SIAP Jadi Sorotan Utama dalam Kongres Perdana PSSI Paser

PASER – Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Paser menggelar Kongres Tahun 2026 di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Paser, Senin (22/6/2026).

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian dalam kongres perdana tersebut yakni penerapan Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) yang akan menjadi basis pendataan seluruh klub dan pemain sepak bola yang berada di bawah naungan PSSI.

Ketua PSSI Kabupaten Paser, Abdurrahman KA, menjelaskan bahwa ke depan seluruh klub anggota PSSI wajib mendaftarkan para pemainnya melalui akun SIAP. Sistem tersebut akan terintegrasi langsung dengan PSSI Provinsi Kalimantan Timur maupun PSSI Pusat.

“Klub nantinya harus memasukkan seluruh pemain ke dalam akun. Kalau sudah terdaftar di sistem, pemain tidak bisa lagi berpindah-pindah klub secara bebas seperti sebelumnya karena data mereka langsung terhubung dan terpantau secara nasional,” ujar Abdurrahman.

Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut bertujuan menciptakan tata kelola administrasi sepak bola yang lebih tertib, transparan, dan profesional. Selain itu, keberadaan SIAP juga diharapkan dapat menghindari terjadinya tumpang tindih data pemain.

Kongres juga membahas persyaratan keanggotaan klub yang ingin terdaftar secara resmi di PSSI. Klub-klub yang selama ini sudah tercatat di PSSI Kabupaten Paser dan terdaftar di PSSI Provinsi Kalimantan Timur umumnya telah memiliki legalitas yang lengkap.

Namun bagi klub baru, sejumlah persyaratan administratif wajib dipenuhi. Salah satunya memiliki akta pendirian, susunan kepengurusan yang jelas, serta dokumen administrasi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Abdurrahman menegaskan bahwa kelengkapan administrasi menjadi syarat utama untuk mendapatkan status keanggotaan resmi. Jika persyaratan tersebut tidak dipenuhi, maka klub tidak dapat lolos sebagai anggota PSSI sebagaimana diatur dalam statuta terbaru.

READ  Pemkab PPU Luncurkan Integrasi Layanan Kesehatan Primer di HKN 2024

“Kalau tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam statuta, maka klub tersebut tidak bisa masuk menjadi anggota PSSI,” tegasnya.

Meski demikian, ia menilai sebagian besar klub di Kabupaten Paser saat ini telah memenuhi syarat administrasi. Tantangan terbesar justru diperkirakan muncul pada proses pendataan pemain melalui sistem SIAP.

Pasalnya, selama ini masih banyak pemain yang bermain untuk lebih dari satu klub dalam berbagai turnamen. Praktik tersebut nantinya tidak lagi diperbolehkan apabila kompetisi atau turnamen yang diikuti merupakan agenda resmi di bawah naungan PSSI.

“Selama ini ada pemain yang masih bermain di beberapa klub dengan sistem pinjam atau hanya membantu klub tertentu saat turnamen. Dengan SIAP, hal seperti itu tidak bisa dilakukan sembarangan lagi. Pemain harus terdaftar di satu klub,” jelasnya.

Sementara itu, apabila ingin berganti klub secara permanen, harus ada proses perpindahan pemain yang tercatat secara resmi dalam sistem.

“Kalau mau pindah, harus ada proses perpindahan pemain, dikeluarkan dari klub lama kemudian didaftarkan ke klub baru,” tuturnya.

Ia menambahkan, regulasi tersebut berlaku khusus untuk kompetisi dan turnamen resmi yang diselenggarakan atau berada di bawah koordinasi PSSI. Dengan adanya aturan ini, diharapkan pembinaan pemain dan pengelolaan klub dapat berjalan lebih profesional.

Pewarta: TB Sihombing
Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img