Senin, Februari 26, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Decafe “Baru” Samarinda

Catatan Rizal Effendi

SAYA baru pekan lalu singgah di Decafe Samarinda. Padahal café milik Linan Kurniahu, pengusaha Balikpapan itu sudah dibuka akhir tahun lalu. Kalau tidak salah 9 Desember 2023. Saya menangkap suasana lain dibanding Decafe yang ada di kawasan Sudirman Balikpapan.

“Memang Decafe Samarinda penyempurnaan dari Decafe Balikpapan. Kebetulan tempatnya lebih luas, sehingga kita bisa lebih maksimal dalam penyajian dan pelayanan,” ujar sang manajer restoran, Bambang Heru.

Decafe Balikpapan dibuka tahun 2006. Sudah 18 tahun usianya. Sekarang berkembang luar biasa. Maklum tempatnya hanya 5 menit dari kantor Pemkot dan dekat dengan lokasi sejumlah kantor dan hotel. Ada kemungkinan juga bakal dibuka lagi Decafe baru mendekati lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku.

Setidaknya ada tiga daya tarik dari Decafe Samarinda. Nama lengkapnya Decafe Resto, Pastry & Bakery Samarinda.  Satu dari sisi bangunannya, kedua dari sudut lokasinya dan ketiga dari makanan yang disajikan. Bangunannya berlantai tiga dengan gaya arsitektur modern dan sangat estetik. Lokasinya di kompleks kantor Pelindo, Jl Niaga Timur No 130. Itu kawasan pelabuhan, di Tepian Mahakam yang indah.

Nampang di depan Decafe Samarinda.
Penampilan musik akustik Lastarsardo yang khas.

“Saya dan teman-teman sangat menikmati, baik dari tempat, menu dan pemandangan,” kata mantan Plt Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana, yang hadir dalam acara pembukaan. Saat itu hadir juga pejabat Pemprov AFF Sembiring dan Agnes Gering, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Samarinda,.

Linan yang senantiasa tampil bersahaja itu menyambut tamu-tamunya dengan hangat. “Saya bersyukur bisa membuka Decafe di Samarinda. Terima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah, Pelindo dan sambutan  hangat dari semua relasi,” katanya bersemangat.

Di Balikpapan  pasti orang kenal betul dengan Linan. Dia owner Hotel Blue Sky. Hotel yang terkenal dengan sajian makanannya termasuk produk roti mantaunya, yang punya cita rasa tinggi. Hotel Blue Sky yang sudah berusia 50 tahun juga bekerja sama dengan Pemprov Kaltim mengembangkan Hotel Blue Sky Pandurata Boutique di Jl Raden Saleh, Menteng, Cikini, Jakarta.

Saya sering menginap di sana. Pak Linan yang memfasilitasi. Maklum tempatnya sangat strategis. Hanya 15 menit menuju kawasan perbelanjaan Grand Indonesia. Menteng dikenal sebagai lokasi sejumlah kantor pusat partai, rumah pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara sahabat. Di situ juga ada kediaman Bu Mega, presiden ke-5 kita.

Linan masih punya satu hotel lagi di Ibu Kota. Yaitu Blue Sky Hotel Petamburan. Lokasinya  sangat strategis di kawasan Slipi, Jakarta Pusat. Aksesnya ke Bandara Soekarno-Hatta sangat mudah dan dekat menuju Sudirman Central  Business District.

Konsep Decafe adalah bagian pengembangan bisnis Linan di unit Food & Beverages (F&B). Melalui PT Bumi Liputan Jaya, Linan juga sukses membuka lounge di sejumlah bandara terkenal. Kalau tidak salah sudah mencapai 19 lokasi. Di antaranya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, APT Pranoto Samarinda, Soekarno-Hatta, Batam dan SMB II Palembang. Yang baru dirintis airport premier lounge di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Juanda Surabaya dan Hasanuddin Makassar.

Linan Kurniahu dan Dr Meiliana.

Linan juga bersyukur mendapat apresiasi dan bisa bekerjasama dengan  Collinson, pemimpin global dalam penyediaan pengalaman bandara, solusi loyalitas dan keterlibatan pelanggan serta pemilik dan operator Priority Pass, yang berkedudukan di Singapura.

Dengan kerjasama itu, memungkinkan anggota Priority Pass bisa mengakses fasilitas lounge yang dikelola Blue Sky di sejumlah bandara di Indonesia. “Kami senang dapat bermitra dengan Blue Sky Group,” kata Todd Handcock, direktur Komersial Global dan presiden Asia Pasifik Collinson sambil menyalami Linan.

MENU BERAGAM

Sejumlah pengunjung yang datang ke Decafe Samarinda mengaku puas dan enjoyed. “Soalnya kita mau menu apa saja tersedia di sini,” kata Alisa, remaja asal Vorvoo Segiri, yang datang bersama teman-temannya.

Alisa dan teman-temannya memesan minuman Cappuccino dan Double Espresso. Sedang camilannya pisang goreng wijen, singkong dan french fries. “Kita ingin menikmati suasana kesibukan di pelabuhan dan Sungai Mahakam yang cantik,” katanya.

Decafe Samarinda yang mengusung tagline “Eat Drink Whatever,” memang menyediakan makan dan minum yang beragam. Mau menu ringan atau berat, semua ada. Menu sarapan pagi, soup, salad dan snacks semua tersedia. Dilengkapi dengan minuman kopi dan nonkopi.

Alhamdulillah harganya masih terjangkau kantong kita. Jadi saya suka kongkow di sini bersama teman-teman,” kata Yudi, staf perusahaan bongkar muat di Pelabuhan Samarinda.

Pemerintah Kota Samarinda juga menyambut baik dibukanya  Decafe. “Kehadiran Decafe menambah jumlah destinasi wisata kuliner di Kota Pusat Peradaban Samarinda,” kata Agnes Gering Belawing memberikan sambutan.

Fasilitas lain yang ada di Decafe Samarinda di antaranya akses Wi-Fi, ruangan ber-AC, spot foto dan playground untuk bermain anak-anak. Tidak usah khawatir jika ingin melaksanakan ibadah. Sebab, tersedia juga musala.

Untuk menambah kemeriahan, Linan sempat mendatangkan grup musik akustik yang bertahun-tahun main di Hotel Blue Sky Balikpapan. Nama grupnya, Lastarsardo. Semua personelnya orang Batak dengan vokalis utama Bang Turedo.

“Horas!!!,” kata Sembiring menyambut penampilan Lastarsardo. Maklum suara Bang Turedo melengking-lengking seperti umumnya orang Batak. Tak lupa dia ikut menyanyi. Sama dengan Dr Meiliana, yang gatal kerongkongannya kalau belum menyanyi. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular