Program 100 Ribu Petani Tangguh Kukar Mulai Berjalan, 32 Ribu Orang Jadi Target Penerima

TENGGARONG – Program 100 Ribu Petani, Nelayan dan Peternak Tangguh mulai dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Dalam pelaksanaannya, program unggulan ini menargetkan 32.000 penerima manfaat selama lima tahun melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta bantuan sarana dan prasarana produksi.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mulai merealisasikan sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan petani dan peternak hingga bantuan fisik untuk mendukung usaha pertanian dan peternakan.

Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha sektor pertanian, tetapi juga memperkuat fasilitas pendukung agar produktivitas dapat berkembang.

“Kalau target kita itu 32.000 orang. Jadi ini sedang berjalan. Ada yang peningkatan SDM, ada yang bantuan fisik dan lain sebagainya,” ungkap Rifani.

Salah satu upaya yang telah berjalan adalah peningkatan kapasitas SDM melalui kegiatan pelatihan. Distanak Kukar melalui bidang penyuluhan secara rutin memberikan pembinaan kepada petani dan peternak.

Untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut, Distanak juga menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku sektor pertanian.

Selain pelatihan, pemerintah daerah menyiapkan bantuan fisik bagi kelompok tani. Sejumlah kegiatan saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan pengadaan.

Rifani berharap pekerjaan yang sedang berjalan dapat diselesaikan pada awal Desember mendatang.

Target penyelesaian itu juga mencakup bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), Distanak Kukar telah menyampaikan rekomendasi sejumlah kelompok tani kepada Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah kini menunggu jadwal penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.

Penguatan sektor tanaman pangan diarahkan pada lima kawasan pengembangan padi sawah yang tersebar di enam kecamatan. Kawasan tersebut meliputi Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, serta Marangkayu.

READ  Disperindag Kukar Genjot Hilirisasi Perikanan, Produk Ikan Kaleng Siap Tembus Pasar Ekspor

Fokus pengembangan kawasan ini juga didukung pembangunan infrastruktur pengairan. Pada 2026, Distanak Kukar telah memulai sejumlah pekerjaan, seperti pembangunan pintu air, parit, dan sarana pendukung irigasi di beberapa lokasi.

Sementara untuk 2027, pemerintah daerah tengah memproses perencanaan pembangunan irigasi. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menunjang ketersediaan air sehingga kegiatan pertanian di kawasan pengembangan dapat berjalan lebih optimal.

Rifani menegaskan, pengembangan lima kawasan prioritas tidak berarti wilayah pertanian lainnya ditinggalkan. Pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan pengembangan sektor pertanian di kecamatan lain.

“Untuk 2027 kita fokus di lima kawasan prioritas tanpa meninggalkan kawasan-kawasan lainnya,” jelasnya.

Selain tanaman pangan, program ini juga menyasar pengembangan sektor peternakan. Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah bantuan pembangunan kandang ayam petelur dengan kapasitas antara 100 hingga 200 ekor.

Bantuan tersebut diberikan dalam satu paket yang mencakup pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam petelur, pakan, hingga obat-obatan. Saat ini, proses pengadaan dan pelaksanaannya masih berlangsung.

Rencana pengembangan bantuan peternakan tersebut mencakup sejumlah kecamatan, yakni Kota Bangun Darat, Kota Bangun, Muara Muntai, Muara Wis, Sebulu, Muara Kaman, Anggana, Loa Janan, dan Loa Kulu.

Namun, kelompok yang ingin memperoleh bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Setelah persyaratan administrasi terpenuhi, tim penilai Distanak akan melakukan verifikasi. Penilaian terutama mencakup kesiapan lahan dan kelengkapan persyaratan pendukung lainnya.

Rifani mengingatkan agar kelompok tani tidak sekadar mengajukan bantuan, tetapi memastikan kebutuhan yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi usaha di lapangan.

Karena itu, pendampingan penyuluh pertanian dinilai penting agar usulan yang disampaikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kelompok.

READ  Persiapkan Belimbur, Sekda Minta OPD dan Perusahaan Siapkan Bak Penampungan Air  

“Kalau untuk usulan petani mohon didampingi oleh penyuluh, terus yang diusulkan itu sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img