
BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan di era globalisasi.
Menurut Gamalis, pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan juga aktif menciptakan kebijakan yang kreatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Inovasi adalah kunci utama dalam menjaga daya saing daerah. Pemerintah tidak boleh stagnan. Kita harus tangguh, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya, Senin (5/8/2025).
Gamalis mengungkapkan bahwa Kabupaten Berau mencatat skor 32,37 poin dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2024 yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, pencapaian tersebut dapat ditingkatkan.
“Ini capaian awal yang patut kita apresiasi, tapi belum cukup. Kita harus punya semangat untuk meningkatkan angka ini sebagai bentuk komitmen nyata terhadap perubahan dan inovasi,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah menyumbangkan ide dan aksi nyata inovatif, seraya mendorong setiap OPD untuk tidak berhenti berkreasi.
Gamalis menekankan pentingnya mendorong lahirnya inovasi-inovasi aplikatif di berbagai sektor, khususnya dalam hal pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, inovasi harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, bukan hanya sebatas laporan atau seremonial.
“Saya ingin setiap inovasi yang kita buat mampu menjawab tantangan riil pembangunan dan memberi solusi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta agar seluruh operator teknis dan administrator perangkat daerah memahami dengan baik proses penginputan data pada Aplikasi Indeks Inovasi Daerah. Hal ini bertujuan agar nilai yang diperoleh nantinya benar-benar mencerminkan kinerja inovatif dari masing-masing instansi.
“Ketepatan dan akurasi data juga menjadi faktor penting. Jangan sampai inovasi yang sudah baik tidak tercermin karena kesalahan input,” ujarnya.
Gamalis berharap semangat berinovasi tidak hanya berhenti pada kompetisi formal, tetapi juga menjadi budaya kerja di lingkungan Pemkab Berau. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk berani berpikir out of the box dan menghadirkan ide-ide segar yang relevan dengan dinamika pembangunan daerah.
“Dengan kolaborasi yang kuat, mari kita jadikan Berau sebagai daerah yang progresif, kreatif, dan inovatif. Karena di era saat ini, pelayanan terbaik adalah yang cepat, tepat, dan adaptif,” pungkasnya. (adv/srn/set)


