BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi pelanggan di kawasan Balikpapan Damai Sejahtera (BDS), Jalan Manunggal, Kampung Buton, dan wilayah sekitarnya yang terdampak gangguan distribusi dalam beberapa hari terakhir.
Gangguan tersebut terjadi akibat rangkaian persoalan yang berlangsung beruntun pada jaringan distribusi utama sehingga proses normalisasi membutuhkan waktu lebih lama dibanding penanganan gangguan biasa.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharddin, menjelaskan gangguan awal terdeteksi pada 15 Juni 2026 ketika tekanan distribusi air ke kawasan Jalan Manunggal, BDS 2, dan sekitarnya mulai mengalami penurunan.
Kondisi itu semakin memburuk setelah terjadi kebocoran pada pipa air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai pada 19 Juni 2026 yang berdampak pada menurunnya pasokan air ke pelanggan.
“Setelah perbaikan dilakukan dan proses normalisasi mulai berjalan, gangguan kembali terjadi pada 21 Juni 2026 akibat insiden eksternal berupa kecelakaan truk di Simpang Tiga BDS. Kendaraan tersebut menabrak jembatan pipa hingga merusak jaringan distribusi. Peristiwa ini membuat proses pemulihan layanan kembali tertunda,” ujar Yudhi, Selasa (23/6/2026).

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, Yudhi bersama jajaran manajemen turun langsung ke lapangan pada 21 Juni 2026 untuk berdialog dengan warga terdampak. Dalam pertemuan tersebut, PTMB menjelaskan kondisi teknis yang terjadi sekaligus langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Di tengah proses penanganan, PTMB juga melakukan berbagai metode investigasi jaringan guna memastikan sumber gangguan ditemukan secara tepat. Salah satunya dengan pemasangan gate valve di kawasan Gerbang BDS 2 pada 22 Juni 2026 untuk mempersempit area pencarian gangguan.
Dari hasil evaluasi teknis dan pengukuran debit, tim akhirnya menemukan kebocoran pada pipa induk utama di jalur distribusi Jalan Manunggal yang selama ini menghambat proses normalisasi.
Pada Selasa (23/6/2026), sejumlah warga kembali menyampaikan aspirasi terkait belum normalnya distribusi air di beberapa kawasan. Menanggapi hal tersebut, PTMB kembali membuka ruang komunikasi melalui dialog langsung yang dipimpin Direktur Operasional Ali Rachman, didampingi Manajer Sekretaris Perusahaan Abdul Ramli dan Manajer Distribusi Indra Gunawan.
“Setiap keluhan pelanggan menjadi perhatian serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama proses penanganan berlangsung, tim teknis terus bekerja melakukan penelusuran, penggalian, perbaikan hingga pengujian jaringan distribusi,” katanya.
PTMB menyampaikan bahwa proses perbaikan pada jalur pipa distribusi di Jalan Manunggal telah selesai dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) pukul 16.15 Wita.
Meski demikian, aliran air belum dapat langsung normal karena masih harus melalui tahapan pengisian jaringan pipa, pengaturan tekanan, dan stabilisasi sistem distribusi secara bertahap.
“Masyarakat perlu memahami bahwa proses normalisasi tidak dapat terjadi secara instan setelah perbaikan selesai dilakukan. Air harus terlebih dahulu mengisi jaringan pipa yang kosong, membangun kembali tekanan distribusi, dan memastikan seluruh sistem beroperasi dalam kondisi aman dan stabil,” tegas Yudhi.
Karena itu, pemulihan aliran akan berlangsung secara bertahap menyesuaikan kondisi jaringan dan topografi wilayah pelayanan.
PTMB juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesabaran dan pengertian selama proses penanganan berlangsung.
“Hingga saat ini seluruh tim masih bekerja di lapangan untuk memastikan proses normalisasi berjalan dengan baik. Kami memahami kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih dan akan terus berupaya semaksimal mungkin sampai distribusi kembali normal,” tutupnya.
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.


