PANDEGLANG – Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau, Banten. Memasuki hari keempat operasi, pencarian dipusatkan di wilayah yang paling dekat dengan gunung tersebut dengan menyisir laut hingga tiga pulau di sekitarnya.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian dilakukan melalui empat sektor utama dan satu sektor khusus yang mencakup wilayah dengan jarak sekitar 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten,” kata Amrad di Pandeglang, Jumat (11/9/2026).
Selain melakukan penyisiran di perairan, tim SAR juga bergerak ke daratan Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
RIB 02 Banten melakukan penyisiran selama sekitar tiga jam sebelum kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB. Tim juga naik ke daratan untuk memeriksa sejumlah titik di ketiga pulau tersebut.
Namun, penyisiran pada empat sektor utama dan satu sektor khusus tersebut belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang.
“Untuk semua set area dengan empat sektor dan satu sektor khusus, termasuk pencarian via udara yang dapat kami sampaikan, untuk keseluruhan sektor tersebut dengan hasil nihil, hanya menemukan satu buah pelampung atau life jacket oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer,” ujar Amrad.
Pencarian dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter 3604. Pesawat tersebut menyisir wilayah sekitar lokasi terakhir kapal diketahui atau last known position (LKP).
Penyisiran udara berlangsung sekitar satu jam sebelum helikopter kembali dan mendarat di Carita pada pukul 17.00 WIB dalam kondisi aman.
Menurut Amrad, kondisi cuaca yang mendukung turut membantu tim melakukan pencarian hingga mendekati wilayah Gunung Anak Krakatau dan menjangkau daratan tiga pulau di sekitarnya.
“Berdasarkan last known position (LKP), artinya diduga hilang kontak speed boat tersebut, dan pada pukul 17.00 sudah mendarat di Carita dengan aman dan terkendali, dan dengan hasil nihil,” katanya.
Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan berangkat menggunakan speed boat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Lima jurnalis yang berada di dalam speed boat telah terdata, yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, pewarta foto lepas.
Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya di dalam kapal, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Hingga pencarian hari keempat berakhir, tim SAR gabungan masih belum menemukan delapan orang tersebut. Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan unsur laut, darat dan udara di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau. (ANT/KN)



