14.795 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Mayoritas Berada di Konsesi Perusahaan

SAMARINDA – Sebanyak 14.795 titik panas terdeteksi di Kaltim sepanjang 1–26 Agustus 2026. Sebagian besar titik tersebut berada di kawasan konsesi perusahaan, mulai sektor kehutanan, pertambangan batu bara hingga perkebunan.

Data itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam Dialog Indonesia Bicara TVRI bertema “Borneo Bergerak, Tangani Bencana Asap”.

Berau menjadi daerah dengan sebaran titik panas tertinggi, mencapai 6.004 titik. Kutai Timur berada di urutan kedua dengan 3.003 titik, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 2.426 titik.

Jika digabungkan, ketiga daerah tersebut menyumbang 11.433 titik atau lebih dari 77 persen total hotspot yang terdeteksi di Kaltim selama periode tersebut.

Seno mengakui sebagian besar titik panas berada di dalam area konsesi perusahaan. Kawasan itu mencakup Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan, tambang batu bara, dan perkebunan.

Seno menyebut kondisi Kaltim relatif lebih stabil dibandingkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Dibandingkan jumlah sebaran hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, tentu Kaltim relatif stabil, bahkan menurun,” kata Seno.

Menurutnya, kondisi tersebut didukung penanganan bersama Pemprov Kaltim, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, BPBD, BMKG, perusahaan, serta masyarakat.

Empat daerah di Kaltim telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan untuk mempercepat penanganan.

“Bahkan, empat daerah telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan untuk mempercepat penanganan,” tegasnya.

Pemerintah juga menambah armada mobil tangki dan pompa air di kawasan rawan. Masyarakat dan petani dilibatkan melalui kelompok tani peduli api, brigade pengendalian kebakaran lahan dan kebun, serta organisasi kemasyarakatan.

Pemprov Kaltim juga berkomunikasi dengan para pemegang hak guna usaha perkebunan agar meningkatkan pemantauan di wilayah konsesi dan kawasan sekitarnya.

READ  Decafe “Baru” Samarinda

Operasi Modifikasi Cuaca telah dilakukan untuk membantu penanganan karhutla. Pelaksanaannya masih difokuskan di kawasan Ibu Kota Nusantara, Sepaku, Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Berau.

“Alhamdulillah sudah mulai turun hujan dan sudah banyak titik api yang padam,” ujar Seno.

Berau menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca setelah mencatat jumlah hotspot tertinggi di Kaltim, yakni 6.004 titik sepanjang 1–26 Agustus 2026.

Dialog yang dipandu Happy Goeritman itu juga menghadirkan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Hariqo Wibawa Satria, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, dan Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI Edi Suhardi.

Turut hadir Kepala Stasiun TVRI Kaltim Febriani dan Ketua Tim Perencanaan dan Pengendalian Produksi Berita Dwi Rahmawati. (adm/MK)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img