JAKARTA – PT Brantas Abipraya segera merampungkan pemangkasan 29 entitas usaha sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Setelah penataan selesai, BUMN Karya tersebut akan kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor.
“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dony menyampaikan hal tersebut setelah bertemu dengan jajaran direksi PT Brantas Abipraya untuk membahas perkembangan proses transformasi dan penataan entitas usaha perusahaan.
Melalui proses streamlining, Brantas Abipraya akan menyederhanakan struktur usahanya dengan menyisakan perusahaan induk serta mengakhiri keberadaan entitas usaha yang dinilai tidak lagi diperlukan untuk mendukung bisnis utama.
Dony menilai langkah tersebut menjadi momentum bagi Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus meningkatkan fokus pada bisnis kontraktor.
Ia juga mendorong Brantas Abipraya menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menyelesaikan proses penataan.
Transformasi Brantas Abipraya merupakan bagian dari agenda penataan BUMN Karya secara menyeluruh. Penyederhanaan struktur usaha diharapkan dapat mengurangi inefisiensi, memperkuat tata kelola, serta membuat perusahaan lebih fokus dan kompetitif dalam menjalankan bisnis inti.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui proses likuidasi, merger, dan divestasi.
BP BUMN bersama Danantara juga terus mematangkan arah transformasi BUMN melalui penyusunan peta strategi lima tahun sebagai pedoman untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Melalui peta jalan tersebut, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mempercepat transformasi BUMN secara menyeluruh, mulai dari penguatan fundamental bisnis, pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan daya saing global.
Tahapan tersebut diarahkan untuk melahirkan BUMN Indonesia yang semakin tangguh dan berdaya saing tinggi, termasuk mampu bersaing di tingkat dunia serta masuk dalam jajaran Fortune 500. (ANT/KN)



