Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tambang Batu Bara Bawah Tanah Jadi Tumpuan di Masa Depan

KORANUSANTARA – Batu bara masih memiliki kontribusi besar bagi pendapatan negara. Bahkan diprediksi akan terus jadi andalan seiring muncul tren tambang bawah tanah. Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif menyebutkan, tambang bawah tanah akan semakin banyak karena semakin sedikitnya cadangan dekat permukaan.

“Meski memiliki tantangan berupa biaya investasi yang relatif besar, teknologi yang semakin canggih dan ketersediaan sumber daya manusia memiliki peluang pengurangan risiko dampak lingkungan lebih kecil dari tambang permukaan,’’ kata Irwandy di Jakarta, Senin, 25 Desember 2023.

Biaya operasi tambang bawah tanah lebih tinggi dikarenakan adanya tambahan biaya untuk ventilasi, penyanggaan, dan sebagainya. Kira-kira dua kali lebih mahal dibandingkan tambang terbuka. Biaya modal/kapital tambang bawah tanah berkisar 3-4 kali lebih mahal dibandingkan tambang terbuka.’’Tapi, adanya disruption technologies beberapa biaya bisa terpangkas terbuka,’’ lanjut Irwandy.

Dia mengungkapkan, peluang dan masa depan tambang bawah tanah di Indonesia akan semakin meningkat karena berbagai hal. Di antaranya, berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang. Dengan kata lain, bertambahnya kedalaman deposit akan menyulitkan bila ditambang dengan sistem tambang terbuka karena terbatas oleh Stripping Ratio dan ditemukannya teknologi baru dalam peralatan Tambang Bawah Tanah.

Potensi tambang batu bara bawah tanah di Indonesia masih sangat besar. Misalnya, di Barito & Asam-Asam Basins dengan 6 block yang ada potensi yang terdapat didalamnya dengan total potensi 530.711 MT (metric ton). Di Kutai dan Tarakan Basins dari 13 block terdapat potensi 12,344.515 MT. Dan, di South Sumatera Basins dari 20 block ada 20,658.330 MT.

Saat ini, selain PT Sumber Daya Energi (SDE) yang baru saja meresmikan produksi pertama tambang bawah tanah, terdapat 15 perusahaan tambang batu bara bawah tanah lainnya di Indonesia. Antara lain, CV Air Mata Emas dan PT Nusa Alam Lestari di Sumatra Barat, PT Merge Mining Industri Kalimantan Selatan, PT Kusuma Raya Utama di Bengkulu, PT Gerbang Daya Mandiri Kalimantan Timur, PT Sumber Daya Energi, PT Vipronity Power Energy, PT Sugico Pendragon Energi, dan PT Indonesia Multi Energi di Kalimantan Selatan. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular