atau peserta yang telah lolos proses kurasi, yakni PT Golden Agin Nusa, PT CBA, PT Indobaja Prima Murni, PT D-Prix, PT Berkat Iman Mesin, PT Star Metal, PT Liga Landak Makmur, GENPRO, PT Cipta Agri Nusantara, PT Phonna Raya, PT Bahagia Jaya Sejahtera, dan CV Mandiri Garlica Pratama.

“Kita diuntungkan diletakkan di hall internasional. Padahal ukuran kita juga tidak terlalu besar, tapi kita kemas dengan tampilan yang cantik. Sampai security dan tamu-tamu pun sering foto-foto di booth kita. Memang sengaja kita bikin ada 2 dinding yang bisa dijadikan photobooth dan tampilannya instagramable banget,” serunya.

Dalam keterangan resminya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Hasrul Azwar menyatakan bahwa Maroko memiliki potensi kerja sama dengan Indonesia dalam bidang alat mesin pertanian, mengingat Maroko menjadikan aktivitas agrikultur sebagai kontributor utama dalam pertumbuhan ekonominya.

”Melalui forum ini diharapkan dapat terjalin kemitraan antara pelaku bisnis Indonesia dengan Maroko, terutama dalam bidang alat mesin pertanian, sebagai bagian dari partisipasi Indonesia pada SIAM Meknes 2024, yang merupakan pameran pertanian terbesar di Afrika,” terang Hasrul.

Sementara itu, Driss Benomar selaku President of Economic Intelligence Commission CGEM memandang Indonesia sebagai sahabat dekat, mengingat kedua negara mayoritas penduduknya beragama Islam, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Forum bisnis ini menjadikan ikatan kerja sama kedua negara menjadi lebih erat, dan CGEM siap bekerjasama dengan Indonesia melalui KBRI di Rabat, untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan ekonomi,” tuturnya.

Secara umum, ia melihat tidak ada hambatan perdagangan Maroko dengan Indonesia. “Jadi, itu menjadi sebuah kesempatan besar dalam menjalin kolaborasi kedua negara yang akan terus meningkat di masa mendatang,” imbuhnya.

CGEM pun menyatakan terkesan dengan paparan yang disampaikan oleh perusahaan alat mesin pertanian Indonesia. Sejumlah produk yang diperkenalkan sesuai dengan kultur pertanian Maroko, seperti electric sprayer, drone, smart irrigation system, serta alat pra-panen dan pasca-panen. Produk-produk tersebut akan diinformasikan kepada para anggota CGEM untuk seterusnya diharapkan terdapat jalinan kerja sama yang berkelanjutan. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular