SNT IKN Resmi Punya Kepala Sekolah, Siap Gelar MPLS dan Jadi Percontohan Nasional

NUSANTARA – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memiliki kepala sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai SNT IKN menjadi sekolah paling siap di antara SNT lain di Indonesia dan diproyeksikan menjadi role model pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi secara nasional.

Berdasarkan penelusuran Media Kaltim pada laman Kemendikdasmen, jabatan Kepala SNT IKN dipercayakan kepada Fatimatus Zuhra SJ, M.Pd. Sebelumnya, Fatimatus merupakan guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara (PPU) dan terakhir bertugas di SMP Negeri 15 PPU.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Iwan Junaedi, mengatakan Fatimatus termasuk dalam 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi yang dilantik langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Jakarta pada 6 Agustus 2026.

“Hari Rabu kemarin Pak Menteri beserta jajaran telah melantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, termasuk kepala sekolah SNT IKN. Insya Allah hari Ahad sudah berada di IKN karena Senin mulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah,” ujar Iwan saat meninjau SNT IKN, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 41 siswa jenjang SMP dan 41 siswa jenjang SMA akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (10/8/2026) mendatang. Sementara tenaga pendidik saat ini masih berstatus sebagai pendamping pengajar sebelum proses pembelajaran berjalan penuh.

“Nah, sehingga mereka, anak-anak sudah mulai bisa belajar pada bulan Agustus ini, sebagaimana sekolah reguler yang lainnya,” tegasnya.

Menurut Iwan, kesiapan SNT IKN dinilai paling lengkap dibandingkan sekolah serupa yang tengah dikembangkan pemerintah di berbagai daerah. Selain didukung bangunan modern, seluruh sarana pembelajaran telah tersedia sehingga kegiatan belajar mengajar dapat langsung dimulai.

READ  Pembangunan IKN Dorong Dampak Ekonomi Awal bagi Penajam Paser Utara dan Kalimantan Timur

“Karena ini sudah siap segalanya, baik untuk SMP maupun SMA, dan siswanya sudah siap, semua sarana sudah siap, sehingga insya Allah akan berjalan dengan baik dan lancar,” tegasnya.

Ia menambahkan, SNT IKN tidak menerapkan sistem boarding school, tetapi menyediakan fasilitas pembelajaran modern seperti ruang kelas berpendingin udara, papan tulis digital, hingga berbagai perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Kemendikdasmen juga menegaskan konsep SNT yang dikembangkan di IKN akan menjadi prototipe bagi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

“Kami baru saja melihat secara fasilitas infrastruktur sudah sangat siap dan untuk SMP-nya juga sudah sangat siap untuk melayani dan siswa-siswanya juga berasal dari masyarakat sekitar IKN ini. Ini pemerataan pendidikan yang bermutu yang berkualitas untuk anak-anak kita dan ke depan. Ini juga akan hadir di setiap kabupaten kota. Rancangan Pak Presiden, agar ada sekolah yang berkualitas seperti SNT. Prototipenya ya yang ada di IKN ini,” ulasnya.

 

Sementara itu, Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan seluruh peserta didik telah menyelesaikan proses daftar ulang dan siap mengikuti MPLS.

“Jumlahnya 41 orang jenjang SMP, dan 41 orang jenjang SMA dan masing-masing dibuka 2 rombongan belajar (rombel),” sebutnya.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Suwito menyebut Otorita IKN berencana menyiapkan dapur sendiri di kawasan SNT agar kualitas gizi dan keamanan pangan peserta didik dapat diawasi secara maksimal.

“Jadi kalau untuk MBG nanti harapan kami SNT IKN akan bisa menyiapkan sendiri. Jadi dapur nanti kita siapkan di sekitar SNT. Dengan demikian nanti pengawasan serta penyiapan makanannya disediakan di wilayah KIPP sendiri. Sehingga kualitas gizi maupun kualitas kesehatannya akan benar-benar bisa mendukung untuk pertumbuhan belajar anak-anak,” jelasnya.

READ  Salat Id Perdana di Masjid IKN Catat Sejarah, Jemaah Membludak

Menurut Suwito, kehadiran SNT IKN merupakan bagian dari persiapan ekosistem pendidikan di Ibu Kota Nusantara sebelum perpindahan aparatur sipil negara (ASN) ke kawasan tersebut. Selain melayani anak-anak ASN di masa mendatang, sekolah ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan KIPP maupun wilayah delineasi IKN.

Ia optimistis, dengan dukungan fasilitas modern, kepala sekolah, dan tenaga pendidik yang kompeten, SNT IKN akan berkembang menjadi sekolah rujukan nasional bagi pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi di Indonesia.

“Dan alhamdulillah tadi disampaikan oleh pak direktur, SNT IKN sebagai role model termasuk gedungnya. Memang kita siapkan gedung yang baik ya. Ya, saya kira nanti didukung oleh Pak Dir bagaimana penyiapan kepala sekolah dan guru-gurunya. Sehingga gedung sarana-prasarananya yang sudah baik, lalu didukung dengan kepala sekolah dan guru-guru yang berkualitas, kita akan bisa menjadi SNT rujukan untuk SNT secara nasional,” pungkasnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img