ISTANBUL – Dewan Federal Swiss, Senin (5/1) mengumumkan pembekuan semua aset terkait dengan Nicolas Maduro, presiden Venezuela yang ditangkap Amer ika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1).
“Dewan Federal hendak me mastikan aset apapun yang di peroleh secara ilegal tak akan bisa ditransfer keluar dari Swiss dalam kondisi saat ini,” kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Menurut UU Federal tentang Pembekuan dan Restitusi Aset Ilegal yang Dikuasai Orang yang Terpapar Politik Asing (FIAA), dengan ini diputuskan, sebagai langkah pencegahan, untuk membekukan semua aset di Swiss yang dikuasai Maduro dan orang-orang lain yang terasosiasi dengannya,” ucap badan itu.
Dewan Federal Swiss mene gaskan bahwa pembekuan aset tak berdampak pada anggota pemerintahan lain di Venezuela dan merupakan penambahan dari sanksi terhadap Venezuela yang berlaku sejak 2018 atas dasar UU Embargo.
“Pembekuan aset terbaru ini mengincar individu yang belum disanksi Swiss,” kata Dewan Federal Swiss.
Dewan pemimpin kolektif Swiss itu mengatakan bahwa pembekuan aset tidak terkait dengan alasan di belakang jatuhnya Maduro dari kekuasaan dan tidak pula memper tanyakan apakah kejatuhan dari kekuasaan tersebut berlangsung sesuai atau tidak sesuai dengan hukum internasional”.
Badan itu menyampaikan bahwa faktor penentunya adalah “kejatuhan dari kekuasaan telah terjadi dan ada kemungkinan bahwa negara asal akan melaku kan langkah hukum di masa mendatang terkait aset yang di peroleh secara ilegal.
“Apabila proses hukum di masa mendatang mengung kapkan bahwa dana tersebut di peroleh secara ilegal, Swiss akan berupaya memastikan dana tersebut akan bermanfaat bagi rakyat Venezuela,” demikian per nyataan tersebut.
Dewan Federal Swiss mene tapkan pembekuan aset tersebut berlaku serta-merta pada Senin dan tetap berlaku selama 4 tahun hingga ada keputusan se lanjutnya.
Pada Sabtu (3/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer AS berskala besar terhadap Ven ezuela berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya. Ia bersumpah akan menegas kan kendali AS di Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan personel militer AS apabila diperlukan.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sab tu malam dan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn
Keduanya menghadapi dak waan federal di Amerika Serikat terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang ditetap kan sebagai organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.
Sementara itu, sejumlah peja bat di ibu kota Venezuela, Cara cas, menyerukan pembebasan pasangan tersebut. (ANT)


