Sabtu, Juli 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TikTok Shop Resmi Ditutup, Pelaku UMKM Bisa Jualan Online melalui Media Sosial

KORANUSANTARATikTok Indonesia menutup layanan social commerce TikTok Shop per Rabu sore, 4 Oktober 2023, pukul 17.00 WIB. Mundurnya TikTok Shop dari perdagangan online di Indonesia tersebut buntut dari penegasan pemerintah mengenai aturan main social commerce yang tertuang di Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan, penutupan TikTok Shop tidak akan berdampak negatif pada pedagang yang selama ini memanfaatkan platform tersebut. “Tidak akan terlalu mengganggu. Para pelaku UMKM yang jualan online bisa memanfaatkan promo produk di medsosnya, di TikTok. Kalau penjualannya di-direct kepada link misalnya, nanti di multiplatform,” kata Teten.

Tidak dimungkiri banyak UMKM yang menggunakan TikTok Shop. Namun, pedagang juga bisa berdagang pada layanan e-commerce lainnya. Pihak TikTok menyebutkan bahwa ada 6 juta pelaku UMKM yang berjualan di TikTok Shop. Selain itu, hampir 7 juta kreator affiliate yang juga mencari pemasukan melalui TikTok Shop.

”Tidak hanya TikTok Shop, bisa dijual di platform apa saja yang ada di Indonesia. Pembeliannya juga kan tinggal pindah channel saja,” jelasnya. Teten menepis penutupan itu akan membuat bangkrut. ”Kenyataannya para seller ini akan menjual di multiplatform. Nggak cuma di satu tempat,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya melindungi kedaulatan digital Indonesia dengan menjaga aset digital. Juga, terus mempertahankan produk dalam negeri di pasar digital.  Hal tersebut disampaikan presiden dalam pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV dan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Negara, Rabu, 4 Oktober 2023. “Kandungan lokal kalau tidak bisa 100 persen barang, ya paling tidak 90 persen atau 80 persen,” kata Jokowi. Presiden menjelaskan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Untuk itu, talenta-talenta digital perlu disiapkan. Tujuannya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar. ”Teman-teman saya menyampaikan waktunya hanya dua tahun dari tahun kemarin. Ini bukan barang yang mudah,” ujarnya.

Indonesia, kata Jokowi, tidak boleh hanya menjadi konsumen. Dia mengungkapkan bahwa sebanyak 123 juta masyarakat menjadi konsumen di pasar digital. Namun, 90 persen barang yang dibeli merupakan barang impor. “Bahkan baju, kemarin ada yang dijual berapa, Rp 5 ribu. Artinya, di situ ada predatory pricing. Sudah mulai bakar uang,” katanya. Dampaknya bisa menguasai data dan perilaku konsumen Indonesia.

Jokowi pun mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak terkena penjajahan era modern. Karena itu, presiden mendorong agar produk yang masuk ke pasar digital merupakan produk dalam negeri. ”Jangan sampai kita terlena dalam hitungan bulan. Saya tidak mau terkena penjajahan era modern. Kita tidak sadar tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi,” bebernya.

Sebelumnya, di pembukaan pameran INACRAFT di Jakarta, Jokowi membeberkan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2030 mencapai USD 360 miliar. Potensi itu sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu, ekonomi digital Indonesia mencapai USD 77 miliar. (*)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular