SETIAP kali mendengar dibukanya seleksi direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), nada miring hampir selalu muncul. Orang titipan, balas jasa politik, hingga “kursi pesanan” kerap jadi obrolan.
Kali ini pun sama. Saat Pemprov Kaltim membuka seleksi untuk sejumlah posisi strategis di BUMD, banyak yang pesimistis. Linimasa riuh. Netizen di media sosial gaduh. Namun saya memilih tetap berpikir positif. Apalagi setelah melihat daftar 30 nama yang lolos tiga besar dan diumumkan resmi pada 18 Agustus 2025.
Nama besar sempat menghiasi daftar calon direksi. Salah satunya Ari Askhara, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia yang dicopot pada 2019 setelah terseret kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton. Kehadirannya sempat menjadi sorotan. Namun namanya ternyata hanya bertahan di tahap administrasi dan tidak masuk 30 besar. Artinya, ini menunjukkan bahwa popularitas dan pengalaman nasional bukan jaminan jalan mulus menuju kursi strategis BUMD Kaltim.

Sekarang publik bisa menilai langsung siapa saja yang lolos ke tahap akhir.
Untuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim, ada Akbar Soetantyo bersama Edy Kurniawan dan Muhammad Iqbal untuk posisi direktur utama. Posisi direktur operasional diisi Nurhadiyanto Herry Wibowo, Nurkhalis, dan Ruswan. Sementara kursi keuangan dan SDM ditempati Abdul Azis Muslim, Ari Nugroho Wibisono, dan Samsudin.
Di PT Ketenagalistrikan Kaltim, tiga nama calon direktur utama adalah Siti Hamnah Ahsan, Supiansyah, dan Wahyudin, ditemani Idrus, Muhammad Alfian, dan Rosi Salmani di posisi operasional.
PT Kaltim Melati Bhakti Satya menampilkan Aji Mohammad Abidharta, Dodot Tri Widodo, dan Sarikun di kursi direktur utama, dengan Khairul Fadly, Oni Fakhrizini, dan Rano Hardani di posisi operasional dan SDM, serta Dovist Calvino, Erna Herawati, dan Ita Latiffatul Asna di bidang keuangan.
Untuk PD Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera, nama Widyasmoro Eko Prawito, Yusmarsono, dan Yusri masuk dalam tiga besar. Sedangkan di PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera tercatat A Adhigustiawarman F, Musdalifah Adam, dan Nurul Harmani Wirawan.
Beberapa nama bukan wajah baru. Akbar Soetantyo sudah lama dikenal mengelola PI 10 persen Mahakam di PT Migas Mandiri Pratama. Aji Mohammad Abidharta punya rekam pendidikan manajemen hingga S-2 Gadjah Mada, kini menempuh doktoral di Universitas Mulawarman, dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan operasional. Siti Hamnah Ahsan disebut punya basis akademis di bidang energi dan mitigasi emisi. Namun sebagian besar nama lain masih asing, tanpa rekam jejak publik yang jelas.
Minimnya informasi ini memunculkan tanda tanya. Apakah mereka figur baru yang benar-benar potensial, atau hanya bagian dari kompromi politik yang disiapkan untuk mengisi kursi? Kepala Biro Ekonomi Setprov Kaltim, Iwan Darmawan, menegaskan seleksi berlangsung ketat. Sementara anggota pansel, John Fresley, meminta publik bersikap adil. “Kan ada hak sebagai warga negara,” katanya. Ia juga menekankan, pansel kali ini berisi nama-nama berintegritas seperti Bambang Widjojanto dan Tuhiyat.
Tetapi seketat apapun pansel bekerja, penentuan akhir tetap ada di tangan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Inilah titik ujian yang sesungguhnya: apakah berani memilih berdasarkan kapasitas, rekam jejak, dan integritas, ataukah semua hanya berakhir di ruang kompromi politik.
BUMD tidak boleh diperlakukan sebagai tempat parkir jabatan. Di baliknya ada kepentingan besar: migas, listrik, kehutanan, hingga pertambangan yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Menempatkan orang yang salah hanya akan membuat BUMD tidak berguna. Sebaliknya, bila kursi diisi figur profesional dan berintegritas, BUMD seharusnya jadi tulang punggung ekonomi daerah.
Masyarakat sudah terlalu sering kecewa. Kali ini publik menaruh harapan besar pada Gubernur Kaltim. Wawancara terakhir jangan dijadikan formalitas, tetapi benar-benar filter terakhir untuk memastikan hanya orang yang layak yang menduduki kursi direksi. Seleksi ini akan menentukan. Apakah gubernur berani memilih yang tepat, atau justru melanggengkan tradisi titipan. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.


