BERAU – Keterbatasan fiskal akibat penyesuaian Transfer Keuangan Daerah (TKD) tidak menyurutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk melanjutkan pembangunan.
Pemerintah daerah justru mulai mengarahkan penguatan ekonomi pada sektor yang dinilai memiliki potensi berkelanjutan, seperti pariwisata, UMKM, pertanian, perkebunan dan perikanan.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (14/9/2026).
Sri Juniarsih mengatakan, kondisi fiskal daerah saat ini mengharuskan pemerintah melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program pembangunan. Salah satunya terlihat dari penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK), yang sebelumnya mencapai Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar pada 2026.
Meski ruang fiskal semakin terbatas, pembangunan tetap diarahkan pada sektor yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar, infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“APBD Kabupaten Berau 2026 sendiri ditetapkan sebesar Rp3,42 triliun,” katanya.

Menurut Sri Juniarsih, transformasi ekonomi menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah daerah terus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat UMKM, pertanian, perkebunan dan perikanan.
“Pembangunan kita arahkan pada sektor-sektor yang mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Potensi tersebut, lanjutnya, mulai terlihat dari capaian investasi daerah. Pada 2025, realisasi investasi Berau mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun.
Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan investasi sebesar Rp8 triliun. Hingga triwulan pertama dan kedua, realisasinya telah mencapai sekitar Rp3,6 triliun.
Komoditas kakao juga menjadi salah satu gambaran pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Sepanjang 2023 hingga 2025, sebanyak 23 ton biji kakao Berau telah diekspor ke sejumlah negara.
Pada 2026, ekspor kembali dilakukan dengan total 11,5 ton biji kakao yang dikirim ke Prancis dan Swiss.
Di sisi lain, pembangunan konektivitas tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membuka akses ekonomi. Sejumlah infrastruktur yang dikerjakan di antaranya Jembatan Bailey di Hulu Kelay, Dermaga Teluk Sulaiman, Jembatan Sei Sumbang dan Jembatan Sei Bataan di wilayah pesisir.

Sri Juniarsih menilai konektivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penunjang bagi aktivitas ekonomi dan pengembangan pariwisata.
Penguatan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah program pelayanan masyarakat. Pemkab Berau di antaranya menjalankan bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa, pendidikan gratis TK hingga SMP, pembebasan BPHTB bagi masyarakat tidak mampu, pengembangan Trans Berau, pembangunan fasilitas olahraga, pusat ekonomi desa hingga rencana pembangunan Berau Creative Hub.
Dalam kesempatan itu, Sri Juniarsih juga menyinggung tantangan lingkungan yang dihadapi Berau selama kemarau panjang. Ancaman kebakaran hutan dan lahan sempat meningkat dengan jumlah hotspot mencapai 779 titik pada 29 Agustus 2026, tertinggi di Kalimantan Timur.
Namun, kondisi tersebut mulai membaik. Data BMKG Kaltim per 9 September 2026 menunjukkan jumlah hotspot di Berau turun menjadi 50 titik.
Meski mengalami penurunan signifikan, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat dan seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan. Sri Juniarsih menekankan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Memasuki usia 73 tahun, Sri Juniarsih menegaskan pembangunan Berau tetap berpedoman pada visi mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera.
Ia mengajak pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha dan seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta bersama-sama mengawal pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan seluruh unsur agar Berau terus tumbuh dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya. (adv)



