TENGGARONG – Dorongan agar event-event daerah di Kutai Kartanegara (Kukar) lebih berpihak kepada pelaku seni lokal kembali disiarkan oleh Aliansi Peduli Kukar, yang menggelar menggelar aksi partisipatif yang diikuti audiensi resmi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, pada Kamis (20/11/2025).
Aksi ini bukan sekadar menyampaikan keluhan, tetapi mengusung agenda besar, yaitu memastikan anggaran hiburan daerah digunakan secara efisien, tepat sasaran, dan memberi ruang sebesar-besarnya bagi talenta lokal yang selama ini dinilai belum mendapatkan porsi memadai.
Ketua Aliansi Peduli Kukar, Fajri, menyampaikan bahwa beberapa kelompok musisi lokal masih belum terakomodasi dalam penyelenggaraan event besar, termasuk Tingkiland Fest 2025.
“Kami meminta agar talent lokal tetap diberdayakan. Ada sekitar tujuh grup yang belum tergabung dalam Tingkiland Fest, dan hari ini kami ajukan sekitar sepuluh grup musisi lokal tambahan,” ujar Fajri.
Ia menambahkan, aliansi kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah sebelum menentukan langkah berikutnya. “Setelah ini, sikap aliansi masih akan kami pelajari sambil menunggu hasil diskusi di atas,” jelasnya.
Audiensi tersebut diterima oleh Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto. Pemerintah menyampaikan bahwa kritik dan aspirasi tersebut akan menjadi bahan penyusunan konsep event yang lebih inklusif.
“Nanti kita buat konsep yang lebih bagus, agar ada keadilan dalam pengisian setiap event. Kita ingin mengakomodasi seluruh pelaku lokal, baik seni, budaya, musisi, dan lainnya,” kata Arianto.
Arianto juga memastikan bahwa para musisi lokal yang hadir dalam audiensi tetap akan mendapatkan ruang tampil di Tingkiland Fest. Namun jumlah final penampil masih menunggu hasil pembahasan.
Tingkiland Fest 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22–23 November 2025. Melalui akun Instagram resmi, panitia mengumumkan kehadiran musisi nasional Bilal Indrajaya dan band legendaris Element.
Sementara dari Kukar, sejumlah nama telah dikurasi, seperti Enji, Petala Echoes of Kutai, AJB Gambus Techno, serta beberapa musisi daerah lainnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


